Profile
Nutricoach

Mengontrol Berat Badan saat Hamil

Mengontrol Berat Badan saat Hamil

Mengontrol Berat Badan saat Hamil

Ingin kembali memiliki berat badan seperti sebelum hamil, menjadi idaman banyak perempuan setelah melahirkan.  Faktor utama penyebab berat badan naik pesat saat hamil adalah asupan makan yang berlebihan. Harapan ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati, membuat Ibu hamil bersemangat mengosumsi makanan bergizi, yang salah-salah malah menyebabkan berat badan  naik sangat pesat.  Mangontrol peningakatan berat badan saat hamil adalah hal yang peting dilakukan.  Bukan hanya semata-mata bertujuan mengembalikan berat badan menjadi seperti sediakala, tetapi juga mempunyai manfaat kesehatan yang sagat besar.

Kenaikan berat badan Ibu saat hamil mempunyai pengaruh bagi Ibu sendiri serta Bayi yang dikandung.  Kenaikan berat badan yang kurang dari normal akan berisiko Ibu menderita anemia dan perdarahan saat melahirkan.  Gangguan yang terjadi pada Janin  yaitu risiko mengalami pertumbuhan dan perkembangan terganggu, kurang gizi, dan berat bayi lahir rendah.  Selanjutnya, berisiko Anak setelah dewasa mengalami malnutrisi dengan dampak gangguan kesehatan, kapasitas mental yang kurang, dan pada dewasa perempuan akan berisiko kehamilan yang tidak sehat.  Kenaikan berat badan yang lebih dari normal akan berisiko Ibu diabetes gestasional, penyakit jantung, kesulitan persalinan, berat bayi lahir besar, bayi lahir prematur dengan risiko gangguan pernapasan, atau dengan kadar gula darah rendah (hipoglikemia), dan saat dewasa berisiko tinggi menderita diabetes.

 Mengontrol kenaikan berat badan saat hamil dimulai dari memahami berat badan Ibu saat sebelum hamil.  Bagi Ibu hamil dengan berat badan normal, kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 12,5-18 kg, bagi berat badan lebih adalah 11,5-16 kg dan bagi berat badan obes 7-11,5 kg.  Kriteria berat badan  normal dapat ditentukan dengan menghitung perbandingan berat badan (kilogram) terhadap tinggi badan (meter) kwadrat, rumus perhitungan ini disebut Indeks Massa Tubuh (IMT).  Berat badan termasuk normal jika IMT mempunyai skor 18,5-22,9; berat badan kurang jika IMT kurang dari 18,5; berat badan lebih jika IMT 23-24,9 dan berat badan obes jika IMT 25 atau lebih. 

 

           

 

Mengatur asupan makan dengan baik adalah salah satu hal penting dalam mengontrol   peningkatan berat badan saat hamil.  Mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan akan mencegah peningkatan berat badan berlebihan dan mencegah keadaan kurang gizi pada Ibu hamil.  Kebutuhan asupan gizi berbeda pada tiap tahap kehamilan. Pada trimester (tiga bulan) pertama, asupan Ibu hamil hanya memerlukan tambahan sedikit dari asupan sehari-hari sebelum hamil yaitu 180 kkal.  Pada trimester dua dan tiga, Ibu hamil memerlukan tambahan 300 kkal.  Jika selama ini ada istilah saat hamil makan untuk dua orang, itu bukan berarti dua kali lipat porsinya. 

 

Selain jumlah kalori, pola makan sehat saat hamil juga menganjurkan mengonsumsi jenis makanan yang bervariasi agar tubuh mendapatkan berbagai zat gizi dari bermacam makanan.  Jadwal makan juga merupakan hal yang harus diperhatikan, karena janin memerlukan suplai makanan dari Ibu secara terus menerus.  Dengan makan teratur dan terjadwal, janin akan terjamin kebutuhan gizinya.

Dengan mengatur asupan makan, maka diharapkan peningkatan berat badan dapat sesuai dengan anjuran peningkatan berat badan sehat.  Peningkatan berat badan normal pada Ibu hamil terdistribusi pada Ibu dan bayi, misalnya peningkatan sebanyak 12 kg, akan disitribusikan menjadi plasenta sebanyak 0,7 kg; cairan ketuban 0,8 kg; kandungan 0,9 kg; payudara 0,40 kg; peningkatan darah Ibu 1,25 kg; cairan jaringan Ibu 1,35 kg; lemak pada Ibu 3,2 kg; dan janin 3,4 kg.  Peningkatan berat badan berlebihan akan menyebabkan penimbunan lemak pada tubuh Ibu, sehingga setelah melahirkan akan menyulitkan mengembalikan berat badan menjadi seperti sediakala.

(dr. Luciana Sutanto, M.Gizi, SpGK)

 

 

Referensi:

Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 Tahun 2013 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia. Jakarta, 2013.

Devakumar D, Fall CHD, Sachdev HS, Margetts BM, Osmond C, Wells JCK, et al.

Maternal antenatal multiple micronutrient supplementation for long-term health benefits in children: a systematic review and meta-analysis. 2016. BMC Med. 14(1):90. doi: 10.1186/s12916-016-0633-3.

Muktabhant B, Lawrie TA, Lumbiganon P, Laopaiboon M. Diet or exercise, or both, for preventing excessive gestational weight gain in pregnancy. Cochrane Database of Systematic Reviews 2015. Issue 6. CD007145.

Nutrition and pregnancy. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience 3 November 2016; www.who.int/nutrition/publications/pregnant/en/

Rungsiprakarn P, Laopaiboon M, Sangkomkamhang US, Lumbiganon P, Pratt JJ.

Interventions for treating constipation in pregnancy. Cochrane Database of Systematic Reviews 2015, Issue 9: CD011448.

The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).  Your Pregnancy and Childbirth, Month to Month, Revised Sixth Edition. 2016.

Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Siklus menstruasi yang tidak teratur akan membuat aktifitas terganggu, tentu hal ini tidak terjadi begitu saja. Berikut adalah penyebab telat haid. 8 Penyebab Siklus Menstruasi Tak Teratur