Profile
Kanker Serviks

Gejala Kanker Serviks yang Tidak Disadari

Gejala Kanker Serviks yang Tidak Disadari

Kanker serviks adalah suatu keganasan pada leher rahim. Gejala yang paling sering dialami, perdarahan abnormal

Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang cukup menakutkan. Karena itu, penting untuk mengenali kanker serviks sejak dini. Kanker serviks adalah suatu keganasan pada leher rahim. Leher rahim adalah pintu masuk vagina ke dalam rahim. 

Gejala kanker serviks yang paling sering ialah perdarahan abnormal dari jalan lahir. Selain pendarahan yang abnormal, gejala lain yang mungkin muncul adalah:

1.    Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
2.    Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
3.    Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.

Meskipun demikian, kebanyakan kanker serviks di stadium awal bisa tidak memiliki gejala. Oleh karenanya sangat penting untuk melakukan pencegahan dengan vaksinasi dan deteksi dini kanker dengan cara papsmear.

Penyebab Kanker Serviks 
Kanker serviks disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini disebut virus HPV atau human papillomavirus. Menurut penelitian, sebanyak 70% wanita dan pria akan terpapar oleh virus HPV dalam hidupnya.

Terdapat banyak jenis HPV yang sebagian besar tidak berbahaya, tetapi ada juga jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim dan memicukanker. Sebanyak 70% penyebab kanker serviks ialah HPV 16 dan HPV 18.

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Serviks? 
Orang yang berisiko tinggi terkena kanker serviks antara lain ialah wanita yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, sering berganti-ganti pasangan,terlalu dini melakukan hubungan seksual (usia kurang dari 18 tahun), wanita yang merokok, atau wanita dengan kekebalan tubuh yang rendah seperti pada pasien HIV/AIDS.

Cara paling mudah untuk deteksi dini kanker serviks ialah pap smear. Pap smear dilakukan pada wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, dengan mengambil sel-sel pada leher Rahim dengan spatula (sendok kecil). Sel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji. Pap smear biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.
    
Saat ini sudah banyak dikembangkan vaksin untuk mencegah infeksi kanker serviks. Vaksinasi HPV yang saat ini tersedia di Indonesia adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.

Pemberian vaksin HPV bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi, sehingga waktu terbaik ialah diberikan pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Vaksin kanker serviks diberikan sebanyak tiga dosis dalam tiga kali pemakaian. Vaksin pertama diberikan saat remaja yaitu usia 11-12 tahun. Vaksin kedua diberikan satu sampai dua bulan setelah vaksin pertama, dan vaksin ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama.

Vaksin kanker serviks memiliki perlindungan jangka panjang terhadap infeksi HPV, tetapi jika saat remaja dosis vaksin belum lengkap, alangkah lebih baik untuk berkonsultasi ke dokter kandungan untuk melengkapi dosis vaksin HPV.

 

Ditulis Oleh: dr. Nurul Atikah Zain

Anda punya pertanyaan seputar Kanker Serviks ?
Ask Doctor
Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu Sakit maag datang dengan gejala yang berbeda pada setiap orang. Kenali gejalamu agar kamu dapat menangani dan mengobatinya segera. Sakit Maag, Ini Gejalanya