Profile
Kesehatan Anak

Ini Alasan Penting Imunisasi MR Tidak Boleh Diabaikan

Ini Alasan Penting Imunisasi MR Tidak Boleh Diabaikan

Imunisasi serentak untuk mengurangi penyakit campak sekaligus mengendalikan penyakit rubella dan kecacatan ru

Setelah pada 2017 sukses menggelar imunisasi serentak, kini Kementerian Kesehatan kembali mengadakan imunisasi MR tahap dua yang berlangsung dari Agustus – September 2018.

Imunisasi MR yang akan menyasar 28 propinsi di luar Jawa ini ditujukan bagi bayi berusia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun. Tujuan imunisasi serentak ini untuk mengurangi penyakit campak sekaligus mengendalikan penyakit rubella dan kecacatan bawaan rubella (Congenital Rubella Syndrome-CRS) pada 2010.

Meski sudah memasuki tahap dua, namun pro kontra soal imunisasi masih saja berembus. Pro kontra yang menyeruak salah satunya soal  halal haramnya imunisasi atau vaksin, lantaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum mengeluarkan sertifikasi halal untuk vaksin MR. Masyarakat yang ragu akan kehalalan vaksin memilih untuk menunggu.

Saat ini hanya ada dua produsen MR antara lain Cina dan India. Vaksin MR yang digunakan untuk tahap 1 dan 2 berasal dari India dan sudah digunakan di 140 negara termasuk negara-negara islam yang lebih dulu mencanangkan jadwal imunisasi MR.

Apa pun pilihan orangtua, tetap imunisasi atau menunggu sertifkat halal dari MUI, namun perlu digarisbawahi bahwa imunisasi memiliki manfaat sangat besar bagi kesehatan anak dan lingkungan di sekitarnya karena dapat mencegah kematian akibat komplikasi akibat penyakit campak.

Imunisasi berbeda dengan obat, yang diberikan pada anak yang tidak sehat supaya menjadi sehat. Imunisasi justru diberikan pada anak yang sehat. Manfaat imunisasi memang tidak terlihat secara instan, namun di kemudian hari. Tujuan imunisasi adalah anak tidak akan sakit campak atau berakhir dalam perawatan intensif dengan meningitis. Memutuskan untuk tidak memberi imunisasi akan menempatkan anak pada risiko terkena berbagai penyakit yang berpotensi serius bahkan fatal.

Dokter Piprim Basarah Yanuarso, dokter spesialis anak sekaligus pendiri Rumah Vaksin menjelaskan tentang pentingnya vaksin MR bagi anak. Ia menyebutkan, di Indonesia masih banyak bayi lahir dengan Sindrom Rubella Kongenital, yaitu bayi yang lahir buta, tuli, otak kecil, jantung bocor dan lainnya. Bayi tersebut jadi sakit berat karena si ibu tertular Rubella saat dia hamil muda. Hampir 90% ibu hamil muda yang tertular Rubella maka janinnya bisa cacat berat seperti itu. Nah, si virus Rubella ini hidup subur berkembang biak di anak-anak kelompok usia 9 bulan sampai 15 tahun. Jadi kalau kita ingin melindungi ibu hamil dari tertular Rubella maka virusnya harus dibasmi agar lenyap dengan cara vaksin serentak. Ia menambahkan, cakupan imunisasi harus lebih dari 90%. Kalau tidak tercapai karena banyak yang menolak, usaha membasmi Rubella bisa gagal total, demikian dr. Piprim menjelaskan.

Dengan penjelasan dr. Piprim ini tentunya Anda semakin paham tentang pentingnya vaksin MR untuk anak-anak. Yuk, jadwalkan membawa anak untuk vaksin MR di puskesmas dan klinik terdekat.

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

 

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Anak ?
Ask Doctor
Kematian mendadak pada usia produktif disebabkan oleh serangan jantung Penyebab Kematian Mendadak pada Usia Produktif Kematian mendadak pada usia produktif disebabkan oleh serangan jantung Penyebab Kematian Mendadak pada Usia Produktif