Profile
Paru-paru dan Pernafasan

batuk

batuk
Purwakarta

dok, saya mengalami batuk2 sudah lebih dari 2 minggu, batukya produktif, demam juga( tapi demam hanya 5 hari). saat cek darah lengkap, leukositnya dan LED nya normal dok,tp blum sempet rontgen.. kejadian diatas saya alami 2bln yg lalu... sampai sekarang sisa2 batuknya masih ada hanya sesekali saja. yg ingin sya tanyakan, menurut dokter sya skit apa? penanganannya seperti apa? trmkasiih dok..

Answers

5 answers

  • Dr. Janfrional Dr. Janfrional Dokter Umum

    Ada banyak kemungkinannya.

    Sebaiknya pada kondisi di atas anda memeriksakan diri ke dokter guna dilakukan pemeriksaa Rontgen paru dan pemeriksaan dahak. Dari situ baru dapat disimpulkan ada / tidaknya kemungkinan infeksi paru spesifik seperti TBC paru.

    Terima kasih

  • dahak saya warnanya putih, kadang bening.

    dok, maaf sya bertnya lgi..
    kalo gejala klinis yang spesifik mengarah ke TB apa ya dok??

  • Dr. Janfrional Dr. Janfrional Dokter Umum

    yg spesifik adalah batuk yang disertai darah segar / kemerahan. Namun hal ini biasanya baru terjadi pada stadium lanjut dan belum terjadi pada stadium awal.

    Terima kasih

  • trimksh dok..

  • dr. Adnan Yusuf dr. Adnan Yusuf Dokter Umum

    selamat pagi,

    Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

    Mycobacterium tuberculosis merupakan penyebab dari TB paru. kuman ini bersifat aerob sehingga sebagian besar kuman menyerang jaringan yang memiliki konsentrasi tinggi seperti paru-paru. Kuman ini berbentuk batang, mempunyai
    sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan, oleh karena itu disebut sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup sampai beberapa jam di tempat yang gelap
    dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dorman (tertidur lama) selama beberapa tahun.

    Gejala utama penderita TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan
    menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan.

    Gejala-gejala tersebut diatas dapat dijumpai pula pada penyakit paru selain TB, seperti bronkiektasis, bronkitis kronis, asma, kanker paru, dan lain-lain.

    Sumber penularan adalah penderita TB BTA positif. Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei).

    Pemeriksaan dahak mikroskopis.Pemeriksaan dahak berfungsi untuk menegakkan diagnosis, menilai keberhasilan pengobatan dan menentukan potensi penularan. Pemeriksaan dahak untuk penegakan diagnosis dilakukan dengan mengumpulkan 3 spesimen dahak yang dikumpulkan dalam dua hari kunjungan yang berurutan sewaktu-pagi-sewaktu

    Pemeriksaan darah Hasil pemeriksaan darah rutin kurang menunjukan indikator yang spesifik untuk Tb paru. Laju Endap Darah ( LED ) jam pertama dan jam kedua dibutuhkan. Data ini dapat di pakai sebagai indikator tingkat kestabilan keadaan nilai keseimbangan penderita, sehingga dapat digunakan untuk salah satu respon terhadap pengobatan penderita serta kemungkinan sebagai predeteksi tingkat penyembuhan penderita. Demikian pula kadar limfosit dapat menggambarkan daya tahan tubuh penderita. LED sering meningkat pada proses aktif, tetapi LED yang normal juga tidak menyingkirkan diagnosa TBC

    Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan standar adalah foto toraks PA. Pemeriksaan lain atas indikasi ialah foto lateral, top lordotik, oblik, CT-Scan.

    Tujuan Pengobatan TB paru yaitu untuk menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Jenis OAT terdiri dari Isoniazid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z),Etambutol (E) dan Streptomisin (S). Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap,
    yaitu tahap intensif dan lanjutan,

    Pada tahap intensif (awal) penderita mendapat obat setiap hari dan perlu diawasi secara langsung untuk mencegah terjadinya resistensi obat, bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara tepat, biasanya penderita menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2 minggu, sebagian besar penderita TB BTA positif menjadi BTA negatif (konversi) dalam 2
    bulan.

    Pada tahap lanjutan penderita mendapat jenis obat lebih sedikit, namun dalam jangka waktu yang lebih lama, tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persister sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.

    berikut artikel tentang TB
    http://meetdoctor.com/topic/tuberkolosis
    http://meetdoctor.com/mobile/article/tuberculosis-deteksi-sejak-dini
    http://meetdoctor.com/mobile/article/gejala-tbc
    http://meetdoctor.com/mobile/article/melawan-tuberkulosis-dimulai-dari-diagnosis-akurat

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga jawaban yang diberikan dapat bermanfaat bagi Anda,

Anda punya pertanyaan seputar Paru-paru dan Pernafasan ?
Ask Doctor
Pengobatan ISPA dengan gejala ringan bisa dilakukan sendiri di rumah. Perawatan yang Tepat untuk ISPA Pengobatan ISPA dengan gejala ringan bisa dilakukan sendiri di rumah. Perawatan yang Tepat untuk ISPA