Profile
Diabetes

Diet Cara Baru: Cut Carbo, Diet Efektif Tanpa Menyiksa

Diet Cara Baru: Cut Carbo, Diet Efektif Tanpa Menyiksa

Bagi sebagian orang, diet seringkali dianggap sebagai penyiksaan. Tidak boleh makan ini, tidak boleh makan itu. Sebulan dua bulan mungkin Anda masih bisa konsisten mengikuti pola makan yang dianjurkan, tapi bulan-bulan berikutnya Anda melambaikan tangan tanda menyerah. Dan pola makan Anda pun kembali seperti sebelum diet, bahkan mungkin Anda seperti balas dendam, makan apa saja yang Anda suka. Bila dibiarkan, tidak hanya timbangan yang naik, risiko terkena diabetes pun cukup besar.

Tahukah Anda, pada tahun tahun 2013, dibetes masuk menjadi lima penyebab terbesar kematian orang Indonesia.  Satu dari 50 orang dewasa muda (25-34 tahun) mengalami diabetes. Satu dari 10 orang Indonesia pra-diabetes, empat dari enam penderita diabetes tidak sadar terkena diabetes dan kondisi pra diabetes bisa berubah menjadi diabetes dalam waktu empat sampai lima tahun jika tidak mengubah gaya hidup.

Salah satu pemicu tingginya angka diabetes, termasuk penyakit jantung dan stroke, adalah tingginya konsumsi makanan tinggi karbohidrat. Pada Oktober 2015 seperti dimuat dalam Beritagar Id, konsumsi beras orang Indonesia adalah 109 Kg pertahun. Selain nasi, sumber tinggi karbohidrat lainnya adalah mie, kentang goreng, roti putih, gula, makanan manis dan gandum (tidak utuh atau olahan).

Makanan berkarbohidrat tinggi berarti menaikkan kadar gula darah dengan cepat dan turun dengan cepat juga, membuat insulin bekerja ekstra, yang pada gilirannya akan memicu kondisi pradiabetes kemudian menjadi diabetes. Kelebihan gula di dalam tubuh juga akan disimpan menjadi lemak, dan akhirnya meningkatkan risiko diabetes.

Lantas apa yang harus dilakukan? Cut Curbo! Ya, Anda bisa mengonsumsi karbohidrat tapi kurangi porsinya.  Inilah cara diet baru yang bisa menurunkan berat badan sekaligus mencegah Anda dari penyakit diabetes.

Mengapa Cut Carbo? Penelitian membuktikan bahwa diet rendah karbo menurunkan berat badan lebih besar daripada diet lain. Pola dietnya juga simpel, Anda hanya perlu mengurangi porsi karbohidrat Anda. Makanan-makanan yang merupakan sumber tinggi karbo adalah nasi, mie, kentang goreng, roti, gula dan pasta.  

Selain itu untuk menghindari mengonsumsi karbohidrat yang berlebihan, makanlah lima kali sehari. Tiga kali makan besar, dan dua kali mengonsumsi camilan yang tinggi serat seperti SOYJOY. Makanan yang tinggi serat akan  dicerna perlahan sehingga gula darah meningkat perlahan (stabil), dan dapat mengendalikan nafsu makan sehingga porsi karbohidrat lebih terkontrol.

Berikut ini contoh makanan pola Cut Caro:

Whole grain + susu low fat/yogurt  : 85 gr karbohidrat

SOYJOY Almond Chocolate : 13 gram karbohidrat

Nasi putih ½ porsi + ayam + tahu + sayur : 100 gram karbohidrat

Edamame: 16 gram karbohidrat

Nasi putih ½ porsi + sup ayam + sayur : 50 gram karbohidrat

Total karbohidrat dari makanan-makanan di atas adalah 264 gram karbohidrat. Untuk mereka yang sedang dalam program mengurangi berat badan, pola makan di atas juga sangat dianjurkan karena selain mengenyangkan, juga jumlah karbohidratnya sedikit kurang dari 300 gram takaran harian yang dianjurkan.

Cegah obesitas dan diaebetes dan jaga berat badan ideal dengan  membatasi asupan karbohidrat Anda. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti kedelai, sayur, buah dan kacang-kacangan. Jangan khawatir lemas dan kelaparan. Coba diet asyik ini, Cut Carbo dengan SOYJOY 2 jam sebelum makan! Jika diet ini dilakukan secara konsisten, pasti berhasil menurunkan atau menjaga berat badan ideal Anda.

Anda punya pertanyaan seputar Diabetes ?
Ask Doctor
Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan nyeri kepala berdenyut yang umumnya hanya mengenai satu sisi kepala saja. Meski demikian, lama-kelamaan rasa sakit tersebut dapat menyebar ke dua sisi kepala. 5 Tanda Migrain yang Perlu Diwaspadai Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan nyeri kepala berdenyut yang umumnya hanya mengenai satu sisi kepala saja. Meski demikian, lama-kelamaan rasa sakit tersebut dapat menyebar ke dua sisi kepala. 5 Tanda Migrain yang Perlu Diwaspadai