Profile
Myopia

apakah bisa lepas dari kacamata ?

apakah bisa lepas dari kacamata ?
Indonesia

dokter, saya mau tanya.. mata saya minus dan selalu memakai kacamata kapanpun.. hanya saat tidur dan mandi saja tidak memakai kacamata.. setelah sekian lama saya memakai kacamata, mata minus saya tak kunjung berkurang, malahan bertambah dan saya jadi ketergantungan dengan penggunaan kacamata.. apa yang harus saya lakukan dokter ? sejujurnya saya ingin berhenti memakai kacamata .. tolong berikan solusinya .. terima kasih dokter

Answers

1 answers

  • Dr. Artha Latief, SpM Dr. Artha Latief, SpM Spesialis Mata

    Dear Melia,

    Mata minus, plus, dan silindris dalam rentang nilai tertentu masih dianggap varian pertumbuhan normal.

    Sebenarnya 70% dari bayi yang baru lahir mata kondisi mata mereka adalah hipermetrop (mata plus), hal tersebut dikarenakan ukuran dari organ mata mereka yang masih kecil dan belum optimal.

    Seiring dengan proses tumbuh dan kembang, bola mata membesar dari 18 mm (ukuran bola mata pada bayi baru lahir) menjadi sekitar 24 mm (ukuran bola mata dewasa). Dalam proses perkembangan bola mata ini akan terjadi perkembangan pada kornea, lensa, dan tentunya panjang bola mata (diameter).

    Mata adalah alat optik, dimana bila terjadi keseimbangan pertumbuhan pada kornea, lensa, dan panjang bola mata akan mengakibatkan cahaya yang masuk kedalam mata difokuskan tepat di makula (bagian dari saraf mata retina yang berfungsi untuk melihat detail) agar seseorang dapat melihat dengan jelas.

    Tapi dalam kehidupan sehari-hari terdapat berbagai variasi pertumbuhan sehingga fokus jatuh tidak tepat pada makula dan mengakibatkan penglihatan menjadi buram. Agar dapat melihat dengan jelas, jatuhnya fokus tersebut harus digeser kembali tepat pada makula dengan menggunakan ALAT BANTU kacamata atau lensa kontak.

    Kondisi dimana seseorang memerlukan alat bantu agar dapat melihat dengan jelas dikenal dengan sebutan kelainan refraksi (minus, plus, dan silinder).

    Timbulnya kelainan refraksi lebih banyak dikarenakan pengaruh genetik dan tentunya ada pengaruh dari faktor lingkungan. kacamata BUKAN PEMICU bertambahnya nilai minus atau plus atau slinder.

    Vitamin TIDAK DAPAT MENGURANGI nilai kelainan refraksi tersebut, tapi lebih kepada menjaga kinerja saraf mata agar berfungsi optimal dan juga untuk fungsi pemeliharaan kesehatan mata saja.

    Terlebih lagi, pada manusia terdapat sebuah fase lonjakan pertumbuhan (growth spurt) yang berbeda pada anak laki-laki dan anak perempuan. Pada anak perempuan biasanya pada rentang 8 - 13 terjadi lonjakan pertumbuhan, dan prosesnya masih berlangsung hingga usia 17 tahun tapi dengan progresifitas yang jauh melambat dibandingkan dengan rentang usia yang disebutkan sebelumnya. Pada masa lonjakan pertumbuhan ini, ukuran kacamata dapat berubah-ubah, bisa bertambah, bisa berkurang, bisa timbul silinder, atau perubahan pada derajat posisi silindernya dan tidak dapat diprediksi.

    Jika Melia tidak ingin memakai kacamata karena penampilan, dapat dipertimbangkan pemakaian lensa kontak. Harus diingat penglihatan yang jelas dan jernih adalah penting dalam kehidupan sehari-hari. Indera penglihatan memberikan 80% dari keseluruhan informasi (pada mereka yang tidak buta) yang masuk kedalam otak untuk menjalankan fungsi normal sehari-hari.

    Sehingga bila memang ada kelainan refraksi, walaupun ukurannya berubah-rubah, haruslah dibantu dengan ALAT BANTU kacamata atau lensa kontak agar dapat melihat dengan jelas.

    Kalaupun ingin bebas dari kacamata dan lensa kontak, dapat dipertimbangkan untuk prosedur LASIK. LASIK baru dapat dilakukan pada usia 18 tahun dan tentunya harus diperiksa dengan seksama terlebih dahulu oleh dokter mata.

    Semoga informasi ini bermanfaat


    Salam

Anda punya pertanyaan seputar Myopia ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Leukemia adalah penyakit yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Saat ini belum diketahiui penyebabnya, namun kamu bisa tau gejalanya Gejala Leukemia yang Tidak Boleh Diabaikan