Profile
Kesehatan Anak

Gejala Demam Berdarah Pada Anak

Gejala Demam Berdarah Pada Anak

Gejala demam berdarah pada anak terkadang tidak terdeteksi oleh para orang tua. Karena itu, orang tua perlu mengenal lebih jauh tentang demam berdarah dan gejalanya, agar lebih tepat dalam penanganannya. Demam berdarah atau yang biasa dikenal dengan DBD  merupakan salah satu penyakit yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Infeksi ini biasanya ditandai dengan adanya demam tinggi, munculnya bercak/bintik merah pada pada kulit, dan nyeri pada sendi. Selain itu, demam berdarah biasa terjadi pada negara-negara beriklim tropis seperti Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Pasifik. 

Umumnya, demam berdarah akan menjalani masa inkubasi virus selama 5-8 hari sebelum munculnya gejala pada penderitanya. Penyebarannya pun tidak seperti nyamuk pada umumnya. Nyamuk demam berdarah biasanya menggigit pada siang hari. Oleh karena itu, nyamuk demam berdarah akan banyak berkembang biak atau meningkat jumlah penderitanya pada musim hujan. Di mana banyak genangan air dan sampah-sampah yang tidak terangkut ke penampungan.

Berikut beberapa gejala yang muncul jika bayi atau balita terkena demam berdarah:

• Demam tinggi 
• Ingusan 
• Batuk
• Ruam ringan pada kulit

Namun, gejala pada anak yang sudah besar memiliki sedikit perbedaan, di antaranya: 

• Demam tinggi
• Sakit pada sendi dan di belakang mata
• Sakit punggung
• Sakit kepala

Selain beberapa gejala di atas tadi, kebanyakan dari penderita mengalami kehilangan nafsu makan, mual, mutah, dan gatal pada telapak kaki. Tidak hanya itu, si kecil pun akan merasa tubuhnya sangat lemah dan hal tersebut dapat berlangsung saat sakit hingga masa penyembuhan. Jika si kecil mengalami beberapa gejala di atas, ada baiknya Anda segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pasalnya, gejala demam berdarah dengan cikungunya hampir mirip, maka dokter pun akan melakukan beberapa tes untuk memastikan apakah anak Anda menderita demam berdarah atau tidak. 


Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk merawat anak yang terkena demam berdarah, antara lain: 
• Pastikan si kecil mendapatkan banyak istirahat
• Memberikan makanan ringan dan bergizi
• Mengompres dahi jika panasnya belum turun atau panasnya datang dan pergi.

Beberapa cara di atas dianggap dapat membantu si kecil dalam melewati penyakitnya. Pasalnya, sampai saat ini belum ada vaksin untuk penyakit demam berdarah. Dan, cara lain untuk melindungi si kecil adalah dengan menjaganya dan menyingkirkan nyamuk dan beberapa hal yang dapat mendatangkan nyamuk demam berdarah.

Nah, untuk menghindari si kecil dari nyamuk demam berdarah adalah dengan cara memastikan daerah rumah Anda bebas dari genangan air, sampah, dan barang-barang lama yang menumpuk. Karena, nyamuk demam berdarah sangat mudah berkembang biak pada genangan air dan tempat-tempat yang tidak tersentuh. 


Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari si kecil dari serangan nyamuk aedes aegypti:

• Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk menghindari kulit yang terkena gigitan nyamuk
• Gunakan pakaian yang berwarna terang, karena pakaian dengan warna gelap dapat menarik nyamuk
• Menggunakan kelambu saat tidur
• Menggunakan krim khusus untuk pengusir nyamuk yang berbahan dasar sereh atau semprotan nyamuk lainnya. 

Jika tidak segera diobati, demam berdarah dapat mengakibatkan perdarahan, kejang, gagal hati, hingga kematian. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting untuk mengurangi risiko akibat dari demam berdarah. Bukanah lebih baik mencegah dari pada mengobati? (PR)

Ditinjau oleh: dr. Tri Aria Wibowo

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Anak ?
Ask Doctor
Siklus menstruasi yang tidak teratur akan membuat aktifitas terganggu, tentu hal ini tidak terjadi begitu saja. Berikut adalah penyebab telat haid. 8 Penyebab Siklus Menstruasi Tak Teratur Darah tinggi adalah penyakit yang ditakuti banyak orang karena membahayakan tapi sering kali tidak menimbulkan gejala. Ini beberapa obat anjuran Dokter. Obat Darah Tinggi yang Perlu Anda Tahu