Profile
Kesehatan A-Z

Tidak Semua Vitamin C Sebabkan Nyeri Lambung

Tidak Semua Vitamin C Sebabkan Nyeri Lambung

Pada faktanya, ada Vitamin C yang tidak berbahaya dan sangat aman bagi lambung.

Vitamin C memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Umumnya, vitamin C dikonsumsi dalam jumlah besar untuk menaikkan imunitas tubuh,  menangkal radikal bebas, mencegah asma, alergi, infeksi virus, penyakit jantung serta penyakit lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C setiap hari, Anda bisa mendapatkan manfaat vitamin C dari buah dan sayuran, serta  suplemen vitamin C.

Vitamin C biasa (asam L-askorbat) bersifat asam. Asam askorbat adalah asam lemah (pKa = 4.2), hanya sedikit lebih kuat dari cuka. Bisakah asam lemah seperti askorbat dalam jumlah besar menyebabkan masalah dalam tubuh, misalnya menyebabkan sakit maag? Jawabannya adalah, kadang-kadang, dalam beberapa situasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir Anda bisa mendapatkan manfaat dari vitamin C tanpa khawatir nyeri lambung atau maag.

Aman Bagi Lambung

Jika ada anggapan, vitamin C dapat mengganggu pH atau keseimbang asam tubuh, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Tidak semua suplemen vitamin C pasti menyebabkan nyeri lambung atau sakit maag. Holisticare EsterC, telah terbukti aman untuk lambung.

Sebuah studi acak dalam jurnal Advances in Natural Therapy tahun 2006, menguji efek Ester-C dibanding vitamin C biasa terhadap 50 orang  yang sensitif makanan asam. Para peneliti ingin tahu, apakah Ester-C dan vitamin C biasa mengakibatkan nyeri lambung.

Secara acak, relawan dipisahkan menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 25 orang. Penelitian dilakukan selama sembilan hari, terdiri dari fase 1 pemberian suplemen vitamin C selama 3 hari berturut-turut, fase washout selama 3 hari berturut-turut, fase pemberian suplemen tahap dua selama 3 hari berturut-turut.

Pada fase 1, relawan mengonsumsi 1.000 mg Ester-C selama fase 1 dan  1000 mg vitamin C bukan Ester-C selama fase 2, atau sebaliknya. Selama penelitian, dilakukan tiga kali pemeriksaan efek samping epigastrium pada hari 0, 3, dan 9. Hasilnya, tolerabilitas Ester-C dinilai sangat baik oleh sebagian besar peserta.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa secara signifikan Ester-C lebih bisa ditoleransi oleh mereka yang sensitif terhadap makanan asam, dibanding vitamin C biasa.  

Cepat Diserap

 Efek samping paling umum yang terjadi pada relawan yang mengonsumsi suplemen vitamin C biasa  dalam dosis tinggi adalah gangguan gastrointestinal seperti mual, mulas, nyeri epigastrium, kram perut dan diare.

Sedangkan Ester-C memiliki nilai pH netral sehingga menimbulkan keluhan gastrointestinal yang lebih sedikit. Hal ini, menurut peneliti, karena Ester-C memiliki pH netral dan lebih cepat diserap oleh saluran pencernaan.

Ester-C memiliki tingkat keasaman (pH) menyerupai pH air -mengandung pH 6.5 yang mendekati pH air (pH 7) sehingga aman bagi lambung. Ester-C bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Selain itu, Ester-C memberikan kadar askorbat yang tetap tinggi dalam sel darah putih selama 24 jam sehingga mampu menjaga daya tahan tubuh sepanjang hari. Dapatkan manfaat vitamin C dari Holisticare EsterC tanpa khawatir nyeri lambung, dan jangan lupa untuk kritis memilih vitamin C.

 

Vitamin C yang Care, ya Holisticare

Sumber: orthomolecular.org

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan A-Z ?
Ask Doctor
Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan nyeri kepala berdenyut yang umumnya hanya mengenai satu sisi kepala saja. Meski demikian, lama-kelamaan rasa sakit tersebut dapat menyebar ke dua sisi kepala. 5 Tanda Migrain yang Perlu Diwaspadai Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan nyeri kepala berdenyut yang umumnya hanya mengenai satu sisi kepala saja. Meski demikian, lama-kelamaan rasa sakit tersebut dapat menyebar ke dua sisi kepala. 5 Tanda Migrain yang Perlu Diwaspadai