Profile
AIDS

Berciuman dapat menularkan AIDS atau tidak ??

Berciuman dapat menularkan AIDS atau tidak ??
Medan

saya sering ikut penyuluhn ttg HIV/AIDS dan stiap pnyuluhan itt brbeda2 ad y tsb. ada yg brkt air liur tdk bs menularkan pnykt tsb bhkn ada yg mngtakan sebaliknya Faktanya yang benar yang mn ???

Answers

3 answers

  • Dr. Janfrional Dr. Janfrional Dokter Umum



    AIDS menular melalui kontaminasi / paparan darah dan hubungan seksual.

    Bisa menular apabila terdapat luka pada rongga mulut orang HIV, ciuman dengan pertukaran air liur berisiko menularkan HIV. Ciuman yang demikian tidak dianjurkan.

  • thx doctor :)

  • dr. Adnan Yusuf dr. Adnan Yusuf Dokter Umum

    selamat sore,

    HIV adalah Humman Imunnodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang melemahkan sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi. Hiv merupakan penyakit menular seksual, ditularkan melalui :

    - hubungan seks tanpa kondom
    - berbagi alat suntik dengan orang yang mengidap Hiv, terutama di kalangan pengidap narkotik suntik
    - transfusi produk darah yang tercemar HIV
    - ibu hamil positif mengidap Hiv selama masa kehamilan, persalinan atau menyusui

    HIV dapat berubah menjadi penyakit AIDS pada stadium akhir yang menyebabkan daya tahan tubuh hilang. Virus HIV rapuh tidak bertahan lama di lingkungan luar terdapat pada cairan tubuh orang yang terinfeksi seperti cairan sperma, cairan vagina, darah, cairan anus, ASI. HIV tidak menular melalui keringat atau urin.
    Penularan hiv membutuhkan waktu yang cukup lama. Saat hiv menular melalui cairan tubuh, seperti air mani, ASI, dan transfusi darah yang masuk kedalam sistem tubuh kita. Virus hiv dapat bersembunyi di dalam tubuh dari 2-4 minggu. Infeksi hiv tidak akan memperlihatkan tanda atau gejala tertentu. Sebagian memperlihatkan gejala tidak khas. Masa tanpa gejala ini umumnya berlangsung 5-9 tahun.

    adapun beberape fase gejala klinis hiv
    - Fase awal : fase awal infeksi mungkin tidak akan ditemukan gejala dan tanda tanda infeksi.
    - Fase lanjut : penderita akan tetap bebas dari gejala infeksi selama 5-9 tahun atau lebih tetapi seiring dengan perkembangan virus dan penghancuran sel imun tubuh, penderita akan memperlihatkan gejala yang kronis seperti pembesaran kelenjar getah bening, diare,berat badan menurun, demam, batuk.
    - Fase akhir : selama fase akhir yang terjadi sekitar 10 tahun atau lebih setelah terinfeksi, gejala yang lebih berat mulai timbul, dan infeksi tersebut berakhir pada penyakit yang disebut AIDS

    Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang terinfeksi HIV adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap antibodi HIV.
    Tetapi tes ini dilakukan pada 4-8 minggu setelah terinfeksi. Hiv sampai saat ini memang belum dapat disembuhkan secara total namun terapi dengan antibiotik bukanlah terapi yang tepat untuk penderita hiv namun seseorang dengan penyakit hiv sistem kekebalan tubuhnya menurun jadi seseorang gampang terpapar penyakit.

    Sebagai tambahan informasi untuk anda, dapat dibuka link berikut ini :
    http://meetdoctor.com/topic/aids
    http://meetdoctor.com/article/penanganan-hiv-aids-di-indonesia

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat bagi Anda,

Anda punya pertanyaan seputar AIDS ?
Ask Doctor
Cegah ISPA dengan menghentikan penyebaranny, pemberian vaksin, dan berhenti merokok. 4 Cara Cegah ISPA Cegah ISPA dengan menghentikan penyebaranny, pemberian vaksin, dan berhenti merokok. 4 Cara Cegah ISPA