Profile
Nutricoach

Zink Saat Hamil

Zink Saat Hamil

Salah satu mikronutrien yang penting untuk dicukup semasa hamil adalah zink

Melahirkan bayi yang sehat merupakan dambaan setiap Ibu. Masa kehamilan merupakan fase penting yang menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan anak sebelum dan setelah lahir. Pengaruh kurangnya gizi Ibu saat hamil akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin, dan dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak selanjutnya. Oleh karena itu kebutuhan zat gizi saat hamil sangat penting untuk dipenuhi.
 
Di samping kebutuhan akan makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak, terdapat beberapa mikronutrien yang penting untuk dicukupi kadarnya semasa hamil, salah satunya adalah zink atau zat seng. Zink memiliki peranan penting dalam banyak fungsi tubuh, sebagai bagian dari enzim yang mengatur proses metabolism utama dalam tubuh, dan berperan dalam fungsi kekebalan tubuh. Kekurangan zink selama masa hamil dapat mempengaruhi perkembangan janin dan berisiko terhadap berat bayi lahir rendah ataupun bayi lahir prematur. Angka kecukupan gizi untuk zink pada ibu hamil yang dianjurkan menurut AKG 2013 adalah 15 mg.
 

Kandungan zink (mg) dalam setiap 100 mg bahan makanan sumber

Tiram

78.6 mg

Gandum

16.7 mg

Daging sapi

12.3 mg

Hati sapi

11.9 mg

Biji labu kuning/labu squash

10.3 mg

Daging domba

8.7 mg

Kepiting / lobster

6.5 mg

 
Kekurangan zink sering ditemukan pada masyarakat yang jarang mengkonsumsi sumber bahan makanan hewani yang kaya akan zink seperti daging, hati, telur dan kerang.  Oleh karena itu ibu hamil dianjurkan memperbanyak konsumsi proteinyang berasal dari hewan dan kaya akan zink. WHO merekomendasikan suplementasi zink bagi ibu hamil dan dewasa ini UNICEF juga mendukung pemberian suplemen yang mengandung zink, zat besi dan asam folat kepada ibu hamil terutama bagi masyarakat di negara-negara berkembang yang diperkirakan kekurangan asupan zink dari makanannya.
 
Peningkatan asupan makanan yang kaya akan zink maupun pemberian suplemen zink kepada ibu hamil diharapkan dapat mengurangi dampak buruk bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Berkurangnya angka prematuritas dan berat bayi lahir rendah akan menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dan bayi yang dilahirkan.
(dr. Yolin Marlisa, M.Gizi)
Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
Kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan, kurangi risikonya dengan pola hidup sederhana Cara Sederhana Mengurangi Risiko Kanker Payudara Protein adalah pilihan terbaik untuk menurunkan berat badan karena bikin kenyang lebih lama 7 Protein Terbaik untuk Turunkan Berat Badan