Profile
Kesehatan A-Z

Membedakan Sinyal Lapar Asli dengan Palsu

Membedakan Sinyal Lapar Asli dengan Palsu

Perut Anda terasa lapar? Sebelum Anda menyantap makanan, sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu apakah sinyal lapar itu asli atau palsu.

Tanda-tanda pertama dari kelaparan bisa dimulai di ruang bawah sternum. Ruang ini berada sedikit di bawah payudara atau otot-otot dada. Ketika rasa lapar meningkat, sensasi fisik perlahan-lahan bergerak ke atas ke kerongkongan dan ke daerah tenggorokan. Setelah itu, perut akan mulai berkontraksi. Sensasi perut berbunyi sebenarnya adalah salah satu sensasi lapar yang terakhir. Pada titik ini, jika tubuh tidak diberikan asupan makanan, dia akan mengirimkan sinyal lain seperti pusing, lekas marah, dan lain sebagainya.

Waktu terbaik untuk makan adalah pada tahap awal kelaparan. Jika Anda melewatkan tanda-tanda tahap awal, Anda dapat masuk ke mode kelaparan, yang akan mendorong nafsu makan berlebihan karena otak menganggap makanan adalah hal yang langka.  

Sedangkan sinyal lapar palsu biasanya dirasakan di lokasi yang sedikit berbeda dari yang dirasakan oleh sinyal lapar asli. Sensasi rasa lapar palsu mungkin muncul di bagian atas leher, tepat di bawah rahang, atau di dalam mulut di belakang tenggorokan. Sinyal lapar palsu juga mungkin berada di sekitar pusat perut bagian bawah.

Cara termudah untuk mulai mengidentifikasi kelaparan palsu adalah dengan memperhatikan sensasi yang terjadi di dalam tubuh Anda setiap kali Anda tahu bahwa Anda tidak lapar tetapi tetap ingin makan. Seringkali, sinyal lapar palsu muncul ketika Anda selesai makan, tetapi masih ingin mengunyah sesuatu, seperti makanan penutup atau sedikit hidangan favorit. Karena Anda ingin makan lebih banyak, otak mengirim sinyal lapar palsu yang membuat Anda percaya bahwa Anda masih membutuhkan asupan makanan.

Anda juga dapat menggunakan waktu makan terakhir Anda sebagai cara untuk membantu membedakan rasa lapar asli dengan palsu. Jika Anda ingin makan sesuatu padahal belum sampai dua jam lalu Anda makan, mungkin sinyal yang muncul adalah sinyal palsu.

Kelaparan juga sering muncul ketika kita dalam keadaan emosional, seperti depresi, kesepian, kebosanan dan kesedihan. Hal ini dapat memicu rasa lapar palsu. Untuk mengatasinya, Anda harus membereskan masalah emosi Anda terlebih dulu, misalnya dengan berpartisipasi dalam suatu kegiatan kelompok atau menjadi relawan atau kegiatan apapun yang Anda suka. 

Ketika Anda  sadar bahwa sinyal yang muncul adalah sinyal lapar palsu dan mulai memilih untuk tidak menanggapi sinyal itu, otak Anda akan mulai berhenti mengaitkan sinyal palsu dengan makanan, sehingga secara perlahan sinyal itu akan reda dengan sendirinya. Bila Anda sudah bisa membedakan sinyal lapar asli dan palsu, Anda akan  lebih mudah mengendalikan berat badan karena nafsu makan Anda akan berkurang.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan A-Z ?
Ask Doctor
Lupus adalah penyakit auto imum yang memiliki beberapa gejala seperti persendian bengkak, demam dan kelelahan. Ini yang Perlu Anda Tahu Tentang Lupus, Penyakit yang Diderita Selena Gomez Gejala serangan jantung bisa dikenali, seperti rasa nyeri di dada dan punggung belakang Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan