Profile
Fitness & Exercise

Tetap Berolahraga Selama Puasa?

Tetap Berolahraga Selama Puasa?

Puasa bukan alasan untuk absen berolahraga. Memang, saat Anda tidak mengonsumsi makanan sepanjang hari, itu bisa mempengaruhi tingkat energi dan kemampuan Anda secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas tertentu. Dalam kasus seperti itu, kebanyakan pria dan wanita dapat mempertimbangkan untuk beristirahat selama seluruh periode puasa untuk menghemat energi. Namun, jika Anda tidak merasakan adanya gangguan kesehatan apapun selama berpuasa, tetap aktif, termasuk rutin berolahraga, akan memberi manfaat pada kesehatan Anda.

Sebuah studi tahun 1987 menunjukkan bahwa orang dewasa yang berpuasa selama 72 jam, dapat terus melakukan latihan intensitas tinggi untuk periode waktu yang singkat. Latihan intensitas sedang dapat dilakukan untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun, jika puasa yang Anda lakukan tidak memungkinkan Anda mengasup cairan yang cukup dalam satu hari, ada baiknya Anda tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan untuk menghindari dehidrasi.

Habib Noorbhai, seorang ahli biokinesis, mengatakan bahwa latihan fisik selama Bulan Puasa, akan sangat aman untuk dilakukan selama Anda melakukannya dengan benar. Noorbhai juga mengatakan bahwa ada penelitian yang menunjukkan bahwa melakukan puasa selama 30 hari berturut-turut tanpa olahraga dapat meregresi kekuatan dan kebugaran.

"Jika kita berolahraga minimal tiga hari dalam seminggu selama 11 bulan, tapi menghindari aktivitas fisik selama bulan Ramadan, maka kita akan mengalami kemunduran  fungsi kardiovaskular dan adaptasi imun tubuh." Noorbhai juga mengatakan bahwa jika Anda berhenti berolahraga selama satu bulan itu sama dengan kehilangan empat bulan latihan.

Jadi, sebaiknya Anda mempertahankan program olahraga yang sudah Anda lakukan selama ini dan tidak mengintensifkan latihan tersebut (peningkatan berat beban, menambah repetisi, kecepatan atau jarak) selama bulan Ramadhan. Ini beberapa hal yang harus diperhatikan untuk tetap berolahraga saat sedang puasa.  

Penuhi kebutuhan cairan

Disamping mencukupi kebutuhan akan nutrisi, tak kalah pentingnya Anda juga harus memperhatikan asupan cairan terlebih pada saat sahur. Saat menjalankan puasa, tentunya intensitas memasukan cairan ke dalam tubuh lebih sedikit dibandingkan ketika tidak sedang menjalankan puasa. Ketika Anda tidak memperhatikan asupan cairan, dimana cairan yang masuk kedalam tubuh lebih sedikit dibandingkan cairan yang keluar, anda bisa saja terkena dehidrasi, bahkan hal itu bisa saja terjadi baik anda berolahraga maupun tidak.

Ketika berolahraga pastinya cairan tubuh akan banyak keluar, oleh karena itu kita perlu menabung cairan lebih banyak. Untuk mencegah dehidrasi, penuhi kebutuhan cairan pada saat sahur. Pilihlah minuman yang mengandung ION. Mengapa harus ION? seperti kaktus yang mampu menjaga cairan tubuhnya, ION mengandung elektrolit yang dapat mengikat cairan, sehingga cairan akan bertahan lebih lama didalam tubuh. POCARI SWEAT merupakan pilihan hidrasi yang tepat saat sahur untuk mengawali puasa. Komposisi nya yang mirip dengan cairan tubuh akan menjadikan Pocari Sweat cepat diserap tubuh, serta kandungan ION yang akan menjaga cairan tubuh bertahan lebih lama. Pocari Sweat saat sahur, mencegah dehidrasi dan membuat aktivitas berolahraga Anda berjalan lancar. Karena ION saat sahur jaga harimu.

Waktu & durasi

Berolahraga memang bisa dilakukan kapan saja. Waktu yang ideal untuk berlatih adalah 90 menit sebelum matahari terbenam (berbuka puasa). Setelah sesi latihan moderat, tubuh tidak akan dapat mengisi cadangan glikogen yang terbakar selama latihan dengan segera. Ini mengakibatkan gejala seperti pusing dan mual. Berolahraga sebelum berbuka adalah sangat ideal karena saat berbuka puasa, Anda bisa segera menggantikan cairan tubuh yang hilang.   

Anda juga bisa berolahraga beberapa jam setelah berbuka puasa. Jika Anda memilih berolahraga setelah berbuka puasa, lakukan dua atau tiga jam setelah makan besar, karena tubuh perlu waktu untuk memproses makanan.

Anda tidak perlu berlama-lama berolahraga, cukup 20 sampai 40 menit. Sebelum berolahraga, lakukan pemanasan dan latihan peregangan agar otot Anda tidak kaget. Tubuh yang meregang penuh juga bisa membantu meningkatkan fleksibilitas dan detoksifikasi. Yang perlu Anda ingat, hentikan latihan segera ketika merasa pusing atau mual. Anda juga harus cukup istirahat, tidurlah minimal tujuh jam dalam semalam.

Jenis Latihan Fisik

Hindari latihan yang intens atau yang high impact, seperti aerobik, lari dan angkat beban karena bisa mengakibatkan cidera sendi atau otot, serta komplikasi seperti hipoglikemia, pusing dan tekanan darah rendah.  Sebaliknya, pilihlah olahraga yang ringan atau moderat, seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, yoga, dan jalan kaki. Latihan ringan seperti ini mampu menjaga kebugaran tubuh Anda dan menjaga kekuatan otot. 

Anda punya pertanyaan seputar Fitness & Exercise ?
Ask Doctor
Demam bisa muncul menyerang tiba-tiba. Kenali berbagai penyebabnya dan efek sampingnya berikut ini. Demam, Ini Sebabnya Demam dan ruam bukan cuma ciri campak, lho. Bisa jadi ini gejala roseola. Demam Tinggi? Awas Roseola!