Profile
Kanker Payudara

Yuk, Tahu Lebih Dalam Tentang Kanker Payudara

Yuk, Tahu Lebih Dalam Tentang Kanker Payudara

Setiap bulan Oktober, seluruh dunia memeringati Bulan Kanker Payudara Internasional. Peringatan ini dipandang perlu sebab kanker payudara adalah jenis kanker penyebab utama kedua kematian kaum wanita.

Kanker payudara, salah satu jenis kanker paling umum yang diderita banyak wanita dan dapat disembuhkan jika  terdeteksi sejak awal. Biasanya, kanker payudara diobati melalui beberapa kombinasi dari pembedahan, radiasi, kemoterapi, dan obat-obatan lainnya. Ketika merawat seseorang dengan kanker payudara, penting bagi Anda untuk bekerjasama dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang terbaik dan untuk mengontrol efek samping yang tidak nyaman.

Gejala kanker payudara biasanya dimulai dengan munculnya benjolan atau tumor yang terletak di jaringan payudara. Sebagian besar kanker payudara berada di daerah sekitar puting susu. Kanker payudara adalah kanker  penyebab utama kedua kematian setelah kanker paru-paru.  Data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010 menunjukkan kasus kanker payudara yang menimpa perempuan Indonesia mencapai 12.014 kasus. Kanker payudara bukan monopoli wanita saja. Pria juga bisa terkena meski kasusnya sangat jarang, hanya satu persen dari keseluruhan kasus yang terdeteksi selama ini.

Kenali gejala kanker payudara
Seperti telah disebutkan di atas, umumnya kanker payudara diawali dengan adanya benjolan di dalam payudara. Benjolan adalah gejala paling nyata, dan biasanya diiringi dengan gejala-gejala lain seperti: 

1. Sakit di ketiak atau payudara yang tidak terkait dengan periode menstruasi
2. Kulit payudara memerah kadang jadi berkerut seperti kulit jeruk
3. Ruam di sekitar puting
4. Benjolan pada ketiak yang dapat disertai pembengkakan
5. Salah satu puting susu mengelupas, kadang-kadang mengandung darah
6. Perubahan tampilan puting menjadi cekung atau masuk ke dalam
7. Terkadang kulit payudara bersisik dan mengelupas. 
 


10 Langkah Pencegahan

Kanker payudara bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Kematian akibat kanker ini dapat dikurangi risikonya dengan cara:

1. Pemeriksaan mamografi berkala. Wanita usia 35-39 tahun, sebaiknya melakukan pemeriksaan dasar. Wanita usia 40-49 tahun disarankan melakukan pemeriksaan setiap 1-2 tahun.Wanita usia 50 tahun ke atas, sebaiknya melakukan pemeriksaan setiap tahun walaupun tidak ada keluhan. Semakin dini sel kanker terdeteksi, semakin tinggi kesempatan untuk sembuh.

2. Cari tahu apakah ada wanita di dalam keluarga Anda misalnya nenek atau ibu yang memiliki jaringan payudara yang padat. Jaringan payudara yang padat biasanya dimiliki oleh wanita yang belum punya anak atau menyusui, tapi bisa juga diturunkan atau dengan kata lain bersifat genetik. Jaringan payudara padat akan menyulitkan mamografi. Konsultasikan kepada dokter apakah Anda bisa menjalani pemeriksaan MRI atau jenis tes lainnya jika hasil mamografi kurang memuaskan.  

3. Tahu nilai BMI atauI indeks massa tubuh Anda. Studi menunjukkan bahwa wanita yang indeks massa tubuhnya ideal atau sedikit di bawah normal, memiliki risiko kanker payudara lebih kecil dibanding yang indeks massa tubuhnya di atas normal.

4. Tigapuluh menit sehari. Itulah waktu yang dianjurkan untuk berolahraga. Olahraga adalah cara yang paling baik untuk menurunkan berat badan atau menjaganya tetap ideal. Tumpukan lemak berlebih terutama di area perut dapat memicu hormon estrogen dan hormon-hormon lainnya bekerja berlebihan sehingga risiko kanker meningkat.

5. Batasi konsumsi alkohol hanya satu teguk sehari atau lebih baik lagi, konsumsi hanya di saat ada acara khusus tidak lebih dari dua gelas. Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak DNA dan mendorong naiknya kadar racun dalam darah yang berhubungan langsung dengan meningkatnya risiko kanker.

6.  Perbanyak asupan buah dan sayuran segar. Buah dan sayur segar mengandung banyak antioksidan sebagai senjata untuk melawan radikal babas pemicu kanker.


8. Jauhi rokok sama sekali. Hindari juga ada di sekitar para perokok atau di ruangan yang penuh asap rokok.  Banyak penelitian telah membuktikan bahwa perokok pasif berisiko tinggi mengidap berbagai penyakit seperti jantung dan kanker.

9.  Kurangi suplementasi kacang kedelai. Kacang kedelai mengandung senyawa isoflavon yang jika terkonsentrasi dapat menyerupai hormon estrogen. Hormon estrogen diketahui dapat memicu kanker payudara terutama bagi mereka yang berisiko tinggi karena faktor genetik ataupun faktor gaya hidup. Namun demikian, penelitian  yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association tahun 2009 membuktikan bahwa  konsumsi makanan alami berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe justru menurunkan risiko kekambuhan dan kematian akibat kanker payudara. Untuk amannya batasi konsumsi kedelai tidak lebih dari 25 gram perhari atau setara dengan dua buah tahu ukuran sedang, menurut U.S. Food and Drug Administration.

10. Batasi waktu penggunaan hormon buatan. Banyak pakar kesehatan setuju bahwa penggunaan obat atau pil gabungan hormon estrogen dan progesterone dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Lima tahun adalah waktu maksimum untuk penggunaan obat atau pil kombinasi kedua hormon tersebut.(LT)

Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan

Anda punya pertanyaan seputar Kanker Payudara ?
Ask Doctor
Leukemia adalah penyakit yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Saat ini belum diketahiui penyebabnya, namun kamu bisa tau gejalanya Gejala Leukemia yang Tidak Boleh Diabaikan Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya