Profile
Kesehatan A-Z

Tidak Semua Suplemen Vitamin C Memicu Batu Ginjal

Tidak Semua Suplemen Vitamin C Memicu Batu Ginjal

Tidak semua vitamin c menyebabkan batu ginjal.

Anda mengetahui bahwa mengonsumsi vitamin C baik untuk tubuh. Namun, Anda juga takut mengonsumsinya secara rutin karena bisa memicu munculnya batu ginjal. Kekhawatiran Anda beralasan. Pasalnya ada sebuah studi yang mengklaim bahwa suplemen vitamin C dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Studi ini menyatakan bahwa batu ginjal terbentuk dari kalsium oksalat dan vitamin C dapat meningkatkan kadar oksalat dalam tubuh.

Penelitian yang dilakukan tim dari Karolinska Institutet di Swedia yang dipublikasikan di dalam jurnal kesehatan, JAMA Internal Medicince menyebutkan adanya risiko batu ginjal bagi Anda yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin C.  Hasil analisa tim peneliti menyebutkan, 907 pria yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin C, sementara yang tidak mengasup suplemen apa pun mencapai 22.000 orang. Hasilnya, kelompok yang rutin minum suplemen vitamin C biasa, ternyata berisiko lebih besar menderita batu ginjal.

Peneliti memang telah lama  mencurigai kalau vitamin C dosis tinggi akan meningkatkan risiko batu ginjal karena sebagian vitamin C yang diserap oleh tubuh akan dikeluarkan urin sebagai oksalat, salah satu komponen pembentuk batu ginjal. Batu ginjal sendiri terbentuk dari kristal kecil yang dibentuk dari kalsium dan oksalat. Batu ginjal berukuran kecil bisa dikeluarkan melalui urin, tetapi seringkali menimbulkan rasa sakit. Sedangkan batu ginjal berukuran besar harus dikeluarkan melalui operasi. Askorbat (ion aktif dalam vitamin C) memang dapat meningkatkan produksi oksalat, sehingga berisiko batu ginjal. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena tidak semua suplemen vitamin C menyebabkan batu ginjal.  

Studi ilmuwan Mark Moyad dari University of Michigan, tahun 2009, secara jelas membantah temuan yang menyiratkan bahwa seolah-olah semua suplemen vitamin C meningkatkan risiko batu ginjal.

Moyad dan tim meneliti efek dua formulasi vitamin C yang berbeda dan menemukan bahwa Ester-C, vitamin C Non acidic dengan metabolit threonat secara signifikan mengurangi tingkat oksalat urin dibandingkan dengan vitamin C biasa (bukan Ester-C).

Dalam waktu 24 jam, terjadi penurunan tingkat oksalat dalam urin partisipan yang mengonsumsi vitamin C dengan metabolit threonat (Ester-C). Sedangkan yang mengonsumsi vitamin C biasa mengalami peningkatan kadar oksalat. Artinya, kelompok kedua yang mengonsumsi vitamin C biasa kemungkinan  mengalami peningkatan risiko batu ginjal.

Sekitar 25 persen lebih partisipan yang mengonsumsi suplemen vitamin C dengan metabolit threonate (Ester-C) dalam waktu 24 jam,  terjadi penurunan oksalat sebesar 34-59 persen, dan dalam 10 hari mengalami penurunan konsentrasi oksalat sebesar 46-72 persen.

Dengan hasil studi-studi di atas bisa disimpulkan bahwa Ester-C lebih minim risiko batu ginjal. Karena itu, Anda perlu kritis memilih vitamin C. Pilihlah suplemen vitamin C dengan metabolit threonat, yang menghasilkan kadar oksalat yang rendah dalam urin seperti Holisticare EsterC, sehingga bisa mengurangi risiko pengendapan yang memicu terbentuknya batu ginjal.  Jadi, ingin mengonsumsi suplemen vitamin C yang aman tanpa khawatir batu ginjal? Holisticare EsterC, pilihannya.

Vitamin C yang Care, ya Holisticare

 

Untuk Sumber Referensi: orthomolecular.org

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan A-Z ?
Ask Doctor
Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata bisa merusak kesehatan jantung 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung Kejang demam biasa terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun Cara Mencegah Kejang Demam Pada Anak