Profile
Alergi

Kunjungi Website Ini Untuk Informasi Lengkap Seputar Alergi!

Kunjungi Website Ini Untuk Informasi Lengkap Seputar Alergi!

Angka kejadian alergi sangat besar, sekitar 30-40 persen dari total populasi.

Alergi seringkali dianggap sebagai penyakit yang sepele, padahal gejala yang ditimbulkan dari alergi bisa mengganggu kesehatan, bahkan pada beberapa kasus dapat mengancam nyawa seseorang. Alergi sendiri merupakan respons berlebihan dari tubuh terhadap suatu ‘ancaman’ yang datang dari luar, seperti makanan, udara, debu, dan sebagainya. 

Dulu, alergi dianggap sebagai penyakit orang kaya, tapi sekarang orang yang mengalami alergi tidak  mengenal status sosial, bahkan angka kejadian penyakit dan risiko alergi meningkat dari tahun ke tahun di seluruh dunia, begitu kata DR. Dr. Zakiudin Munasir, SpA(K), Konsultan Alergi-Imunologi Anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di acara peluncuran Alat Edukasi dan Kampanye Mengenai Alergi untuk Dukung World Alllergy Week 2016, di Jakarta, (10/4) lalu.  

“Data World Allergy Organization (WAO) 2011 menunjukkan bahwa angka prevalensi alergi mencapai 30-40 persen dari total populasi dunia,” kata Dr. Zaki. Angka yang cukup besar. Ia juga menambahkan, beberapa faktor risiko alergi pada anak adalah riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar dan populasi udara serta asap rokok. Risiko alergi akan semakin tinggi bila ada riwayat alergi pada anggota keluarga. Anak-anak dengan kedua orang tua memiliki riwayat alergi memiliki risiko terkena alergi sampai 80 persen. 

Masih minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan alergi, terutama alergi pada anak, membuat Sarihusada bekerjasama dengan Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (KK FK UI) dan Unit Kerja Koordinasi (UKK) Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), meluncurkan Allergy Awareness Week, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai alergi serta menyediakan advokasi dalam menangani alergi. 

Peluncuran Allergy Awareness Week ditandai dengan memperkenalkan buku “Mengenal Alergi pada Anak” dan website www.alergianak.com  serta peluncuran kegiatan  ‘Bunda Tanggap Alergi dengan 3K’.

Menurut DR. Dr. Herqutanto, MPH, MARS, Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, alergi memiliki dampak lebih dari gangguan kesehatan tapi juga dampak sosial, seperti harus sering ke dokter, meningkatkan pengeluaran untuk kesehatan, prestasi anak jadi terganggu, dan sebagainya. “Karena itu edukasi dan advokasi untuk memahami pentingnya langkah-langkah yang tepat akan membantu masyarakat untuk menangani alergi,” ujarnya. 

Sebagai sebuah perusahaan yang memiliki komitmen untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak, Sarihusada memperkenalkan website http://www.alergianak.com. Menurut Ahmad Hamdani, Healthcare Nutrition Director Sarihusada, melalui website alergianak.com, masyarakat bisa mengenali faktor risiko alergi anak dari riwayat keluarga, gejala-gejala awal anak mengalami alergi, tips mengatasi alergi dan nutrisi untuk alergi. Di situs ini, ibu juga bisa berdiskusi tentang alergi Si Kecil pada pakarnya. Dengan kata lain, hanya dengan mengunjungi website www.alergianak.com, ibu sudah mendapatkan pengetahuan yang lengkap tentang alegi Si Kecil. 

Yuk, segera kunjungi www.alergianak.com dan dapatkan informasi lengkap seputar alergi pada anak.  

 

 

 

Anda punya pertanyaan seputar Alergi ?
Ask Doctor
Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi? Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi?