Profile
Health A-Z

Di Balik Gejala Kesemutan

Di Balik Gejala Kesemutan

Kesemutan merupakan sensasi yang menusuk dan seperti dijalari semut, sehingga disebut sebagai kesemutan. Kesemutan dengan nama medis paresthesia dapat terjadi di area mana saja pada tubuh, namun paling sering muncul pada tangan, kaki, lengan dan telapak kaki. Biasanya, penyebab umum dari terjadinya kesemutan adalah adanya posisi bagian tubuh yang terus sama dalam waktu yang lama, seperti kaki yang disilangkan atau tidur menindih lengan.

Saat kesemutan mendadak muncul atau terus-menerus berlangsung tanpa ada sebab pasti, kesemutan dapat menjadi gejala dari sesuatu yang lebih serius seperti penyakit tertentu atau riwayat cidera. Beberapa penyakit yang memiliki kesemutan sebagai salah satu gejalanya adalah multiple sklerosis atau sindrom carpal tunnel. 

Beberapa penyebab dari adanya kondisi mati rasa dan kesemutan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kondisi kesemutan ringan dan terjadi sehari-hari dan kondisi kesemutan yang terus-menerus terjadi dan merupakan indikasi dari adanya penyakit serius. Penyebab kesemutan biasa antara lain.

1.Duduk atau berdiri dalam satu posisi di waktu yang lama.
2.Duduk dengan kaki disilangkan.
3.Tidur menindih lengan.

Sementara itu, penyebab lain dari kesemutan yang lebih serius meliputi:
1.Adanya gigitan serangga atau hewan lain.
2.Adanya efek samping dari terapi radiasi.
3.Kadar vitamin B12 yang tidak semestinya, atau vitamin, potasium, kalsium maupun sodium yang abnormal.
4.Keracunan makanan laut.
5.Sindrom carpal tunnel atau penjepitan saraf di pergelangan tangan.
6.Aliran darah yang buruk pada area yang mengalami kesemutan.
7.Cidera saraf leher.
8.Tekanan pada saraf di area tubuh tertentu karena adanya luka, pembesaran pembuluh darah, infeksi atau tumor.
9.Saraf pada tulang belakang mengalami hernia.
10.Penyakit diabetes.
11.Kondisi frostbite.
12.Shingles, atau kondisi ruam menyakitkan pada kulit akibat virus cacar air.
13.Kejang pada pembuluh darah yang menghalangi aliran darah atau Raynaud’s phenomenon.
14.Adanya peradangan pada saraf tulang belakang atau transverse myelitis.
15.Peradangan pada otak atau encephalitis.


16.Multiple sklerosis yang mempengaruhi kondisi otak dan saraf tulang belakang.
17.Tiroid yang kurang aktif.
18.Kejang.
19.Pengerasan pembuluh darah jantung.
20.Adanya stroke ringan maupun stroke.

Selain berbagai penyebab penyakit serius yang sudah disebutkan, kesemutan dapat mengindikasikan adanya sesuatu yang lebih serius jika penderitanya juga mengalami kesulitan bergerak atau berjalan, kehilangan kesadaran, baru saja mengalami cedera punggung, leher maupun kepala, bicara tidak jelas, sulit berpikir jernih, mengalami gangguan penglihatan, mengalami kesulitan mengontrol pembuangan air seni maupun feses, merasa lemas dan merasakan sakit. Selain itu, jika kesemutan terus-menerus terjadi, ruam muncul, gejala kesemutan memburuk saat area tubuh yang mengalaminya digerakkan, muncul rasa pusing, kejang otot hingga sering buang air kecil, maka kondisi ini perlu segera diperiksakan. 


Saat memeriksakan diri ke dokter, kemungkinan besar dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes darah, tes level elektrolit, tes fungsi tiroid, tes kadar racun, pemeriksaan saraf, spinal tap hingga pemeriksaan pemindaian seperti X-rays, angiogram, CT scans, MRI dan ultrasound. 

Pada Anda yang mengalami kondisi kesemutan yang berlanjut, diperlukan tindakan yang hati-hati di sekitar benda tajam atau benda panas karena kesemutan membuat area yang mengalaminya sedikit kehilangan indera perasa. Untuk mengobati kondisi kesemutan, diperlukan informasi yang akurat mengenai penyebab terjadinya kesemutan sehingga pengobatan dan perawatan dapat disesuaikan. Sementara itu, pada kesemutan normal biasa, menggerakkan anggota tubuh yang mengalaminya dapat pelan-pelan meredakan rasa kesemutan. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Aria Wibowo

Anda punya pertanyaan seputar Health A-Z ?
Ask Doctor
Perawatan payudara tidak hanya dilakukan pada ibu menyusui, tapi perlu dilakukan sejak bayi dalam kandungan. Perawatan Payudara untuk Ibu Hamil Perawatan payudara tidak hanya dilakukan pada ibu menyusui, tapi perlu dilakukan sejak bayi dalam kandungan. Perawatan Payudara untuk Ibu Hamil