Profile
Hamil

hamil diluar kandungan

hamil diluar kandungan
Jember

1. berapa waktu yang diperbolehkan hubungan suami istri, pasca operasi? 2. katanya 1 tahun pasca operasi istri boleh hamil lagi, apa betul? 3. operasi hamil diluar kandungan apakah rahimnya di angkat?

Answers

5 answers

  • Dr. Janfrional Dr. Janfrional Dokter Umum

    1. Tergantung jenis operasinya. Operasi jenis apa dan apakah terdapat komplikasi atau tidak.

    2. Kami tidak mengetahui jenis operasi apa yang anda maksudkan, sehingga belum bisa memberikan komentar. Sebaiknya mohon dijelaskan operasi apa yang anda maksudkan.

    3. Tidak. Yang diangkat hanyalah janin dan ari-ari yang tumbuh di luar kandungan tersebut.

  • dr. Didi Dewanto, SpOG dr. Didi Dewanto, SpOG Obstetri & Ginekologi (OBGYN)

    Apabila pasca operasi hamil diluar kandungan, maka kapanpun bila dirasa ibu sdh bisa aktivitas normal, tdk masalah melakukan hub seksual. Untuk hamil pun jg tidak masalah krn tidak ada cacat rahim akibat operasi tsb

  • Operasi KET dok, umur kehamilan 6 minggu

  • dr. Deffy Leksani dr. Deffy Leksani Dokter Umum

    Hallo, Selamat Pagi.

    Kehamilan Ektopik adalah kehamilan di luar kandungan. Pada kehamilan normal janin akan menempel dan berkembang dalam rahim. Namun pada sekitar 2% kehamilan janin dapat menempel pada organ selain rahim (yaitu pada tuba fallopi, rongga perut, ovarium, leher rahim dll) sehingga menimbulkan kehamilan ektopik. Penyebab yang paling umum ditemukan adalah kerusakan tuba falopi, misalnya akibat peradangan, sehingga menghalangi sel telur yang telah dibuahi masuk ke dalam rahim. KET (Kehamilan Ektopik Terganggu) adalah kondisi darurat yang timbul akibat gangguan pada kehamilan ektopik (robekan, abortus dll).

    Setelah mengalami KET, secara medis jika tidak ada kelainan yang mendasari maka Anda dapat hamil kembali. Jika Anda menjalani operasi untuk menangani KET sebelumnya, maka waktu terbaik untuk memulai program kehamilan adalah 6 bulan setelahnya. Namun untuk mencegah terulangnya kejadian KET, beberapa faktor resiko yang dapat memicu terjadinya kehamilan ektopik perlu mendapat penanganan, yaitu:

    - Infeksi atau peradangan pada tuba falopi dan organ lain, misalnya akibat Pelvic Inflammatory Disease (penyakit radang panggul), Penyakit Menular Seksual/PMS seperti Gonore, Klamidia dll
    - Penggunaan obat-obatan kesuburan
    - Proses sterilisasi (pengikatan tuba) dan pembukaan ikatan tuba yang kurang sempurna
    - Penggunaan IUD/KB spiral

    Beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

    - Berkonsultasi kembali dengan Dokter untuk merencanakan program kehamilan yang aman bagi Anda
    - Melakukan kontrol rutin dengan Dokter sehingga setiap perkembangan dan penyulit yang mungkin timbul dalam kehamilan dapat dipantau secara dini dan ditangani segera
    - Istirahat yang cukup dan tidur yang cukup
    - Konsumsi buah dan sayuran hijau
    - Kelola stres

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang di berikan dapat bermanfaat untuk anda.

  • dr. Adnan Yusuf dr. Adnan Yusuf Dokter Umum

    selamat pagi,

    Normalnya dalam sebuah proses kehamilan, sel telur yang telah dibuahi melakukan perjalanan dari ovarium menuju rahim melalui jalur yang disebut tuba falopi. Tapi dalam kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi alih-alih bertandang ke rahim malah menempel di tempat selain rahim, umumnya menempel di jalur tuba falopi, atau juga di dalam ovarium, serviks maupun perut.

    Sel telur yang terlanjur menempel di bagian tubuh selain rahim, sulit diubah menjadi kehamilan yang normal. Apabila sel telur yang menempel di tuba falopi dibiarkan terus bertumbuh, nantinya dikhawatirkan akan menyebabkan pendarahan sebab rusaknya tuba falopi.

    Beberapa minggu di awal kehamilan ektopik, biasanya timbul gejala-gejala yang serupa kondisi pada kehamilan normal.
    Nyeri pada panggul pun perut
    Rasa nyeri biasanya begitu mendera, dan terasa lebih menyiksa di saat sang ibu bahkan hanya melakukan gerakan-gerakan ringan.

    Pendarahan pada organ kewanitaan
    Saat tengah hamil dan terjadi pendarahan, itulah saatnya anda menyadari ada sesuatu yang abnormal pada kandungan anda.

    Faktor risiko kehamilan ektopik adalah :

    1. Faktor riwayat kehamilan ektopik sebelumnya. Risiko paling besar untuk kehamilan ektopik. Angka kekambuhan sebesar 15% setelah kehamilan ektopik pertama dan meningkat sebanyak 30% setelah kehamilan ektopik kedua.
    2. Faktor penggunaan kontrasepsi spiral dan pil progesteron.Kehamilan ektopik meningkat apabila ketika hamil, masih menggunakan kontrasepsi spiral (3 – 4%). Pil yang mengandung hormon progesteron juga meningkatkan kehamilan ektopik karena pil progesteron dapat mengganggu pergerakan sel rambut silia di saluran tuba yang membawa sel telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi ke dalam rahim
    3. Faktor kerusakan dari saluran tuba. Telur yang sudah dibuahi mengalami kesulitan melalui saluran tersebut sehingga menyebabkan telur melekat dan tumbuh di dalam saluran tuba. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan saluran tuba diantaranya adalah : Merokok , Penyakit Radang Panggul

    penanganan kehamilan ektopik. penanganan terbaik adalah membuang embrio yang menempel di luar kandungan sesegera mungkin. Pilihan pengobatan akan bervariasi tergantung pada lokasi kehamilan ektopik dan perkembangannya. Menggunakan Obat Jika sudah menentukan bahwa komplikasi yang berbahaya tidak terjadi, maka dia akan meresepkan beberapa obat yang bisa menjaga agar kehamilan ektopik tidak terganggu.

    Penanganan dengan Operasi Kebanyakan dokter menyarankan agar mengangkat (membuang) embrio dan memperbaiki kerusakan pada organ-organ dalam. Prosedur ini disebut laparoskopi. akan memasukkan alat operasi yang dilengkapi dengan kamera kecil melalui sayatan kecil di daerah perut. Dokter bedah akan mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan tuba falopi. Jika operasi tidak berhasil, ahli bedah akan mengambil tindakan laparotomi, kali ini melalui sayatan yang lebih besar.

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat bagi Anda,

Anda punya pertanyaan seputar Hamil ?
Ask Doctor
Kehamilan momen yang rentan bagi wanita, karena itu ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat Antibiotik pada Kehamilan Cegah ISPA dengan menghentikan penyebaranny, pemberian vaksin, dan berhenti merokok. 4 Cara Cegah ISPA