Profile
Hamil

Obesitas Orangtua Bisa Meningkatkan Risiko Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak

Obesitas Orangtua Bisa Meningkatkan Risiko Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak

Obesitas telah lama dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan. Tapi, baru-baru ini para peneliti mengatakan bahwa efek obesitas dapat melampaui generasi. Obesitas orangtua bisa meningkatkan risiko keterlambatan tumbuh kembang anak.

Studi-studi sebelumnya lebih berfokus pada bobot ibu di masa pra dan pasca kehamilan. Tapi studi ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics oleh para peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, adalah salah satu dari beberapa yang meneliti pengaruh bobot ayah terhadap perkembangan anak.

Meneliti Pengaruh Obesitas Parental
Untuk penelitian ini, para peneliti bekerja dengan data dari Upstate KIDS Study, yang awalnya dirancang untuk menentukan apakah perawatan kesuburan memiliki efek pada perkembangan anak di masa setelah kelahiran sampai usia tiga tahun. Lebih dari 5.000 ibu yang habis melahirkan diteliti selama sekitar empat bulan setelah melahirkan dari tahun 2008 hingga 2010. Relawan juga diminta mengisi kuesioner mengenai usia dan tahap perkembangan anak setelah mereka menyelesaikan beberapa kegiatan dengan anak-anak mereka.

Para peneliti menjelaskan bahwa kuesioner tidak ditujukan untuk mendiagnosa cacat tertentu. Sebaliknya, kuesioner itu adalah alat skrining untuk mengetahui potensi masalah sehingga anak-anak dapat menjalani tes lebih lanjut dan menerima penilaian definitif.
Anak-anak yang menjadi bagian dari penelitian diuji ketika mereka berusia 4 bulan. Pengujian ulang dilakukan sebanyak enam kali lagi sampai mereka berusia tiga tahun.

Obesitas Orangtua dan Keterlambatan Perkembangan Anak 
Dibandingkan dengan anak-anak dengan ibu dan ayah berberat badan normal, anak-anak dengan ayah obesitas 75 persen lebih mungkin untuk gagal di langkah-langkah kompetensi sosial, yang menunjukkan seberapa baik mereka dapat berhubungan dengan orang lain.

Berdasarkan temuan ini juga, para peneliti melihat bahwa anak dengan ibu obesitas, 70 persen lebih mungkin untuk gagal dalam tes keterampilan motorik halus, atau kontrol kemampuan gerakan otot kecil seperti tangan dan jari-jari. Sementara anak-anak yang lahir dari pasangan obesitas lebih mungkin untuk gagal tes kemampuan memecahkan masalah.

Tidak jelas bagaimana tepatnya obesitas orangtua dapat berpengaruh sedemikian pada anak-anak mereka. Namun,   penelitian pada hewan menunjukkan bahwa obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan peradangan yang berefek negatif pada otak janin. Dalam kasus ayah, obesitas mungkin memainkan peran dalam menentukan kondisi gen dalam sperma.

Keterlambatan perkembangan dapat memiliki penyebab yang berbeda, tetapi sering kali alasan pastinya tidak diketahui. Orang tua yang mencurigai anak mereka mungkin mengalami penundaan tahap tumbuh kembang, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli saraf pediatrik atau dokter anak sub-spesialis perkembangan dan perilaku anak. 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

 

Anda punya pertanyaan seputar Hamil ?
Ask Doctor
Campak disebut juga dengan measles, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Ini Saat Tepat Imunisasi Campak Jika Anda sedang menjalani program hamil dan melihat bercak darah kecokelatan di jadwal rutin menstruasi Anda, jangan buru-buru kecewa. Bercak Darah Seperti Haid, Pertanda Hamil?