Profile
Kesehatan Wanita

Mitos dan Fakta Menstruasi

Mitos dan Fakta Menstruasi

Masih banyak mitos menstruasi yang perlu diluruskan, bagaimana fakta sebenarnya?

Siklus datang bulan atau menstruasi pada wanita masih mengundang beberapa mitos yang menjadi bahan pembicaraan. Bahkan, masih saja ada, terutama  di kalangan pria, yang beranggapan, bahwa wanita akan kehabisan darah  setiap datang bulan.

Berikut ini 5 mitos dan fakta menstruasi:

Mitos # 1: Tanggal menstruasi selalu sama setiap bulan.

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa siklus menstruasi seorang wanita tidak akan sama dengan wanita lainnya. Siklus menstruasi adalah seluruh waktu dari satu periode ke periode berikutnya. Meskipun disirkulasikan secara luas bahwa siklus menstruasi wanita adalah 28 hari lamanya, itu hanya angka rerata. Ada beberapa yang siklus haidnya panjang, dari 29 hingga 35 hari, dan yang lainnya bisa lebih pendek. Situasi, fluktuasi berat badan, emosi, dan obat-obatan semua dapat memengaruhi siklus. Bisa dibilang periode datang bulan setiap wanita adalah unik bagi masing-masing individu.

Mitos # 2: Rasa sakit / nyeri haid setiap bulan selalu dengan kondisi yang sama dan berulang.

Rasa sakit yang dialami saat menstruasi adalah nyata. Bukan hanya sakit kepala saja, beberapa dari kita ada yang harus bolos bekerja karena kram perut, dan hanya bisa meringkuk di tempat tidur. Kondisi ini bahkan memiliki nama medis: dysmenorrhea. Sekitar 20 persen wanita mengalami dismenore yang cukup parah sehingga mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Kehilangan konsentrasi, merasa cemas, dan rasa sakit yang tidak menyenangkan tersebut bisa berbeda satu sama lain.

Mitos # 3: Menjadi mellow dan emosional saat PMS.

Ada perubahan fisik yang terjadi ketika PMS. Pada hari-hari menjelang periode awal wanita, tingkat estrogennya menurun, sementara tingkat progesteronnya meningkat tajam. Estrogen terkait dengan serotonin, "hormon bahagia," dan progesteron terkait dengan bagian otak yang menyebabkan rasa takut, kecemasan, dan depresi. Perubahan suasana hati yang disebabkan oleh hormon pasti terjadi.

Mitos # 4: Hormon mendefinisikan wanita

Berbicara tentang hormon, wanita telah dituduh sebagai "makhluk hormonal" untuk waktu yang lama. Laki-laki bahkan telah menciptakan penyakit yang mereka sebut (histeria) untuk menjelaskan perilaku perempuan. Padahal, sebenarnya, bahkan pria pun memiliki hormon.  Lihat saja penelitian tentang kontrasepsi pria, yang dihentikan karena peserta tidak dapat menangani efek samping dari jerawat, nyeri injeksi, dan gangguan emosi, yang juga merupakan efek samping yang terkadang dialami wanita ketika sedang mengontrol kelahiran.

Mitos # 5: Darah menstruasi yang keluar adalah darah kotor

Darah menstruasi adalah cara tubuh membuang racun. Anggap saja sebagai sekresi pada vagina yang berevolusi - ada sedikit darah, jaringan uterus, lapisan lendir, dan bakteri. Jenis darah yang keluar sangat berbeda dengan darah yang mengalir di pembuluh darah. Darah mens memiliki lebih sedikit sel darah.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

 

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Wanita ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Siklus menstruasi yang tidak teratur akan membuat aktifitas terganggu, tentu hal ini tidak terjadi begitu saja. Berikut adalah penyebab telat haid. 8 Penyebab Siklus Menstruasi Tak Teratur