Profile
Kesehatan A-Z

Singkong, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

Singkong, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

Singkong, yang juga dikenal dengan nama manioc atau yucca, merupakan sejenis umbi-umbian yang umum dijumpai di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia. Seperti jenis makanan pokok lainnya, singkong sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah; hal ini karena adanya kandungan cyanogenic glycosides, atau yang lebih dikenal dengan sianida, yang dapat menjadi racun mematikan. Dengan memasaknya hingga matang, singkong aman dikonsumsi.

Manfaat singkong sebagai pengganti nasi untuk kesehatan, antara lain adalah sebagai berikut: 

1.Kaya mineral
Singkong mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, mangan, zat besi dan potasium. Berbagai jenis mineral ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan berbagai fungsi dalam jaringan tubuh. Kalsium penting untuk tulang dan gigi yang kuat, sedangkan zat besi diperlukan untuk pembentukan dua jenis protein, yaitu hemoglobin dan myoglobin. Dua protein inilah yang nantinya bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kandungan mangan yang ada di dalamnya akan membantu menguraikan karbohidrat serta protein. 

Di dalam 100 gram singkong terkandung 16 miligram kalsium, 21 miligram magnesium, 271 miligram potasium, 27 miligram fosfor dan 0,4 miligram mangan. Selain itu, 14 miligram sodium, 0,3 miligram zinc dan 0,3 miligram zat besi juga terkandung di dalam singkong. 


2.Kaya serat
Singkong mengandung kadar serat yang tinggi yang baik untuk mencegah sembelit. Selain menghindarkan sembelit, konsumsi cukup serat juga baik untuk membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama, sehingga secara tidak langsung membantu menghilangkan kelebihan berat badan, mengurangi risiko penimbunan kolesterol, dan menghindarkan penyakit jantung. Bagi para penderita diabetes, mengonsumsi singkong dapat membantu menurunkan kadar gula darah, karena serat memperlambat penyerapan gula dalam aliran darah.

3.Kaya karbohidrat
Singkong kaya akan karbohidrat, sehingga mampu menjadi menjadi makanan pokok. Dalam setiap 100 gram singkong, terdapat 38 gram karbohidrat untuk sumber energi bagi Anda yang memiliki aktivitas fisik tinggi. 

4.Bebas gluten
Tak adanya gluten, senyawa protein alergenik, dalam singkong menjadikan singkong sebagai pilihan yang tepat untuk menggantikan makanan karbohidrat sejenis yang memiliki kadar gluten tinggi (seperti gandung dan barley). Para penderita penyakit celiac dan alergi gluten dapat mengonsumsi singkong, ataupun makanan yang terbuat dari bahan dasar singkong, dan tapioka, tanpa rasa khawatir karena jenis makanan ini tidak mengandung gluten. 


5.Kaya saponin
Singkong atau ubi memiliki kandungan saponin yang tinggi;  saponin itu sendiri merupakan senyawa fitokimia yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Saponin bekerja dengan mengikat cairan empedu dan kolesterol sehingga mencegah penyerapan kolesterol melalui usus kecil. Selain itu, efek antioksidan dari saponin juga dapat melindungi sel tubuh dari berbagai kerusakan akibat radikal bebas. Bahkan, sebuah riset yang dilakukan di Universitas Tianjin pada tahun 2010, telah membuktikan bahwa saponin dapat mengurangi risiko terjadinya kanker. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan A-Z ?
Ask Doctor
Hiportemia rentan dialami bayi. Kenali gejala dan cara menanganinya Mencegah Hiportemia pada Bayi dan Anak Hiportemia rentan dialami bayi. Kenali gejala dan cara menanganinya Mencegah Hiportemia pada Bayi dan Anak