Profile
Kolesterol

Kolesterol, Faktor Risiko dan Cara Menurunkannya

Kolesterol, Faktor Risiko dan Cara Menurunkannya

Kolesterol bisa diturunkan dengan mengubah pola makan dan aktivitas fisik.

Kolesterol dalam tubuh terbagi dalam dua bentuk, LDL yang disebut lemak jahat karena membawa kolesterol menuju berbagai jaringan tubuh termasuk arteri, dan HDL atau lemak baik karena membawa  kolesterol dari jaringan menuju hati untuk kemudian dibuang dari tubuh. 

Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan pada dinding arteri yang bisa berakibat penyempitan pembuluh darah, dan membuat dinding pembuluh darah mengeras,atau disebut juga arterosklerosis. Plak kolesterol cenderung tidak stabil dan mudah terlepas. Bila arteri koroner mengalami penyempitan akibat plak, darah tidak dapat membawa oksigen dan nutrisi yang cukup untuk otot-otot jantung. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada dandapat memicu serangan jantung. Mengerikan, bukan?

Faktor Risiko
Dislipidemia atau kelainan kadar lemak dalam darah dan hipertensi, merupakan faktor risiko utama terhadap penyakit kardiovaskular. Hampir semua pedoman menyatakan bahwa seseorang memiliki hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik 90 mmHg pada pemeriksaan berulang.Kedua kondisi ini sangat berkaitan dan memerlukan penanganan yang sinergis.

Jadi apa saja yang mempengaruhi kadar kolesterol pada tubuh? Ada faktor risiko yang bisa dicegah dan tidak. Faktor yang tidak dapat dicegah antara lain faktor keturunan, usia dan jenis kelamin, sedangkan faktor risiko yang dapat dikontrol yaitu diet, berat badan, dan aktivitas fisik. 

Diet sangat berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi. Mengonsumsi lemak terlalu banyak menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Lemak tersaturasi meningkatkan kadar kolesterol lebih dari lemak lain, karena lebih banyak dikonsumsi manusia. Lemak ini ditemukan pada produk hewan, seperti daging atau lemak, produk susu, dan beberapa jenis minyak sayur seperti minyak kelapa dan minyak sawit. 

Sedangkan lemak trans ditemukan pada produk makanan terhidrogenisasi, misalnya beberapa produk margarin, produk yang dipanggang seperti crackers, biskuit, donat, roti, kentang goreng, dan ayam. Kolesterol pada produk makanan terdapat hanya pada produk hewan, seperti hati dan organ lain, kuning telur, udang, dan produk susu seperti mentega, krim, dan keju.

Selain lemak, terdapat jenis makanan lain yang juga mempengaruhi kadar kolesterol. Serat makanan larut air membantu mencegah penyerapan kolesterol dan lemak di dinding usus menuju aliran darah.Makanan yang banyak mengandung serat larut air antara lain sereal, oatmeal, dan buah-buahan segar (bukan jus buah). 

Ubah Pola Makan
Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengukur indeks massa tubuh Anda. Kelebihan berat badan atau obesitas cenderung meningkatkan kadar LDL dan trigliserida, serta menurunkan HDL. Lalu, bagaimana cara menurunkan berat badan yang baik? Caranya adalah mengubah pola makan Anda. 

Studi menunjukkan bahwa tubuh memerlukan 15 menit untuk mengetahui Anda telah makan, jadi tidak perlu terburu-buru saat makan.Anda mungkin sudah mengasosiasikan suatu perilaku dengan makanan, misalkan makan cemilan sambil menonton televisi. Hati-hati dengan pola makan seperti ini.Juga tidak disarankan untuk puasa, karena menunda makan akan membuat Anda lapar dan makan dengan porsi yang berlebih. 

Kunci dari aktivitas fisik adalah memulai dari latihan ringan lalu meningkatkan beban aktivitas Anda secara bertahap.Aktivitas fisik dapat membantu mengatur berat badan, menurunkan tekanan darah, serta menjaga kesehatan jantung dan paru-paru.Aktivitas fisik juga menurunkan kebutuhan insulin, sehingga mencegah risiko diabetes mellitus.
Anda mungkin membutuhkan tambahan obat penurun kolesterol.Banyak variasi obat yang bisa dipilih, seperti golongan statin, ezetimibe, resin, dan fibrat.Konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi obat penurun kolesterol.Ingatlah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat.Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? (dr. Adrian Prasetio) 

Anda punya pertanyaan seputar Kolesterol ?
Ask Doctor
Endometriosis adalah kondisi dimana terdapat jaringan dari dinding rahim yang tumbuh diluar rahim Endometriosis, Salah Satu Penyebab Nyeri Haid dan infertilitas Bayi baru lahir rentan terinfeksi virus. Hindari dengan cara ini Efek Buruk Mencium Bibir Bayi