Profile
Kesehatan Mental

Mengatasi Rasa Sakit Hati Akibat Pengkhianatan

 Mengatasi Rasa Sakit Hati Akibat Pengkhianatan

Sakitnya perasaan dikhianati secara tidak langsung dapat pula berpengaruh pada kondisi fisik dan mental seseorang. Perasaan dikhianati tidak hanya mengakibatkan kekecewaan ketika sosok yang sudah kita percayai ternyata tega melakukan hal yang tidak diduga sebelumnya, namun juga menimbulkan perasaan sakit hati dan patah hati. Untuk dapat mengatasi rasa sakit hati akibat pengkhianatan, lakukan langkah-langkah ini: 

1. Melepaskan perasaan sakit yang dirasakan dan tidak menahan apapun
Menemukan cara yang sehat untuk melepaskan kemarahan, rasa sakit hati dan tidak berdaya terhadap perlakuan orang lain merupakan langkah yang penting untuk dilakukan. Mulailah dengan berhenti menyalahkan diri sendiri yang tidak menyadari tanda-tanda akan terjadinya pengkhianatan. Ingatkan diri Anda bahwa Anda hanya manusia biasa yang tidak akan mungkin bisa memprediksi hal yang akan terjadi. Jangan terpaku pada rasa sakit mendalam dan rasa tidak berdaya, serta terus-menerus merasa telah menjadi korban. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit, baik secara mental, emosional, dan tidak menutup kemungkinan juga secara fisik. Akui bahwa Anda sedang berusaha mengatasi rasa sakit hati dan sadari bahwa hal ini tidak mudah. Keluarkan amarah yang masih tersimpan dalam bentuk apapun, entah itu dengan memukuli bantal atau dengan berbicara keras-keras menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Menangislah karena hal ini jauh lebih sehat.

2. Terbukalah terhadap pelajaran apa yang bisa Anda ambil
Setiap hal pasti memiliki hikmah dan alasan tersendiri mengapa bisa sampai terjadi. Dari pengalaman dikhianati, Anda dapat mengambil berbagai macam pelajaran kalau saja Anda memperbolehkan diri Anda untuk melihat dari sisi yang berbeda. Beberapa hal yang tentu bisa dipelajari dari peristiwa pengkhianatan sendiri meliputi:

• Ingat-ingat kembali betapa tidak menyenangkannya perasaan dikhianati yang Anda rasakan dan cari tahu apakah Anda sendiri tengah mengkhianati diri Anda dengan mudah menyerah dan tidak mau berusaha.

• Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah pengkhianatan tengah Anda lakukan karena sudah mengabaikan firasat yang sempat muncul. Kembali temukan apa saja hal-hal yang sudah Anda abaikan dan harus Anda perbaiki atau selesaikan dan lakukanlah penyelesaian tersebut.


• Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur, namun tanpa menghakimi diri Anda sendiri, yaitu apakah Anda secara sengaja atau tidak sengaja mengabaikan hal-hal yang menunjukkan adanya pengkhianatan?

Meski demikian, tidak semua orang menunjukkan gelagat jelas akan rentannya terjadi pengkhianatan. Terkadang, semuanya berjalan baik-baik saja dan pengkhianatan tetap saja bisa terjadi.

3. Teruslah melakukan proses melepaskan hingga sanggup masuk ke fase penerimaan
Setiap kali perasaan sakit dari patah hati dan rasa tidak berdaya karena telah dikhianati muncul, jangan bersikap terlalu keras pada diri Anda sendiri dan ikuti pola melepaskan secara ikhlas. Jangan sampai Anda menjadi terbiasa menyalahkan diri sendiri serta terus berandai-andai dan menyimpan amarah terhadap mereka yang melakukan pengkhianatan. Tidak ada perasaan negatif yang sanggup membantu Anda segera mengakhiri rasa terluka. Semuanya sudah terjadi dan tidak bisa diulangi atau diperbaiki kembali, hal ini adalah fakta yang harus Anda coba untuk terima. Tidak akan ada yang berubah, Anda sudah dikhianati. Hanya dengan mengakhiri berbagai pertanyaan yang tidak akan memuaskan apapun jawabannya dan menerima kenyataanlah Anda dapat sembuh dan pulih lebih cepat.

Teruslah mengulangi ketiga langkah tersebut berulang kali dan rasa sakit yang mendalam perlahan akan makin mereda dan terkontrol, semakin sedikit dan mulai menjadi asing. Hal ini memang butuh waktu, namun Anda pada akhirnya akan dapat melepaskan semuanya itu dari pikiran Anda dan Anda akan menemukan diri Anda tidak memikirkan hal yang menyakitkan tersebut lagi. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan 

 

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor
Gejala serangan jantung bisa dikenali, seperti rasa nyeri di dada dan punggung belakang Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan Lupus adalah penyakit auto imum yang memiliki beberapa gejala seperti persendian bengkak, demam dan kelelahan. Ini yang Perlu Anda Tahu Tentang Lupus, Penyakit yang Diderita Selena Gomez