MeetDoctor - Topic Pregnancy https://meetdoctor.com/ Connecting You and Doctors https://meetdoctor.com/logo.png MeetDoctor https://meetdoctor.com/ Connecting You and Doctors in business@meetdoctor.com Copyright 2017 Bercak Darah Seperti Haid, Pertanda Hamil? https://www.meetdoctor.com/article/bercak-darah-seperti-haid-pertanda-hamil https://www.meetdoctor.com/article/bercak-darah-seperti-haid-pertanda-hamil Salah satu ciri hamil adalah tidak lagi mengalami haid. Namun, jika Anda sedang menjalani program hamil dan melihat bercak darah kecokelatan di jadwal rutin menstruasi Anda, jangan buru-buru kecewa. Bercak tersebut kemungkinan besar adalah bercak implantasi yang merupakan tanda awal kehamilan. Bercak ini biasanya muncul pada hari ke – 6 hingga 12 hari setelah pembuahan. Terkadang tanda ini sering disalahartikan sebagai menstruasi biasa.

Mengapa bisa terjadi?

Setelah sel sperma membuahi sel telur, maka jadilah embrio. Embrio ini akhirnya berlabuh di rahim dan menempel pada dindingnya. Saat embrio ini menempel, pembentukan plasenta (ari-ari) juga dimulai. Saat plasenta terbentuk, vili – saluran makanan seperti jari–pun berkembang. Vili inilah yang menembus rahim untuk bersatu dengan pembuluh darah ibu.

Proses ini normal terjadi. Lewat vili inilah nutrisi dari sirkulasi ibu mengalir ke bayi.  Saat vili menembus rahim, pembuluh darah kecil di rahim pecah dan terjadilah sedikit perdarahan. Darah yang keluar akan berhenti dan menyembuhkan diri dengan sendirinya. Hal ini tidak akan menimbulkan dampak apapun pada perkembangan bayi.

Apa saja gejalanya?

Keluarnya darah yang warnanya lebih terang (terkadang bisa kecoklatan) dan jauh lebih sedikit dibandingkan saat menstruasi. Terkadang Anda dapat merasakan keram di perut, namun tidak berlebihan. Perdarahan ini berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari saja (terkadang 2 – 3 hari).

Bercak darah cenderung lebih cepat muncul dibandingkan gejala mual-muntah (morning sickness)

Bagaimana pengobatannya?

Darah ini akan berhenti mengalir dengan sendirinya. Namun, jika Anda khawatir bahwa Anda berdarah cukup banyak, segera konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin akan bertanya mengenai berapa banyak darah yang keluar dan bagaimana warnanya.

Adakah perdarahan lain yang dapat terjadi pada saat kehamilan?

Wanita hamil dapat mengalami perdarahan akibat berbagai macam sebab selain implantasi. Jika perdarahan berlangsung hebat dengan atau tanpa nyeri, atau nyeri perut / keram terus menerus, segera hubungi dokter.

Jika Anda hamil dan melihat darah yang bukan bercak implantasi, hal ini mungkin disebabkan oleh :

Seks. Terkadang hal ini terjadi pada awal kehamilan, meskipun sebenarnya dapat terjadi kapan pun selama hamil. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormon. Perdarahan ini akan berhenti dengan sendirinya.

Infeksi. Terkadang infeksi dapat menimbulkan perdarahan. Namun biasanya ada gejala penyerta lain seperti demam, keluar cairan kental terkadang berwarna kuning kehijauan Pemeriksaan inspekulo dapat menentukan apakah perdarahan berasal dari dalam rahim itu sendiri, leher rahim, atau vagina. Jika terdapat infeksi dari vagina, maka akan diberikan terapi untuk meredakan jaringan yang membengkak dan menghentkan perdarahan. 

Kehamilan Ektopik. Kehamilan ektopik adalah keadaan dimana embrio berkembang diluar rahim, umumnya di tuba falopii (saluran sel telur). Namun, kejadiaannya sangat jarang. Hanya sekitar 2% dari kehamilan. Gejalanya yaitu berupa perdarahan terus menerus dan nyeri perut hebat. Keadaan ini cukup berbahaya. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Hamil Anggur. Kehamilan mola atau molahidatidosa atau yang lebih dikenal dengan hamil anggur, kejadiannya cukup langka. Pada hamil anggur, alih-alih bayi, sebuah jaringan abnormal berkembang di rahim. Gejalanya adalah muntah hebat dan rahim membesar drastis. 

Keguguran. Keguguran adalah hal yang paling umum terjadi dan paling ditakuti ibu hamil selama 12 minggu awal kehamilan. Salah satu gejalanya adalah perdarahan terus menerus, nyeri perut bagian bawah, dan/atau keluar jaringan dari vagina. Akan tetapi, lebih dari 90% wanita yang mengalami perdarahan, tidak berujung pada gugur janin, jika segera ditangani oleh dokter.

Adanya bercak darah implantasi ini tidak berbahaya baik bagi ibu dan janinnya dan tidak membutuhkan pengobatan. Namun, jika perdarahan semakin banyak dan berlangsung terus menerus, tentu hal ini patut diwaspadai. Segera konsultasikan ke dokter Anda, terutama jika gejala ini disertai dengan demam, menggigil, atau nyeri perut yang hebat.

 

Ditulis Oleh: dr. Faradhillah A. Suryadi


]]>
Mon, 22 May 2017 11:42:40 +0700Hamil
Program Bayi Tabung Untuk Pasangan Subur https://www.meetdoctor.com/article/program-bayi-tabung-untuk-pasangan-subur https://www.meetdoctor.com/article/program-bayi-tabung-untuk-pasangan-subur Prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) selama ini dikenal sebagai solusi bagi para pasangan yang mengalami masalah kesuburan sehingga sulit untuk memiliki keturunan. Namun, kini prosedur IVF juga sudah mulai menjadi opsi bagi para wanita yang memiliki kondisi kesuburan atau fertilitas yang normal.

Alasan utama dari dijalankannya prosedur IVF ini pada pasangan yang memiliki kondisi kesuburan normal ini adalah karena kesibukan yang membuat kehamilan dengan cara alami sulit dilakukan. Untuk menghemat waktu dan karena didorong oleh adanya keinginan untuk segera memiliki momongan, alhasil prosedur IVF yang lebih efisien bagi pasangan yang sibuk dan jarang bertemu pun menjadi pilihan yang lebih masuk akal. 

Berbagai alasan sosial seperti ini telah meningkatkan minat pasangan yang memiliki kondisi yang subur sekalipun untuk menjalani prosedur bayi tabung. Fungsi prosedur bayi tabung sudah bergeser dari satu-satunya pilihan untuk bisa hamil menjadi salah satu pilihan pasangan subur untuk bereproduksi. 

Prosedur bayi tabung memang seringkali masih menjadi perdebatan karena caranya yang tidak alami. Namun semuanya kembali lagi kepada kebebasan memilih yang dimiliki oleh setiap pasangan, baik subur maupun tidak subur. Sama seperti zaman ketika alat kontrasepsi pertama kali diperkenalkan dan ditentang habis-habisan sebagai alat penunda kehamilan yang sudah sepantasnya terjadi, hal ini juga dialami oleh prosedur bayi tabung bagi para pasangan yang tidak memiliki masalah kesuburan. Semuanya kembali lagi pada teknologi dan keputusan yang diambil untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin, termasuk dalam prosedur bayi tabung.

Pada akhirnya, prosedur bayi tabung memang dapat membantu mempercepat proses reproduksi pasangan yang memiliki kondisi subur dan seharusnya hal ini tidak menjadi masalah. Jika memang dananya tersedia serta waktu yang untuk melakukannya pun tersedia. Bagi pasangan yang tidak mengalami masalah kesuburan dan ingin cepat punya momongan, menjalani IVF adalah solusinya.


Keputusan ada di tangan tiap pasangan yang sulit bertemu untuk dapat menepatkan waktu berhubungan intim dengan masa subur agar kehamilan terjadi. Meski umur masih muda, prosedur IVF tidak terbatas hanya bagi para wanita yang sudah mencapai usia di mana kondisi kesuburan yang sulit untuk melakukan reproduksi. Saat dokter yang menerima pasien yang tidak mengalami masalah dengan kesuburan dan ingin tetap menjalani prosedur IVF, dokter tidak lantas memiliki hak untuk menolak karena tindakan medis yang bersangkutan tidak akan membahayakan nyawa pasien yang menjalaninya. 

Meski Anda bisa menjalani prosedur bayi tabung kapan saja, namun Anda juga perlu memahami beberapa risiko dari prosedur ini. Di antaranya adalah risiko kehamilan multiple atau janin lebih dari satu. Hal ini akan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat bayi lahir lebih rendah dibandingkan pada kehamilan normal. Anda juga bisa mengalami persalinan prematur, karena berdasarkan beberapa studi yang telah dilakukan sebelumnya, adanya kecenderungan persalinan prematur atau kelahiran dengan berat badan lahir rendah pada kehamilan melalui prosedur IVF. 


Anda juga akan berhadapan dengan risiko keguguran. Kemungkinan terjadinya keguguran pada wanita yang menjalani program bayi tabung dan pembuahan alami umumnya tidak jauh berbeda, yakni sekitar 15-20%, namun kemungkinan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Dan tak bisa diabaikan adalah terjadinya komplikasi saat prosedur pengumpulan sel telur. Penggunaan jarum untuk mengumpulkan sel telur dapat mengakibatkan perdarahan, infeksi hingga kerusakan pada usus, kandung kemih maupun pembuluh darah. 


Ditinjau oleh: dr. Rahajeng A.P

 

 


]]>
Wed, 17 May 2017 10:44:50 +0700Hamil