Profile
Kehamilan Ektopik

Tanda - tanda Kehamilan Ektopik Terganggu

Tanda - tanda Kehamilan Ektopik Terganggu

Kehamilan ektopik adalah kondisi kehamilan yang berkembang di luar rahim dan biasanya terjadi pada salah satu saluran tuba. Banyak orang menyebutnya dengan hamil di luar kandungan atau rahim. Pada beberapa kasus, kehamilan ektopik tidak akan bertahan lama dan kehamilan akan mengalami keguguran

Jadi, kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang dibuahi oleh sperma tidak menempel dan tumbuh pada rahim pada umunya, namun menempel di tempat lain, biasanya pada tuba falopi. Nah, tuba falopi adalah saluran kecil yang dilewati sel telur untuk menuju rahim. Jika kehamilan berlanjut, embrio akan berkembang dan menjadi besar. Ini dapat menyebabkan tuba falopi pecah. Karena itu, kehamilan ini umumnya tidak dapat diteruskan. 

Selain itu, kehamilan ektopik bisa mengancam nyawa sang ibu. Kehamilan ektopik bisa terjadi pada siapa saja. Karena ini dapat membahayakan Anda, maka penting mengetahui gejala hamil di luar kandungan.

Siapa yang berisiko mengalami kehamilan ektopik ?

Sebenarnya, hampir semua wanita memiliki risiko yang sama terkena kehamilan ektopik. Namun, kelima hal berikut bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik.
 
•    Memilki riwayat ektopik.   Kemungkinan terbesar terkena kehamilan ektopik adalah jika sebelumnya pernah mengalaminya. Bukan berarti Anda tidak bisa mengalami kehamilan normal, tapi risiko terjadi kembali harus diwaspadai.  
•    Pelvic Inflammatory Disease (PID). Penyakit ini sering disebut dengan penyakit radang panggul dan disebabkan oleh infeksi akibat penyakit menular seksual. Infeksi menular seksual pun dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. 
•    Masalah kesuburan. Beberapa penelitian menunjukan adanya hubungan antara kesulitan mempunyai keturunan dengan penggunaan obat kesuburan dan kehamilan ektopik.
•    Kelainan bentuk. Kehamilan ektopik biasanya akan meninggalkan tuba falopi dalam keadaan yang rusak , bahkan para dokter biasanya akan melakukan operasi untuk merekonstruksi atau memperbaiki bentuk dari tuba falopi. Namun, perbaikan tersebut justru bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik terulang kembali.
•    Alat kontrasepsi. Pemilihan alat kontrasepsi yang kurang tepat pun bisa menimbulkan risiko kehamilan ektopik. 


Gejala kehamilan ektopik
•    Nyeri perut atau panggul yang parah dan disertai dengan perdarahan pada vagina
•    Mengalami pusing yang ringan atau bahkan hingga pingsan

Jika Anda mengalami beberapa hal tersebut, ada baiknya segera menghubungi dokter atau tim medis lainnya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Nah, cara utama untuk menghindari kehamilan ektopik adalah dengan menghindari beberapa faktor risiko.
 
Misalnya saja seperti, tidak berganti-ganti pasangan seksual dan menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seks, untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi menular seksual dan mengurangi risiko radang panggul. 

Namun, jika Anda telah didiagnosis dengan kehamilan ektopik, jangan segan datang dan bicaralah dengan dokter. Mintalah dokter memonitor kondisi Anda, agar segera direncanakan tindakan  selanjutnya. Umumnya, yang dilakukan adalah evakuasi hasil konsepsi dengan cara open surgery atau laparoskopy. Tapi, jika memenuhi kriteria tertentu, masih memungkinkan hanya dengan minum obat saja.

Ditinjau oleh: dr. Joel Juanda T., Sp. OG

Anda punya pertanyaan seputar Kehamilan Ektopik ?
Ask Doctor
Campak disebut juga dengan measles, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Ini Saat Tepat Imunisasi Campak Gondongan atau mumps atau parotits adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan peradangan dan pembengkakan kelenjar ludah. Gondongan Bisa Dicegah Dengan Imunisasi