Profile
Otak dan Sistem Saraf

Sakit Kepala dan beberapa jenisnya

Sakit Kepala dan beberapa jenisnya

Sakit kepala adalah penyakit yang dialami hampir semua orang. Sakit kepala biasa sering kali disebabkan stres, udara yang terlalu panas, flu, dan beberapa penyebab lain.
Tapi, sakit kepala bisa menjadi tanda penyakit serius yang membahayakan. “Bila Anda mengalami sakit kepala, berkonsultasilah kepada dokter supaya jenis sakit kepala bisa didiagnosis,” saran Steven P. Herzog, MD, ahli saraf di Baylor University Medical Center, Dallas.

Nah, berikut ini beberapa jenis sakit kepala yang perlu Anda ketahui:

1. Sakit kepala karena tegang
Nama lainnya sakit kepala harian yang kronis atau sakit kepala non-progresif kronis dan disebabkan stres serta biasanya dialami orang dewasa dan remaja. Sakit kepala ini bisa muncul secara berkala. Selain sakit di bagian kepala, belakang kepala dan leher juga terasa nyeri seperti terikat tali.


2. Sakit kepala sebelah
Teori neurovaskular diduga menjadi penyebab sakit kepala sebelah atau migrain. Hal ini menyebabkan aktivitas otak menjadi abnormal sebab adanya perubahan pada pembuluh darah di otak. Sakit kepala sebelah bisa sedang hingga parah dan selalu terasa berdenyut. Sakit kepala sebelah biasanya berlangsung 4 – 72 jam. Ciri-ciri sakit kepala sebelah adalah pusing dan penglihatan menjadi kabur. 

3. Sakit kepala cluster
Sakit kepala cluster lebih sering menyerang wanita dan terjadi selama 30 – 45 menit, lalu terulang di esok hari. Sakit kepala cluster akan menimbulkan denyutan yang tajam dan nyeri yang konstan sehingga terbilang sangat sakit. Oleh karena itu, penderita sakit kepala cluster tidak bisa diam dan sering mondar-mandir selama serangan berlangsung. Sakit kepala cluster biasanya terasa nyeri di sekitar dan belakang mata hingga menyebabkan mata merah dan keluar air mata.


4. Sakit kepala campuran
Sakit kepala campuran adalah gabungan sakit kepala biasa, sakit kepala sebelah, dan sakit kepala karena tegang serta biasa dialami anak-anak dan orang dewasa.
5. Sakit kepala hormonal
Menstruasi adalah penyebab sakit kepala hormonal. Tapi, sakit kepala saat menstruasi juga sering dikaitkan dengan sakit kepala sebelah. Rasanya berdenyut hingga nyeri pada satu sisi kepala. Sakit kepala hormonal ini juga sering menimbulkan mual, muntah, peka terhadap cahaya atau suara.


6. Sakit kepala sinus
Sakit kepala sinus menyebabkan rasa sakit yang mendalam dan berulang yang terjadi di tulang pipi, dahi, atau jembatan hidung. Biasanya sakit kepala sinus akan meningkat jika kepala digerakkan atau tegang. Sakit kepala sinus juga bisa muncul bersama gejala sinus seperti hidung tersumbat, telinga seperti penuh, demam, dan pembengkakan pada wajah. 

Nah, selain berkonsultasi kepada dokter, Anda juga bisa mencoba mengobati sakit kepala dengan obat sakit kepala yang alami seperti minyak lavender atau menghindari makanan tertentu seperti cokelat dan makanan yang mengandung MSG. (DV)

Ditinjau oleh dr. Fransisca Alvionita

Anda punya pertanyaan seputar Otak dan Sistem Saraf ?
Ask Doctor
Cegah ISPA dengan menghentikan penyebaranny, pemberian vaksin, dan berhenti merokok. 4 Cara Cegah ISPA Demam pada anak bisa diatasi dengan cara alami seperti mengompres dahi anak dengan air dingin. Cara Turunkan Demam pada Anak Tanpa Obat