Profile
Nutricoach

Memilih Cemilan Untuk Anak

Memilih Cemilan Untuk Anak

Memilih Cemilan Untuk Anak

Masa anak-anak adalah masa pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa ini anak membutuhkan nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun tidak jarang pada fase ini justru anak mengalami masalah dalam hal makan, baik sulit makan maupun anak yang memilih makanan tertentu saja. Tidak semua anak menyukai pola makan yang semestinya seperti sarapan, makan siang atau makan malam. Ada kalanya anak lebih menyukai makanan ringan atau camilan dibandingkan makan berat. Disinilah peran orang tua dalam memilihkan camilan yang sehat bagi putera-puterinya, meskipun termasuk makanan ringan namun padat gizi.

Sebelum memilihkan camilan ada baiknya kita mengetahui berbagai jenis makanan. Berdasarkan tumpeng gizi seimbang, makanan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu 1) Kelompok makanan pokok berpati seperti nasi, roti, kentang, pasta, sereal dan lain-lain yang berfungsi sebagai sumber energi. Kelompok inilah yang dikonsumsi dalam jumlah banyak setiap harinya; 2) Kelompok buah dan sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral dan merupakan sumber serat. Fungsinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam sehari dianjurkan untuk memakannya sebanyak 5 porsi; 3) Sumber protein yang berasal dari hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, susu dan keju, serta protein nabati yang berasal dari tumbuhan seperti kacang—kacangan, tahu, tempe, oncom, dan susu kedelai. Protein berguna untuk membantu pertumbuhan tubuh. Kelompok ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang; 4) Makanan yang mengandung minyak, gula (manis) ataupun garam (asin/gurih). Kelompok makanan tersebut hanya boleh dikonsumsi seperlunya.

Dalam rangka mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang sesuai porsinya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah anak harus mengkonsumsi berbagai jenis makanan dalam jumlah yang tepat. Hindari memberikan makanan cepat saji pada anak, gantilah makanan yang kurang bergizi dengan makanan yang menyehatkan. Contohnya sediakanlah puding buah daripada menyediakan sosis atau cireng, gantilah camilan keripik dengan buah potong, berikan jus buah dengan sedikit gula atau tambahan susu dibandingkan minuman softdrink .

Perbanyak konsumsi makanan berserat agar pencernaan lancar dan membiasakan anak untuk memakan sayur dan buah. Jika anak kesulitan atau belum terbiasa dengan makanan sehat atau berserat ada baiknya kita mengenalkannya perlahan dan tidak memaksa, cari waktu yang tepat saat mood anak sedang baik dan kombinasikan dengan makanan kesukaannya. Ada baiknya ibu berkreasi dalam menata atau membuat bentuk makanan/camilan yang lucu agar anak tertarik memakannya. Jangan membiasakan memberi camilan yang terlalu manis ataupun terlalu asin/gurih, karena akan membentuk selera rasa anak hingga dewasa nanti.

Bagi anak yang sudah agak besar dan terbiasa jajan / membeli camilan di sekolah atau diluar, sebaiknya mulai kini kita ajarkan bagaimana memilih camilan/jajanan yang baik dan menyehatkan. Beberapa hal berikut penting untuk diperhatikan agar anak  cerdas dalam memilih jajanan :

1. Ajarkan anak untuk memilih makanan yang dijual di tempat yang bersih

- Tempat makanan tertutup

- Terhindar dari debu, asap kendaraan dan sinar matahari langsung

- Lokasi tidak dekat dengan tempat sampah atau yang tempat yang banyak dihinggapi lalat

2. Ajarkan anak untuk membeli makanan dari penjual yang bersih

- Dapat dilihat dari pakaiannya, tangan dan kuku serta rambutnya

- Saat menjamah makanan menggunakan alat atau alas tangan (tangan penjual tidak memegang/bersentuhan langsung dengan makanan)

- Tidak melayani sambil merokok atau menggaruk anggota badan (telinga, hidung, mulut atau bagian tubuh lain)

- Tidak batuk atau bersin di depan makanan yang disajikan tanpa menutup mulut atau hidung

3. Ajarkan anak untuk memperhatikan kemasan makanan

- Makanan yang dijual harus dalam keadaan terbungkus atau tertutup

- Pembungkus/penutup makanan harus dalam keadaan bersih atau tidak mencemari makanan (hindari makanan yang terbungkus dengan koran atau kertas bekas), makanan yang panas tidak boleh dibungkus dengan plastic

4. Ajarkan anak untuk memilih jajanan yang aman

- Tidak mengandung pewarna buatan (warnanya cerah)

- Tidak mengandung pengawet atau pemanis buatan karena dapat membahayakan kesehatan

- Makanan masih dalam keadaan baik (belum melewati tanggal kadaluarsa, terlihat segar dan tidak menimbulkan bau tak sedap)

- Minuman yang dibeli harus berasal dari air/es batu yang bersih dan matang

5. Ajarkan anak untuk memilih jajanan yang mengandung gizi lengkap, tidak memilih makanan yang mengandung tinggi lemak dan terlalu manis ataupun gurih

Dengan memberikan camilan yang sehat dapat membantu mencukupi kebutuhan gizi anak dan alangkah baiknya bila ibu menyiapkan sendiri bekal atau camilan untuk anak agar terjamin kebersihan serta kandungan gizinya.

(Review by dr. Yolin)

 Daftar Pustaka

  1. Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
  2. Knighton K. 2009. Mengenal Junk Food. Angeli (ed). Jakarta: Penerbit Erlangga.
  3. Permenkes No.942/Menkes/SK/VII/2003 Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan
Anda punya pertanyaan seputar Nutricoach ?
Ask Doctor
Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil