Profile
Kesehatan Pria

Pekerjaan Rumah tangga Buat Performa Seks Pria Lebih Baik

Pekerjaan Rumah tangga Buat Performa Seks Pria Lebih Baik

Kepada pria yang selama ini selalu menghindar untuk membantu pekerjaan rumah tangga, mungkin harus berpikir ulang. Sebuah studi ilmiah terbaru yang dirilis oleh Medical News Today menyebutkan, pria yang berbagi pekerjaan domestik rumah tangga terbukti memiliki performa seks yang lebih baik. Selain performa mereka meningkat, frekuensi hubungan seks juga menjadi lebih sering. 

Dr. Matt Johnson, profesor bidang ekologi keluarga di Department of Human Ecology at the University of Alberta di Kanada, sekaligus penulis penelitian, bersama dengan timnya, telah mempublikasikan temuan mereka di Journal of Family Psychology.

Temuan mereka ini berseberangan dengan temuan sebelumnya oleh pakar lain pada 2013 yang mengatakan, pria yang mengerjakan pekerjaan domestik seperti mencuci piring atau mengantar baju ke binatu, memiliki kehidupan seks yang lebih menyedihkan. Ini jika dibandingkan dengan pria yang sama sekali tidak mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Semakin banyak pekerjaan domestik yang dilakukan pria, semakin berkurang performa seksnya.

Namun, Dr. Matt mengatakan, sejak awal tahu mengenai penelitian terdahulu, dia sudah merasakan ada sesuatu yang kurang sesuai. Pasalnya, pengalamannya sebagai terapis seks rumah tangga, tidak mengatakan demikian. 

Studi yang dilakukan Dr. Matt dan kolega meneliti 1.338 pasangan suami istri yang tergabung dalam projek  German Panel Analysis of Intimate Relationships and Family Dynamics (Pairfam). 

Setiap pasangan laki-laki ditanya tentang jumlah dan jenis pekerjaan rumah tangga yang mereka lakukan dan apakah mereka mengganggap pembagian tugas dengan istri masing-masing sudah berimbang. 

Frekuensi seks antara setiap pasangan dan kepuasan seksual mereka dinilai satu tahun kemudian.Hasilnya, kepuasan seksual meningkat ketika pria mau membantu urusan domestik dan tidak menemukan hubungan antara banyaknya pekerjaan domestik yang dilakukan pria dengan performa seksualnya. 

"Setiap hubungan memliki standar yang berbeda-beda mengenai berapa banyak pekerjaan rumah tangga yang diharapkan bisa ditangani oleh suami. Semua itu bergantung pada harapan istri masing-masing dan bagaimana mereka membandingkan rumah tangganya dengan rumah tangga orang lain," kata Dr. Matt. 

Namun, jika dibandingkan antara pria yang memberi kontribusi yang adil dengan yang tidak adil (dalam mengerjakan tugas domestik), pria yang memberi kontribusi yang adil dilaporkan lebih sering berhubungan seks dengan pasangan mereka, dan kedua pasangan melaporkan hubunan seks mereka menjadi lebih memuaskan.


Para peneliti mencatat bahwa di dunia kita ini, ada perbedaan budaya mengenai peran pria dan wanita. Ada budaya yang cenderung tradisional di mana pria sama sekali tidak mau atau kurang mau menbantu pekerjaan domestik yang dianggap sebagai tugas perempuan. Ada juga yang sebaliknya. Penelitian ini dilakukan terhadap para pasangan yang berasal dari Jerman, di mana pembagian peran antara istri dan suami masih cenderung tradisional. 

Dr Matt mengatakan, jika penelitian sebelumnya benar,  hasil studi terbaru kali ini  akan menunjukkan dampak negatif dari pekerjaan rumah tangga pada seksualitas pria Jerman karena pandangan gender tradisional mereka. "Tapi itu tidak terjadi sama sekali," tambahnya.
Secara keseluruhan, para peneliti mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa pasangan yang ingin meningkatkan keintiman seksual mereka dapat mengambil manfaat dari pembagian yang adil dalam pembagian tugas rumah tangga. 


Dr Johnson menambahkan, "Daripada menghindari pekerjaan domestik dengan harapan memiliki kehidupan seks yang lebih menggairahkan seperti disebutkan oleh penelitian sebelumnya, lebih baik bagi pria untuk memuaskan gairahnya dengan membantu memuaskan istri terlebih dulu di dalam pekerjaan rumah tangga. Mereka pasti akan mendapat balasan yang sesuai deri pasangan masing-masing. Lagipula, aktivitas mencudi piring bisa mengalihkan pikiran dari sesuatu yang membuat stres."

Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Pria ?
Ask Doctor
Tekanan darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab darah rendah. Darah Rendah, Kenali Penyebabnya Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil