Profile
Gigi & Kesehatan Mulut

Serba-serbi Si Gigi Bungsu

Serba-serbi Si Gigi Bungsu

Banyak orang yang mempunyai masalah dengan gigi geraham ketiga pada bagian atas dan bawah

Apa yang dimaksud dengan gigi bungsu?

Gigi bungsu adalah gigi molar atau geraham ketiga pada bagian atas dan bawah, yang terletak di bagian paling belakang mulut. Dikenal dengan sebutan gigi bungsu dalam bahasa Indonesia karena gigi tersebut merupakan gigi yang paling terakhir muncul. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut wisdom teeth, karena biasanya tumbuh pada saat seseorang berusia antara 17 hingga 21 tahun ataupun lebih tua, sehingga dianggap sudah cukup untuk mendapatkan beberapa "kebijaksanaan". Gigi bungsu yang sehat dan berada dalam posisi yang benar, ataupun gigi bungsu yang masih terpendam dalam rahang tidak akan menimbulkan masalah apapun.

Kegagalan gigi untuk tumbuh dengan baik pada baris jajarannya dikenal sebagai impaksi gigi atau gigi yang tidak tumbuh. Sebenarnya gigi manapun bisa mengalami impaksi, hanya saja yang paling banyak mengalaminya yakni gigi bungsu. Jika tidak berada pada posisi dan fungsi yang tepat, maka gigi tersebut akan dipertimbangkan untuk dicabut karena menyebabkan pengunyahan terganggu, penutupan mulut, gigi menjadi tidak nyaman, sakit kepala, dan adanya bau busuk karena sisa makanan terperangkap.

 

Apa yang menyebabkan terjadinya masalah pada gigi bungsu?

Pada saat tumbuh, gigi bungsu mungkin bisa memecahkan setengah gusi Anda sebagai jalan keluarnyasehingga dapat menyebabkan gigi tersebut tumbuh di atas jaringan gusiyang hampir menutupi separuh gigi yang tumbuh. Pertumbuhan gigi bungsu yang tidakdan belumsempurna dapat menjadi tempat terjebaknyasisa makanan yang dikonsumsi dan apabila tidak dapat terbersihkan dengan baik dapat mengembangkan potensi terjadinya infeksi gusi di sekitar gigi yang akan tumbuh tersebut.

Gigi bungsu juga bisa muncul dalam posisi miring atau salah arah. Jika rahang Anda tidak cukup besar untuk memberi ruang, gigi bungsu dapat memiliki dampak buruk karena tidak mampu menembus gusi Anda untuk mendapatkan posisi tumbuh yang benar. Anda mungkin mengalami kesulitan baik pada saat membersihkan sekitar gigi bungsu, karena gigi tersebut terletak begitu jauh di belakang mulut Anda dan berada pada posisi yang miring.

 

Apa saja gejala yang dapat timbulpada gigi bungsu yang bermasalah?

Gigi bungsu seringkali tidak menimbulkan gejala apapun bila dalam keadaan normal. Namun ada beberapa gejala yang menandakan gigi bungsu Anda perlu dicabut ataupun dilakukan perawatan, antara lain:

  • Terasa nyeri atau terasa kaku pada rahang di sekitar gigi bungsu, sehingga terasa sulit dan atau sakit saat membuka mulut.
  • Terasa nyeri atau iritasi pada gigi yang datang pada posisi salah saat menggosok pipi, lidah, bagian atas dan bawah mulut.
  • Terjadi pembengkakan yang terinfeksi pada jaringan gusi di atas gigi yang telah menembus gusi.
  • Timbulnya karies gigi (lubang gigi) pada gigi bungsu yang baru tumbuh maupun pada gigi geraham di depan gigi bungsu akibat dari posisi gigi bungsu yang miring.

Sebagian besar masalah gigi bungsu akan berkembang pada usia antara 15 dan 25 tahun. Hanya sedikit orang yang lebih tua dari usia 30 tahun yang dapat mengalami masalah gigi bungsu yang perlu dicabut.

 

Bagaimana masalah gigi bungsu dapat didiagnosis?

Dokter gigi akan memeriksa gigi dan gusi untuk mengetahui tanda-tanda gigi bungsu yang baru tumbuh dan untuk mengetahui posisi pasti dari tumbuhnya gigi bungsu. Anda akan disarankan melakukan rongten gigi dengan bantuan sinar-X untuk mengetahui apakah gigi bungsu Anda akan menyebabkan masalah untuk sekarang atau mungkin masalah pada masa mendatang.

 

Bagaimana cara mengatasinya?

Pengobatan paling umum untuk mengatasi masalah gigi bungsu adalah dengan melakukan pengangkatan atau ekstraksi gigi. Para ahli tidak setuju mengenai keputusan mencabut gigi bungsu tidak akan menyebabkan gejala atau masalah di kemudian hari. Namun, ahli bedah oral umumnya sepakat bahwa mencabut gigi bungsu lebih mudah dilakukan pada kalangan usia muda, biasanya sebelum memasuki usia 20 karena akar gigi dan tulang rahang belum berkembang sepenuhnya. Setelah usia 20, tulang rahang cenderung lebih keras, dan penyembuhan biasanya membutuhkan waktu lebih lama.

 

Direview oleh drg. Didin Mirandani,MKes

Anda punya pertanyaan seputar Gigi & Kesehatan Mulut ?
Ask Doctor
Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi? Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi?