Profile
Kesehatan Bayi

Mengenal Sindrom Putri Duyung

Mengenal Sindrom Putri Duyung

Sindrom putri duyung terjadi akibat kegagalan pasokan vaskular normal

Tanggal 12 bulan Mei tahun kemarin, seorang wanita berusia 23 tahun asal India bernama Muskura Bibi, melahirkan seorang bayi yang berbeda dari bayi-bayi lainnya. Bayi yang dilahirkan oleh Muskura menderita Sindrom Putri Duyung, tubuh bagian atasnya normal tapi dari pinggang ke bawah tidak ada alat kelamin dan kedua kakinya menyatu seperti putri duyung di dalam dongeng.

Sejarawan medis Lindsey Fitzharris mengatakan, Sindrom Putri Duyung terjadi akibat kegagalan pasokan vaskular normal sehingga tali pusat gagal memasok darah yang cukup untuk janin sehingga janin tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi.  Arteri yang tidak cukup mendapat pasokan darah akan mengambil darah dari tubuh bagian bawah untuk dialirkan ke dalam plasenta. Hal ini bisa mengakibatkan janin kekurangan gizi dan dan akibatnya tubuh bagian bawah gagal berkembang.

Menurut situs Important Genetic Disorder, Sindrom Putri Duyung adalah kasus yang sangat langka dan hanya terjadi satu dari 100 ribu kelahiran. Sindrom langka ini lebih mungkin terjadi pada bayi kembar identik.  Sindrom Putri Duyung yang juga disebut sirenomelia adalah kondisi yang sangat mengancam nyawa. Hampir tidak ada bayi dengan sindrom ini yang bisa bertahan hidup lama. Kebanyakan meninggal sesaat setelah dilahirkan karena kebanyakan mereka tidak memiliki ginjal dan mengalami kegagalan kandung kemih. 

Penyebab Sindrom Putri Duyung
Penyebab pasti sindrom duyung masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risikonya, yaitu;
• Wanita yang menderita penyakit serius selama kehamilan 
• Mutasi gen dari ibu atau ayah bisa menjadi penyebab kelainan genetik pada bayi, termasuk kelainan Sindrom Putri Duyung.
• Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan juga berpengaruh seperti paparan racun dan radiasi.
• Stres fisik dan mental 
• Obat-obatan tertentu, kondisi medis atau kekurangan zat gizi tertentu juga bisa menjadi penyebab sindrom putri duyung.

Pengobatan Sindrom Putri Duyung
Biasanya sindroma ini telah diketahui sejak masa kehamilan yang ditandai dengan janin yang tidak berkembang. Kalau pun kehamilan dipertahankan, sebagian besar bayi yang menderita sindrom duyung lahir dalam kondisi meninggal atau meninggal sesaat setelah dilahirkan. Namun, ada tiga bayi yang bertahan hidup lebih lama dan menjalani pengobatan berupa: 

1. Pembedahan rekonstruksi merupakan salah satu pilihan pengobatan sindrom duyung. Namun, bahkan dengan pembedahan pun, harapan panjang umur pasien dengan sindrom ini masih sangat kecil.

2. Bagi bayi yang memiliki kaki menyatu atau pembuluh darah dan struktur lain yang tak terpisahkan, akan cukup sulit atau bahkan tidak mungkin melakukan operasi pada mereka. Kalaupun operasi bisa dilakukan dengan sukses, sangat mungkin pasien mengalami berbagai kompleksitas kesehatan di dalam hidupnya. Dua dari tiga bayi Sindrom Putri Duyung yang bisa bertahan hidup, akhirnya meninggal dunia di usia 18 tahun (Tiffanny Yorks) dan 10 tahun (Shiloh Pepin).

Sedangkan Millagros Cerron yang lahir bulan April 2004, masih bertahan hidup setelah melakukan dua kali operasi. Tim dokternya mengatakan, Millagros masih memerlukan waktu 10-15 tahun lagi untuk rehabilitasi dan harus melakukan beberapa kali operasi lagi untuk bisa menjalani kehidupan yang normal.

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Bayi ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu