Profile
Kecantikan & Perawatan Kulit

Kulit Kering vs Dehidrasi Kulit, Apa Bedanya?

Kulit Kering vs Dehidrasi Kulit, Apa Bedanya?

Ketika kulit Anda terasa kering dan kasar, Anda mungkin secara alami akan mengasumsikan bahwa kulit Anda termasuk jenis kering. Padahal, bisa jadi itu adalah tanda kulit Anda mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Apa perbedaaan di antara keduanya? Ini penjelasannya.

Kulit kering adalah jenis kulit yang telah melekat pada diri seseorang sejak lahir. Jenis tersebut tidak bisa diubah, apakah itu kering, berminyak, normal atau kombinasi. Sedangkan dehidrasi adalah kondisi kulit, yang dapat menyebabkan Anda mengalami masalah lain seperti jerawat, iritasi dan kerut. “Karena dehidrasi kulit adalah kondisi kulit, maka setiap jenis kulit bisa mengalami dehidrasi kulit,” kata Dr. Debra Jalima, dermatologist dan penulis buku Skin Rules: Trade Secrets from a Top New York Dermatologist. Kekurangan cairan pada kulit bisa terjadi pada siapa saja, bersifat sementara atau lebih lama, dan dalam beberapa kasus bisa bertahan selamanya.   

Kulit itu sendiri terdiri dari cairan dan juga minyak. Jadi jika Anda memiliki kulit yang kering, itu berarti Anda kurang minyak. Untuk mendeteksi tipe kulit Anda, mudah saja. Coba cek bagian tubuh Anda. Biasanya tidak hanya wajah yang terasa kering, di bagian tubuh lain pun akan terasa kering, termasuk tangan, kulit kepala dan kaki. Bila Anda memakai pelembap dan lotion, kemungkinan mereka akan menyerap cukup cepat.

Kulit dikatakan normal dan sehat apabila lapisan terluar pada kulit (epidermis) mengandung lebih dari 10% cairan. Tidak seperti jenis kulit yang kering, kulit yang kekurangan cairan menghasilkan minyak dalam jumlah normal atau bahkan berlebih, namun kulit tetap terasa kering, ketat, bahkan mengelupas. Bila digambarkan, kulit Anda kering di bawah namun berminyak di atas.

Kulit yang terhidrasi dengan baik biasanya terasa lembut, segar, elastis dan terjaga dari kerusakan seperti keriput atau kerut halus yang dapat timbul di sekitar kantung mata. Sebaliknya, ciri-ciri kulit yang kurang cairan adalah kulit terlihat kering, kusam, terdapat garis-garis halus di sekitar mata, lingkaran hitam pada mata, kerutan di dahi dan elastisitas kulit menurun dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penuaan dini. Kekurangan cairan pada kulit juga bisa mengakibatkan kelainan kulit. Pasalnya, masalah itu menghalangi pembuangan toksin melalui kulit dan membuat kulit menjadi rentan terhadap berbagai macam kelainan kulit, antara lain dermatitis dan psoriasis, serta keriput dini dan perubahan warna kulit.

Komponen yang bekerja untuk menjaga kelembapan kulit adalah NMF (Natural Moisturizing Factor) yaitu faktor pelembap alami kulit yang ada pada lapisan epidermis. NMF merupakan pelembap alami kulit yang diproduksi oleh tubuh dengan sendirinya.

Beberapa faktor yang dapat menurunkan kadar  NMF sehingga timbul kekurangan cairan pada kulit di antaranya paparan suhu (sinar matahari dan AC), pemakaian kosmetik dan penggunaan produk yang salah, termasuk antiaging, diet dan kebiasaan buruk seperti merokok dan sembarang mengonsumsi minuman.

Untuk memproduksi NMF secara lebih efektif, tubuh kita memerlukan asupan cairan dan juga elektrolit yang cukup, karena salah satu komponen pembentuk NMF adalah elektrolit.

Kandungan elektrolit pada IONESSENCE cepat diserap tubuh sehingga dapat secara alami membantu pembentukan NMF di kulit. IONESSENCE dapat dikonsumsi kapan saja untuk menggantikan cairan tubuh & elektrolit yang hilang akibat aktivitas sehari-hari, tanpa kehilangan kalori yang besar. Minumlah IONESSENCE secara teratur, terutama setiap malam sebelum tidur agar proses regenerasi kulit bekerja lebih optimal, untuk memenuhi kebutuhan elektrolit dan cairan dalam tubuh Anda, sehingga kulit akan selalu terhidrasi dan tetap lembap dari dalam.

Anda punya pertanyaan seputar Kecantikan & Perawatan Kulit ?
Ask Doctor
Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi? Gejala serangan jantung bisa dikenali, seperti rasa nyeri di dada dan punggung belakang Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan