Profile
Kesehatan Mental

Perempuan Rentan Mengalami 5 Masalah Mental Ini

Perempuan Rentan Mengalami 5 Masalah Mental Ini

Persoalan mental memang bisa dialmi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Tapi, ada masalah mental yang risiko menyerang perempuan lebih besar daripada laki-laki. Hal ini ada kaitannya dengan pengaruh hormon dan lingkungan sosial. Perempuan yang mengalami pelecehan dan kekerasan seperti KDRT meningkatkan risiko perempuan mengalami masalah mental. Pencetusnya bisa bermacam-macam, seperti perubahan karier, perceraian yang buruk dan kecelakaan selalu menjadi pencetus dari lima masalah mental ini:

1.Depresi

Gejalanya adalah  sedih yang berkepanjangan, terkadang tidak tahu penyebab kesedihannya, sulit tidur dan tidak nafsu makan serta pesimis dan gampang  putus asa.

Terapi: Mengonsumsi obat antidepresan bisa meringankan gejala depresI. Sama efektinya, penelitian baru, depresi juga bisa diatasi dengan terapi perilaku kognitif (Cognitif Behavioiral Therapy), suatu bentu terapi bicara yang menantang pikiran negatif.

2.Gelisah

Gejalanya adalah pikiran yang saling berkejaran, khawatir berlebihan dan cemas.

Terapi: Cognitif Behavioral Therapy atau terapi perilaku kognitif bisa membantu pasien untuk mengganti pikiran “saya harus sempurna” menjadi lebih realistis misalnya “kesalahan bukanlah akhir dunia.” Obat antidepresan juga membantu meringankan gejala dalam waktu 12 minggu.

3.Serangan panik

Gejalanya bisa terjadi berulang, didahului dengan episode kecemasan dan ketakutan disertai dengan jantung berdebar kencang, denyut nadi cepat atau telapak tangan berkeringat.

Terapi: Untuk meringankan gejala panik, Anda bisa mencoba terapi pernapasan perut yang memberi efek menenangkan. Bila gejalanya cukup parah, Anda bisa a berkonsultasi pada psikiater. Biasanya psikiater akan meresepkan obat syaraf yang memberi dampak menenangkan.

4. Stres pascatrauma

Gejalanya pikiran Anda kerap dihantui kenangan masa lalu, selalu bermimpi buruk dan muncul kecemasan yang berlebihan. Trauma ini bisa saja sesuatu yang sangat menyakitkan atau menyedihkan di masa lalu, entah itu pengalaman kekerasan, kecelakaan, kehilangan seseorang yang Anda cintai, atau lainnya.

Terapi: Anda tidak bisa melewati stres ini sendiri. Anda membutuhkan pertolongan psikolog atau psikiater. Anda akan diberikan terapi pemaparan, di mana terapi akan membawa kenangan Anda kepada kejadian yang membuat Anda trauma kemudian didorong untuk melemahkan ingatan emosional tersebut.

5. Gangguan kepribadian

Gejalanya biasanya ditunjukkan dengan reaksi emosional yang ekstrem dan perilaku merusak diri sendiri. Biasanya stres pascatrauma ini penyebab terbesarnya adalah pengalaman di masa kecil, terutama pelecehan seksual.

Terapi: CBT atau terapi perilaku kognitif dengan mengajarkan cara melampiaskan perasaan untuk reaksi yang berbahaya seperti memukul bantal dengan tongkat baseball.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor
Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi? Gejala serangan jantung bisa dikenali, seperti rasa nyeri di dada dan punggung belakang Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan