Profile
Prostatitis

Susah Buang Air Kecil? Ini Cara Mengatasinya

Susah Buang Air Kecil? Ini Cara Mengatasinya

Sulit buang air kecil atau yang sering dikenal sebagai anyang-anyangan, merupakan kondisi yang pasti pernah dialami oleh siapa saja. Anda pun mungkin pernah menglaminya. Meski demikian, susah buang air kecil seringkali rentan dialami oleh pria berusia lebih tua dengan pembesaran pada kelenjar prostatnya.

Kondisi susah buang air kecil ini dapat terjadi secara perlahan-lahan tanpa disadari. Biasanya, penderita tidak akan menyadarinya sampai dorongan ingin buang air kecil muncul namun air seni tidak dapat keluar dan menumpuk di kandung kemih. Akibatnya, kandung kemih penuh dan terasa tidak nyaman.

Penyebab dari kondisi susah buang air kecil umumnya disebabkan oleh pembesaran prostat pada pria yang berusia lebih tua. Penyebab susah buang air kecil yang lainnya adalah adanya infeksi saluran kencing yang dapat dialami oleh siapa saja. Gejala dari infeksi saluran kencing ini antara lain adanya rasa panas dan sakit saat buang air kecil, sering muncul dorongan untuk buang air kecil dan air seni yang keruh warnanya. 

Penyakit gangguan saraf, efek samping dari operasi yang dijalani sebelumnya, serta adanya luka atau stricture pada saluran air kencing yang terhubung langsung ke kandung kemih, dapat menyebabkan susah buang air kecil.

Untuk mengobati kondisi susah buang air kecil, berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan.

1.Memperhatikan pola buang air kecil yang dialami serta memeriksakan diri ke dokter.

2. Kompres bagian perut di bawah pusar dan di atas tulang kelamin dengan kompres hangat. Sensasi rasa hangat ini dapat merilekskan otot di area kandung kemih yang berlokasi di area tersebut dan memicu keluarnya air seni. 

3. Pijat atau tekan bagian kandung kemih dari luar untuk memicu kandung kemih mengeluarkan air seni dan mengosongkan diri.


Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami kesulitan buang air kecil dalam bentuk air seni yang hanya menetes dan alirannya yang lemah. Selain itu, Anda harus waspada jika susah buang air kecil juga disertai dengan terjadinya demam, muntah, rasa sakit pada bagian samping atau belakang, tubuh yang gemetaran dan meriang serta air seni keluar sangat sedikit dalam tempo 1 hingga 2 hari. Jika muncul pula darah yang tercampur dengan air seni, air seni yang keruh dan keluarnya cairan dari alat kelamin, maka hal ini juga harus diwaspadai dan segera ditangani.

Pemeriksaan oleh dokter akan melibatkan pemeriksaan fisik di area panggul, anus, perut dan punggung bagian belakang. Dokter akan memerlukan informasi mengenai berapa lama kondisi ini sudah terjadi dan bagaimana kondisinya di pagi atau malam hari, apakah memburuk atau tidak. Pertanyaan lain seperti bagaimana aliran air seni dan obat apa yang sudah diminum serta bagaimana efektivitasnya juga akan ditanyakan. Selain itu, dokter akan memeriksa lebih lanjut, apabila terdapat gejala infeksi yang terjadi dan apakah terdapat riwayat operasi yang pernah dijalani.


Tes yang dilakukan untuk membantu memeriksa kondisi susah buang air kecil adalah mengambil sampel urin dan diperiksakan ke laboratorium. Selain itu, pemeriksaan cystometrography, ultrasound pada prostat, pengambilan sampel saluran kencing, urinalysis serta pemeriksaan voiding cystourethrogram  juga dapat dilakukan sesuai dengan indikasi.

Pengobatan kondisi ini bergantung pada penyebab terjadinya kondisi susah buang air kecil, seperti konsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala pembesaran prostat, konsumsi antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri serta operasi untuk penyumbatan prostat atau TURP bila diperlukan. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Rahajeng A.P

Anda punya pertanyaan seputar Prostatitis ?
Ask Doctor

Popular Article

Diare bisa menyerang siapa saja termasuk anak. Ada beberapa gejala diare yang perlu diwaspadai Anak Diare, Kapan Perlu Ke Dokter? ASI ekslusif adalah pemberian ASI selama enam bulan pertama kehidupan bayi Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif