Profile
Migrain

Kenali Pemicu Migrain

Kenali Pemicu Migrain

Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan keluhan yang umum dijumpai. Serangan migrain begitu menyiksa dan seringkali datang secara tiba-tiba. Ciri-ciri migrain adalah kepala terasa berdenyut dan kerap kali disertai dengan mual dan muntah. Rasa sakit ini disebabkan oleh adanya pembesaran pembuluh darah di dalam kepala. Ketika migrain datang, penderitanya akan sensitif terhadap cahaya, bau-bauan, dan suara. Biasanya migrain bisa datang berulang. 

Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti penyebab migrain. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga berperan sebgai faktor pemicu timbulnya keluhan tersebut,  antara lain:  

1.Perubahan pola tidur, menjadi terlalu sedikit atau terlalu banyak daripada biasanya. Jika Anda memiliki pola tidur yang tidak teratur, bisa membuat migrain mudah datang. 
2.Stres, baik secara emosional maupun mental. Stres dalam tingkat moderat memang dibutuhkan, namun stres dalam tingkat tinggi, bisa jadi memicu sakit kepala, salah satunya migrain. 
3.Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi untuk mengobati penyakit tertentu, termasuk pula kontrasepsi dan vasodilators.
4.Mengalami fobia terhadap cahaya terang atau photophobia.
5.Mengalami fobia terhadap suara keras atau phonophobia.
6.Sensivitas berlebih pada indera penciuman terhadap wangi parfum atau asap rokok.
7.Senyawa kimia yang terkandung dalam bahan pengawet atau senyawa kimia tambahan dalam makanan, seperti aspartame atau gula pengganti, MSG atau monosodium glutamate, kafein. 
8.Jadwal makan yang tidak teratur atau sedang berpuasa. Bila Anda seringkali melewatkan jam makan, tidak hanya bisa menimbulkan maag, tapi juga sakit kepala sebelah. 
9.Perubahan cuaca dan tekanan barometer udara.
10.Perubahan hormon (terutama pada wanita), seperti tingginya kadar estrogen menjelang menstruasi, kehamilan atau menopause serta akibat penggunaan obat hormonal (kontrasepsi maupun terapi sulih hormon)
11.Aktivitas fisik yang terlalu berat, baik itu dalam bentuk olahraga, aktivitas seksual atau pekerjaan berat lainnya.


Selain pemicu dari luar, terdapat juga faktor pemicu migrain yang tidak dapat dimodifikasi, seperti:

•Faktor keturunan (adanya anggota keluarga dengan riwayat penyakit serupa sebelumnya) 
•Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami migrain jika dibandingkan dengan pria terutama setelah menginjak usia pubertas. 
•Berat badan, penderita obesitas memiliki risiko lebih tinggi menderita migrain dibandingkan dengan populasi yang memiliki indeks massa tubuh ideal. 

Untuk dapat menentukan serta menghindari faktor pemicu migrain, cobalah untuk lebih peka dengan mencatat waktu, kegiatan, lokasi, aktivitas, serta kondisi lainnya (seperti makanan/ minuman yang dikonsumsi dalam 24 jam terakhir, haid pada wanita, jenis dan jumlah obat yang dikonsumsi) setiap kali migrain kambuh. Selain itu, catat pula efek dari obat-obatan migrain yang Anda konsumsi untuk membantu Anda saat berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.


Usahakan untuk menghindari berbagai pemicu migrain ini dengan terus memantau catatan yang sudah Anda buat. Memang akan lebih sulit untuk selalu tepat sasaran menghindari beragam faktor pemicu migrain, terutama jika penyebabnya adalah hal yang tidak dapat dikontrol seperti haid, menopause, maupun cuaca yang tidak menentu. Namun, usahakan untuk mengontrol berbagai penyebab migrain yang dapat Anda kontrol, seperti jenis makanan yang dikonsumsi, jadwal makan, maupun aroma tertentu. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan

Anda punya pertanyaan seputar Migrain ?
Ask Doctor
Gondongan atau mumps atau parotits adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan peradangan dan pembengkakan kelenjar ludah. Gondongan Bisa Dicegah Dengan Imunisasi Sering Lelah dan Pusing? Jangan-jangan Anda Menderita Bradikardia Sering Lelah dan Pusing? Jangan-jangan Anda Menderita Bradikardia