Profile
Asupan Makanan dan Diet

Pola Makan Sehat untuk Mahasiswa

Pola Makan Sehat untuk Mahasiswa

Resep makanan praktis dan sehat ala anak kost hanya dengan rice cooker.

Pola makan yang belum teratur dan tidak sehat menjadi suatu masalah bagi mahasiswa. Hasil penelitian  yang dilakukan mahasiswa Swiss German University menunjukkan sebagian besar mahasiswa yang menempati rumah kos di sekitar kampus, mengonsumsi mie instan lebih dari 2 x seminggu, fast food, serta kurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Umumnya mereka memilih makanan siap saji dan mie instan karena kepraktisannya. Kesibukan dalam rutinitas kegiatan belajar,  membuat mereka kurang memerhatikan pola makan, sehingga lebih memilih yang mudah dan cepat. Padahal, makanan merupakan sumber energi bagi tubuh untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Selain  itu, zat gizi yang terkandung dalam makanan juga berpengaruh terhadap berbagai sistem di dalam tubuh seperti kekebalan tubuh, organ reproduksi, pembentukan sel-sel darah merah, sistem jantung dan pembuluh darah, dan sebagainya.

Menurut dr. Nanny Djaja.MS SpGk, pola makan yang  buruk  akan berdampak bagi kesehatan tubuh di masa yang akan datang seperti penyakit  hipertensi, diabetes  kegemukan, penyakit jantung, tulang keropos, hingga  organ reproduksi pria maupun wanita. “Hal ini terjadi akibat kurangnya makronutrient &  mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh, misalnya zat besi, asam folat yang berpengaruh terhadap pembentukan sel-sel darah merah, vit E yang berpengaruh terhadap kesuburan wanita, mikronutrient zinc yang berpengaruh terhadap produksi sperma,” kata dr. Nanny pada ceramah gizi yang bertajuk Healthy Eating Habit for Better Generration di Swiss German University, pada Jum’at (16/6) lalu.

Lebih lanjut, dr. Nanny mengatakan bahwa sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat, vitamin, mineral, antioksidan, dibutuhkan oleh generasi muda untuk memelihara kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit di masa mendatang.

Dengan ceramah gizi tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran di kalangan komunitas mahasiswa untuk mulai membiasakan pola makan sehat. “Dan ini bisa dimulai dengan mengurangi makanan junk food yang tinggi lemak dan garam, mengonsumsi sayuran 2 porsi sehari, buah 3 porsi sehari, minum air putih yang cukup serta mengonsumsi probiotik yaitu bakteri yang menguntungkan bagi saluran pencernaan,” saran dr. Nanny.

Pada kesempatan ini, dr. Nanny juga membagikan resep makanan praktis bergizi seperti sup tahu sayuran, makaroni kukus, serta banana cake kukus. Yang menarik, dr. Nanny mendemokan secara  langsung cara memasaknya dengan menggunakan mini rice cooker. Praktis dan sehat bergizi yang resepnya dapat dilihat disini.

Anda punya pertanyaan seputar Asupan Makanan dan Diet ?
Ask Doctor
Diare bisa menyerang siapa saja termasuk anak. Ada beberapa gejala diare yang perlu diwaspadai Anak Diare, Kapan Perlu Ke Dokter? Hiportemia rentan dialami bayi. Kenali gejala dan cara menanganinya Mencegah Hiportemia pada Bayi dan Anak