Profile
Diabetes

Mengapa Penting Mengurangi Karbohidrat?

Mengapa Penting Mengurangi Karbohidrat?

Lemak seringkali dianggap sebagai biang keladi dari penambahan berat badan dan masalah-masalah kesehatan lainnya. Padahal, masalahnya bukan pada lemak, melainkan karbohidrat. Mengurangi asupan karbohidrat, bukan lemak, akan lebih efektif menurunkan berat badan, menurut studi terbaru dari Harvard University.

Penelitian terbaru yang dirilis dalam jurnal Lancet Diabetes & Endocrinology ini, meneliti 60 ribu para pelaku diet yang mengurangi konsumsi roti, pasta dan kentang. Peneliti menemukan mereka dapat menurunkan berat badan lebih dari para pelaku diet yang mengurangi lemak seperti mentega dan keju.

"Berlawanan dengan dogma yang mengatakan bahwa seseorang harus lebih mengurangi lemak jika ingin menurunkan berat badan, penelitian ilmiah saat ini tidak mendukung teori "pengurangan lemak" sebagai lebih baik dari "pengurangan karbo" untuk program penurunan berat badan jangka panjang," kata salah satu peneliti, Dr Deirdre Tobias.

Makanan sumber karbohidrat mengandung jenis gula bernama glukosa. Di dalam tubuh, kelebihan glukosa akan disimpan sebagai lemak, membuat insulin bekerja ekstra keras dan jika terus dibiarkan akan menyebabkan obesitas. Obesitas, pada akhirnya, dapat menyebabkan diabetes, penyakit jantung dan stroke. Ketiganya masuk dalam daftar lima penyebab kematian terbesar di Indonesia (2013).

Fakta lain menyatakan, satu dari 50 orang dewasa muda di Indonesia menderita diabetes, satu dari 10 orang terkena pra-diabetes, empat dari enam orang diabetes tak sadar dirinya kena diabetes dan kondisi pra-diabetes akan menjadi diabetes dalam waktu empat sampai lima tahun jika tidak ada perubahan gaya hidup.

Salah satu perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah teliti dalam mengonsumsi karbohidrat, baik dari segi jumlah maupun jenis. Rata-rata orang dewasa dengan tingkat aktivitas normal, memerlukan 2.000 Kcal perhari atau setara dengan 300 gram karbohidrat. Sedangkan orang dewasa yang kelebihan berat dan ingin menurunkannya, dianjurkan mengonsumsi .1.500 Kcal atau setara dengan 180 gram karbohidrat. Tidak perlu takut lemas/low energy karena yang penting kalori tercukupi. Kalori bisa didapat dari protein dan sayur-sayuran.

Sayangnya, tanpa sadar seringkali kita mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan. Kebanyakan karena kita memilih jenis karbohidrat sederhana yang tinggi indeks glikemik tinggi.

Sebagai contoh, sumber-sumber karbohidrat sederhana yang tanpa sadar kita konsumsi secara berlebihan adalah : nasi, roti, pasta, mie, gorengan dan nasi goreng tek-tek.

Anda perlu mengurangi konsumsi karbohidrat setiap hari dengan snacking 2 jam sebelum makan. Pilih camilan tinggi serat dan low GI seperti SOYJOY, 2 jam sebelum makan utama. Kandungan kedelainya akan membuat Anda kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat berlebih. Yuk, Cut Carbo dari sekarang dengan mengonsumsi SOYJOY 2 jam sebelum makan, untuk hidup lebih sehat dan berat badan terkendali. 

Anda punya pertanyaan seputar Diabetes ?
Ask Doctor
Implantasi merupakan tanda awal kehamilan. Ini terjadi setelah sel sperma membuahi sel telur. Bagaimana membedakan flek ini dengan menstruasi? Bercak Implantasi Sebagai Tanda Awal Kehamilan Melakukan hubungan seks dengan pasangan, selain menambah keintiman dan menyenangkan juga mempunyai pengaruh positif bagi kesehatan Seks Baik Untuk Kesehatan