Profile
Nutricoach

Pemenuhan Nutrisi dengan Makanan Pendamping ASI

Pemenuhan Nutrisi dengan Makanan Pendamping ASI

Pemenuhan Nutrisi dengan Makanan Pendamping ASI

Setelah menginjak usia 6 bulan, Air Susu Ibu (ASI) sudah tidak bisa lagi mencukupi nutrisi si kecil dan hanya dapat memenuhi 60% kebutuhan si kecil usia 6-12 bulan untuk tumbuh dan berkembang, bahkan hanya dapat mencukupi 30% kebutuhan anak usia >12 bulan. Untuk itu si kecil membutuhkan tambahan makanan lain untuk mencukupi nutrisinya yang disebut makanan pendamping ASI (MP-ASI). Akan tetapi sebelum memulai pemberian MP-ASI ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berikut ini.

Apabila tidak ada indikasi khusus, maka mulailah MP-ASI pada usia 6 bulan agar saluran cernanya sudah siap. Selain itu, ada beberapa ciri khusus untuk menilai kesiapan bayi menerima makanan padat, yaitu bayi sudah dapat menopang kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil, sudah dapat duduk dengan baik walaupun masih sambil bersandar, bayi tampak mulai tertarik dengan makanan Anda, dan juga bayi masih terlihat kelaparan walaupun sudah 8-10 kali minum ASI atau susu formula dalam sehari.

Pada prinsipnya, tidak ada pembatasan menu dalam pemberian MP-ASI. Artinya bayi boleh makan apa saja, namun ada 3 hal yang harus diingat yaitu komposisi zat gizi dari bahan makanan, konsistensi atau tekstur makanan, serta jadwal pemberian. Biasanya pemberian MP-ASI dimulai dari bahan makanan sumber karbohidrat yang paling jarang menimbulkan alergi, seperti bubur beras merah. Seperti kita ketahui, karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energi bagi tubuh. Serealia, termasuk beras merah, banyak mengandung vitamin B1, B6 dan B12 yang sangat penting dalam metabolisme dan pertumbuhan. Lengkapi juga nutrisinya dengan menambahkan protein seperti telur, ikan, ayam, maupun daging merah. Beberapa jenis ikan juga merupakan sumber asam lemak esensial (AA dan DHA) yang baik untuk perkembangan otak anak, seperti ikan makarel, salmon, dan tuna. Selain sebagai sumber protein hewani, bahan-bahan makanan tersebut juga merupakan sumber zat besi, seng, kalsium, fosfor, serta vitamin A. Tambahkan pula sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral, serta serat. Vitamin dan mineral yang harus ada pada makanan anak antara lain vitamin A, B, C, D, kalsium, seng serta zat besi.

Fungsi vitamin dan mineral:

  • Vitamin A membantu menjaga kesehatan kulit, mata, dan respon imun tubuh terhadap penyakit. Sumber vitamin A yang baik antara lain kuning telur, mentega, susu, keju, sayuran berwarna hijau, buah-buahan berwarna kuning-orange seperti wortel dan labu.
  • Vitamin B-kompleks (vitamin B1, B2, B3, B6, and B12) berfungsi  membantu proses metabolisme tubuh dalam membentuk energi, menjaga kesehatan kulit, dan saraf. Sumber vitamin B yang sangat baik antara lain daging (ayam/sapi), ikan, telur, susu, keju, biji-bijian, kacang-kacangan, dan kedelai.
  • Vitamin C dapat membantu pertumbuhan otot yang sehat, menguatkan pembuluh darah, meningkatkan sistem imun tubuh, untuk kesehatan kulit dll. Vitamin C banyak ditemukan pada buah jeruk, stroberi, kiwi, tomat, jambu biji dan sayuran hijau seperti bayam, brokoli dll.
  • Vitamin D berfungsi membantu proses pertumbuhan tulang dan gigi anak, dengan cara membantu penyerapan kalsium oleh tubuh. Vitamin D banyak didapat pada susu serta produk-produk olahan susu, kuning telur dan ikan. Sinar matahari dapat  membantu pembentukan vitamin D oleh tubuh.
  • Kalsium merupakan unsur utama untuk pembentukan tulang dan gigi. Kalsium banyak didapat antara lain pada susu dan hasil olahannya, kacang-kacangan, hasil laut juga banyak mengandung kalsium seperti ikan, udang, kerang, kepiting, dan lain sebagainya.

Pemberian MP-ASI dimulai dengan memperhatikan konsistensi dan teksturnya yang sesuai dengan kemampuan dan usia si kecil. Diawali dengan bubur halus atau disaring sehingga teksturnya lembut dan mudah dikonsumsi si kecil. Selanjutnya seiring dengan pertambahan usia, gigi geligi dan kemampuan si kecil mengonsumsi MP-ASI maka tingkatkan konsistensi dan teksturnya hingga menjadi berbentuk bubur tim atau nasi lembek dan seterusnya.

Jangan lupa variasikan keragaman bahan yang disajikan supaya anak belajar berbagai rasa makanan sejak usia dini dan lengkap kandungan zat gizi yang diperoleh. Pastikan alat-alat yang digunakan untuk pembuatan dan penyajian MP-ASI bersih dan aman sehingga terhindar dari bahaya infeksi seperti diare dan sakit perut.

Berikut panduan frekuensi pemberian MP-ASI dapat dilihat pada jadwal pemberian MPASI dibawah ini:

Tabel. Jadwal Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam sehari  untuk bayi dan anak 0–24 bulan

Jam

0-6 bulan

6-8 bulan

8-10 bulan

10-12 bulan

>12 bulan

06:00

ASI sesuka bayi

ASI

ASI

ASI

ASI

08:00

Bubur halus

Bubur kasar

Nasi tim

Nasi

10:00

Buah

Buah

Buah-Biskuit/bubur susu

Buah-Biskuit

12:00

ASI

Nasi tim kasar

Nasi tim

Nasi

14:00

ASI

ASI

ASI

ASI

16:00

Buah

Biskuit

Buah-biskuit/bubur susu

Buah-biskuit

18:00

Nasi tim saring

Nasi tim kasar

Nasi tim

Nasi

20:00

ASI

ASI

ASI

ASI

(dr. Stella Bela, M.Gizi, SpGK)

Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman gizi seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2014. 75–7.

Brown KH. (2008). Nutrition In Pediatrics 4, chapter 36

Gallagher ML. (2008). Krause’s Food & Nutrition Therapy, Chapter

Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
Leukemia adalah penyakit yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Saat ini belum diketahiui penyebabnya, namun kamu bisa tau gejalanya Gejala Leukemia yang Tidak Boleh Diabaikan Kematian mendadak pada usia produktif disebabkan oleh serangan jantung Penyebab Kematian Mendadak pada Usia Produktif