Profile
Penyakit Jantung

Fibrilasi Atrium dan Rekomendasi Pengobatannya

Fibrilasi Atrium dan Rekomendasi Pengobatannya

Fibrilasi Atrium merupakan kelainan irama jantung yang berupa detak jantung yang tidak biasa dan seringkali ce

Fibrilasi Atrium merupakan kelainan irama jantung yang berupa detak jantung yang tidak biasa dan seringkali cepat. Penderita Fibrilasi Atrium (FA) memiliki risiko 5 kali lebih tinggi untuk mengalami stroke dibandingkan orang tanpa FA.

Faktor risiko terjadi fibrilasi atrium di antaranya penyakit kardiovaskular, asupan alkohol berlebihan, peradangan, usia lanjut, kelainan tidur, jenis kelamin pria, riwayat keluarga, riwayat penyakit, kelainan echocardiography dan kelainan tiroid.

Rekomendasi pengobatan untuk pasien FA adalah menggunakan Rivaroxaban. Efektivitas Rivaroxaban dalam mencegah stroke terkait FA, lebih dari 96% pasien yang berobat dengan minum Rivaroxaban dalam penelitian yang dilakukan tidak mengalami pendarahan mayor, stroke/emboli sistemik (SE), atau kematian. Hasil studi XANAP menunjukkan tingkat perdarahan  mayor yang rendah 1,5% per tahun bagi pasien FA yang diterapi dengan Rivaroxaban berdasarkan real world practice.

Dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S (K) dalam konferensi pers Hasil Studi XANAP (Rivaroxaban untuk Pencegahan Stroke bagi Pasien dengan Fibrilasi Atrium di Asia) menjelaskan salah satu efek samping dalam memberikan obat pengencer darah kepada pasien adalah risiko perdarahan mayor. "Perdarahan itu dapat menyebabkan kadar hemoglobin menurun drastis. Bila tak ditolong bisa berbahaya, bahkan menyebabkan stroke,"

Hasil studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Arrhythmia tersebut juga mengkonfirmasi bahwa Rivaroxaban memiliki tingkat efikasi dan keamanan yang kuat pada pasien di Asia. Efikasi adalah kemampuan obat dalam mencegah risiko stroke. Obat-obatan antikoagulan adalah terapi yang digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit serius dan kondisi yang berpotensi mengancam nyawa.

Rivaroxaban adalah anti koagulan oral antagonis non-vitamin K terbaru (NOAC) yang telah dipasarkan di Indonesia sejak 2009. Secara Global, sejak 2008, Rivaroxaban disetujui untuk disetujui untuk tujuh indikasi yang telah melindungi lebih dari 39 juta pasien dengan kondisi tromboemboli vena dan arteri dibandingkan dengan NOAC lainnya :

-Pencegahan stroke dan emboli sistemik (SE) pada pasien dewasa dengan FA non-valvular dengan satu atau lebih faktor risiko

-Perawatan trombosis vena dalam (DVT) pada orang dewasa

-Pengobatan emboli paru (PE) pada orang dewasa

-Pencegahan DVT danPE  berulang pada orang dewasa

-Pencegahan tromboemboli vena (VTE) pada pasien dewasa yang menjalani operasi penggantian panggul elektif

-Pencegahan VTE pada pasien dewasa yang menjalani operasi penggantian lutut elektif

-Pencegahan kejadian atero-trombotik (kematian kardiovaskular, infarkmiokard atau stroke) setelah Sindroma Koroner Akut pada pasien dewasa dengan biomarker jantung tinggi dan tidak ada stroke atau serangan iskemiktransien ketika diberikan bersama asam asetilsalisilat (ASA) atau dengan ASA plus clopidagrel atau ticlopidine.

Di Indonesia, indikasi yang telah disetujui adalah:

-Pencegahan trombo emboli vena (VTE) pada pasien dewasa yang mengalami operasi penggantian sendi panggul dan lutut elektif

-Untuk mengurangi risiko stroke dan emboli sistemik pada pasien fibrilasi atrium non-valvular:

            1. dengan riwayat stroke atau TIA (transient ischemic attack)

            2. dengan skor CHADS2 ≥2

-Pengobatan thrombosis vena dalam (DVT) di mana lamanya pengobatan harus didasarkan pada penyakit yang mendasarinya

-Pengobatan pasien emboli paru dengan hemodinamik stabil, yang harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan CT-scan spiral.

Anda punya pertanyaan seputar Penyakit Jantung ?
Ask Doctor
Posisi seks konon dapat meningkatkan peluang hamil, padahal ada cara lebih efektif yang bisa Anda lakukan Benarkah Posisi Seks Tingkatkan Peluang Hamil? Tekanan darah rendah bisa terjadi pada siapa saja. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab darah rendah. Darah Rendah, Kenali Penyebabnya