Profile
Kanker Serviks

Pasca Keguguran 4 minggu masih Mengeluarkan Darah Seperti Mentruasi

Pasca Keguguran 4 minggu masih Mengeluarkan Darah Seperti Mentruasi
Bali

Dok mw tanya... Mohon bantuan banget..:( Kenapa yaw dok udah sampai 4 minggu dan sudah periksa USD di rahim sudah bersih namum masih ada darah dan bilang ada sedikit Infeksi bengkak di rahim, dan Sudah di beri Anti biotik SIMFIX 200 cefixime tapi udah 1 minggu berlangsung ttp masih ngeluarin darah seperi Mentruasi..sampai sekarang sudah 4 minggu?? kira ada penyebab apa lagi dok,?? Mohon Pencerahan.. :(

Answers

5 answers

  • Dr. Janfrional Dr. Janfrional Dokter Umum

    Sehabis keguguran memang bisa saja terjadi perdarahan. Selama perdarahan masih terjadi, sebaiknya hubungan seksual dihindari karena ini bisa memicu terjadinya perdarahan.

    Patuhilah jadwal kontrol dan pengobatan yang diberikan oleh dokter kandungan anda. Apabila belum dijadwalkan untuk kontrol kembali, maka sebaiknya saat ini anda kembali memeriksakan diri ke dokter kandungan agar diberikan obat guna menghentikan perdarahannya.

    Terima kasih.

  • dr. Aldika Akbar SpOG dr. Aldika Akbar SpOG Obstetri & Ginekologi (OBGYN)

    Kemungkinannya bisa saja infeksi dalam rahim.

  • Sebelumnya kami dapat berhubungan, karna lupa pasca keguguran..
    Namun keluar darah merah seperti M itu normal sampai saat ini telah mencapai 5 minggu doc??

    Apakah tindakan yg harus saya lakukan??

    Dan mungkinkah hal ini menyebapkan Rahin bisa semakin parah doc??

    dan bisa kah kami memiliki keturunan lagi doc??

    MOHON SEKALI PENCERAHAN nya Doc..
    Terima Kasih Banyak Doc..

  • Selamat malam Ibu Ade

    Menstruasi yang dilamai lebih dari 7 hari atau menstruasi yang memanjang dapat disebabkan oleh:

    - Ketidakseimbangan hormonal
    - Luka pada vagina
    - Perubahan berat badan yang drastis
    - Stress
    - Kelainan darah
    - Polip rahim
    - Kanker
    - dll

    Sebaiknya anda memeriksakan diri anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut misalnya USG sehingga diketahui penyebab keluhan anda dan pengobatan lebih lanjut.

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi meetdoctor. Semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat.

  • dr. Adnan Yusuf dr. Adnan Yusuf Dokter Umum

    selamat pagi,

    Umumnya periode menstruasi yang dialami wanita setiap bulan rata-rata antara 2 sampai 7 hari. Tetapi tidak jarang juga wanita yang mengalami periode menstruasi yang lebih panjang, bahkan lebih dari 2 minggu.

    Periode menstruasi terjadi pada semua wanita sejak masa pubertas, yaitu rata-rata usia 11 atau 12 tahun hingga masa menopause. Menstruasi terjadi ketika sel telur yang berada pada lapisan rahim meluruh karena tidak dibuahi oleh sperma, sehingga terjadi pendarahan melalui vagina. Panjang periode menstruasi masing-masing wanita sangat bervariasi antara 2 sampai 7 hari, dengan selang waktu rata-rata 28 hari. Namun, rentang waktu antar periode menstruasi juga bervariasi mulai dari 24 sampai 35 hari, yang masih dianggap normal.

    Tetapi jika periode menstruasi Anda terlalu panjang bahkan hingga lebih dari 2 minggu, Anda perlu waspada terhadap beberapa alasan kesehatan yang menyebabkannya. Hal ini mungkin wajar jika Anda telah mendekati usia menopause, yaitu antara usia 45-55 tahun karena perubahan hormon yang sangat drastis. Berikut beberapa alasan terhadap periode menstruasi yang ekstra panjang :

    1. Pertumbuhan fibroid non-kanker dalam rahim (fibroid uterus).
    2. Pertumbuhan polip dalam rahim.
    3. Memiliki endometriosis, suatu penyakit dimana jaringan endometrium rahim mengalami pertumbuhan hingga menonjol keluar rahim.
    4. Menderita penyakit radang panggul
    5. Ketidakseimbangan hormon sementara, misalnya, ketika mengubah kontrasepsi hormonal.
    6. Pemasangan alat kontrasepsi IUD tembaga yang mungkin membuat menstruasi Anda manjadi berat.
    7. Hamil dan keguguran, mungkin Anda mengira darah keguguran dari kehamilan yang tidak Anda ketahui sebelumnya sebagai darah menstruasi.
    8. Pendarahan disfungsional uterus (DUB/Dysfunctional Uterine Bleeding), dokter tidak tahu apa yang menyebabkan DUB dan dapat mendiagnosa Anda dengan kondisi tersebut jika tidak dapat menemukan penyebab pendarahan.

    Jika tidak ada penyebab fisik yang jelas, terutama jika Anda telah berusia setengah baya, dokter mungkin akan menunggu hingga Anda menopause dan menyakan bahwa hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormonal yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pemeriksaan panggul dan USG rahim akan dilakukan untuk melihat apakah ada kelainan tertentu yang menyebabkan panjangnya periode menstruasi. Dokter akan melakukan operasi jika menemukan fibroid, polip atau lapisan endometrium di tempat yang tidak seharusnya. Pengobatan lain meliputi terapi penggantian hormon, terapi obat yang membuat periode menstruasi lebih ringan, dan anti-inflamasi untuk mengurangi kehilangan terlalu banyak darah.

    Untuk tambahan informasi, dapat anda buka link berikut ini : http://meetdoctor.com/article/mengenal-menstruasi

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang di berikan dapat bermanfaat untuk anda.

Anda punya pertanyaan seputar Kanker Serviks ?
Ask Doctor
Pengobatan ISPA dengan gejala ringan bisa dilakukan sendiri di rumah. Perawatan yang Tepat untuk ISPA Kanker payudara merupakan penyakit yang menakutkan. Namun, ada harapan untuk pencegahan kanker ini. 7 Hal Baru Tentang Kanker Payudara yang Perlu Anda Tahu