Profile
Migrain

Keluhan Kesehatan Terkait Migrain

Keluhan Kesehatan Terkait Migrain

Migrain adalah sakit kepala sebelah yang disebabkan oleh hal ini

Anda sering migrain? Kemungkinan penyebabnya bukan hanya sakit kepala semata, tapi berkaitan dengan kondisi kesehatan lainnya. 

Sekitar 18% wanita dan 6% pria mengalami sakit kepala parah (yang sering disertai gejala migrain lainnya seperti mual dan sensitif terhadap cahaya dan suara).

"Salah satu alasan mengapa migrain begitu umum adalah karena begitu banyak jalur yang menyebabkan migrain," kata dr. Richard Lipton, direktur Pusat Sakit Montefiore di New York City, "dan jalur tersebut mungkin berbeda dari orang ke orang."

Berikut ini tanda dan gejala penyakit yang terkait dengan migrain: 

Depresi
Jika Anda memiliki episode migrain,  risiko Anda mengalami depresi dua kali lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki migrain. Jika migrain Anda termasuk kronis (15 atau lebih dalam sebulan), risiko Anda meningkat dua kali lipat, kada dr. Lipton. 

Meskipun ada kemungkinan orang-orang dengan migrain menjadi depresi karena rasa sakitnya, namun depresi juga bisa terjadi lebih dulu. Ini menunjukkan keduanya memiliki kesamaan-gen atau neurologi atau keduanya. 

Kecemasan
Orang dengan migrain kronis lebih cenderung memilik gangguan kecemasan daripada depresi. Sekitar separuh orang dengan migrain juga memiliki kecemasan, menurut American Migraine Foundation.

Seperti halnya depresi, kecemasan atau migrain bisa terjadi lebih dulu, kata dr. Teshamae Monteith, direktur program sakit kepala dan asisten profesor neurologi klinis di University of Miami Miller School of Medicine. "Pasien yang memiliki kecemasan dalam hidup lebih cenderung mengalami migrain, dan sebaliknya."

Stroke
Beberapa penelitian menemukan adanya kaitan antara stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah dan migrain dengan aura, gejala sensorik visual atau lainnya, yang terkadang mendahului serangan migrain yang sebenarnya.

Orang yang memiliki migrain, berisiko stroke dua kali lipat, kata dr. Lipton. Namun secara keseluruhan, risikonya masih sangat kecil. Menurut dr. Lipton, migrain, terutama dengan aura, sebagian besar merupakan penyakit pada wanita, dan wanita muda memiliki risiko lebih rendah terkena stroke daripada pria.  Cara untuk menurunkan risiko adalah dengan menjaga tekanan darah,  gula darah, kadar kolesterol dan tidak merokok.

Epilepsi
Gangguan kejang epilepsi dan migrain dapat melibatkan gangguan sensorik dan perubahan mood. Gangguan epilepsi bisa datang berbarengan atau salah satunya datang lebih dulu. "Migrain dan epilepsi merupakan gangguan pada rangsangan otak, di mana otak cenderung bereaksi terhadap rangsangan lingkungan, kurang tidur," katanya. "Beberapa penyebab genetik spesifik migrain juga menyebabkan epilepsi."

Penyakit jantung
Selain memiliki risiko stroke lebih tinggi, pria dan wanita dengan migrain (dengan aura pada khususnya) juga memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi, terutama serangan jantung. Satu studi juga menemukan bahwa penderita migrain lebih cenderung memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. 

Untuk menjaga diri Anda dari penyakit jantung, kendalikan berat badan, kolesterol, dan tekanan darah.

Asma
Meskipun asma adalah gangguan pernapasan dan migrain adalah kondisi neurologis, keduanya bisa berjalan bersama. Penyebut umum bisa jadi peradangan.  "Pada asma, ada peradangan dan penyempitan saluran udara yang berlebihan," kata Dr. Lipton. "Pada migrain, terjadi pembengkakan pembuluh darah yang berlebihan di luar otak." Sebenarnya, ini adalah pembengkakan pembuluh darah di luar otak yang bisa menyebabkan rasa sakit menyengat yang merupakan ciri khas sakit kepala migrain.

Kegemukan
Jika Anda sudah memiliki migrain, kelebihan berat badan bisa memperburuknya. Jika Anda belum pernah mengalami migrain, obesitas sebenarnya bisa memicunya. "Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mereka yang memiliki berat badan lebih cenderung memiliki migrain," kata Dr. Monteith.

Seperti asma, common denominator mungkin bersifat peradangan, yang bisa disebabkan oleh kelebihan berat badan. Kehilangan berat badan bisa membantu. Satu studi kecil menemukan bahwa sekelompok orang gemuk dengan migrain yang menjalani operasi bariatrik dan kehilangan rata-rata sekitar 66 pon melihat penurunan serangan yang menyakitkan.

Memperhatikan dengan seksama diet Anda bisa mendapatkan keuntungan tidak hanya berat badan Anda tetapi juga migrain Anda. Makanan tertentu seperti anggur merah, coklat, dan daging olahan bisa memicu serangan.

Bell’s Palsy
Bell's palsy adalah kelumpuhan sementara dari saraf di wajah. Gejalanya bisa berupa kedutan, kelemahan pada satu sisi wajah dan kesulitan membuka dan menutup mata. Satu studi tahun 2014 menemukan bahwa orang-orang dengan migrain, memiliki risiko Bell's palsy hampir dua kali lipat. Para periset tidak bisa mengatakan mengapa, mungkin ada kaitan, tapi berspekulasi bahwa hal itu ada kaitannya dengan perubahan pembuluh darah, pembengkakan, atau infeksi, karena beberapa virus telah dikaitkan dengan Bell's palsy.

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya

Anda punya pertanyaan seputar Migrain ?
Ask Doctor
 p>For most of you who do not know what it is multiple myeloma, it is one type of cancer that… Anticipating Multiple Myeloma  p>For most of you who do not know what it is multiple myeloma, it is one type of cancer that… Anticipating Multiple Myeloma