Profile
Kesehatan Mental

Dampak Negatif Orangtua Bertengkar di Depan Anak

Dampak Negatif Orangtua Bertengkar di Depan Anak

Bertengkar di depan anak bisa membuat anak sulit bersosialisasi denga depresi

Sebagai orangtua, tentu Anda sudah sering mendapat saran untuk tidak bertengkar di depan anak karena dikhawatirkan dapat mengganggu mental mereka. Berdasarkan studi yang dimuat di Journal of Family Psychology, terlalu banyak perselisihan di dalam keluar dapat mengubah otak anak-anak dan membuat mereka memproses emosi secara berbeda. 

Pada penelitian ini, peneliti mengklasifikasikan keluarga yang berpartisipasi menjadi menjadi keluarga dengan konflik tinggi atau rendah, berdasarkan survei yang diisi oleh ibu-ibu tersebut. Kemudian, peneliti menunjukkan pada anak-anak mereka foto pasangan yang tampak marah, bahagia, dan netral karena peneliti mengukur aktivitas otak mereka melalui EEG.

Hasilya, otak anak-anak di kelompok konflik tinggi, bereaksi lebih kuat terhadap pasangan yang tampak marah daripada kelompok yang berasal dari keluarga yang berkonflik rendah. Menurut peneliti, apa yang mereka saksikan tertanam dalam ingatan sehingga terbawa hingga ke pergaulan sosial. Anak-anak yang tinggal bersama orangtua yang selalu bertengkar cenderung bersikap selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, sehingga sulit bersosialisasi. 

Studi dari Universitas Cardiff juga mengatakan bahwa berdebat di depan anak-anak dapat menyebabkan mereka mengalami kerusakan serius. Studi dilakukan selama tiga tahun terhadap lebih dari 300 keluarga. Para periset menunjukkan kepada anak-anak film tentang orang dewasa yang berdebat dengan cara yang berbeda, dan berbicara kepada anak-anak tentang perkelahian orang tua mereka. Studi ini menemukan bahwa meskipun argumen Anda mungkin tidak ada hubungannya dengan anak-anak, jika Anda berdebat dengan cara yang salah, itu mengancam stabilitas emosional mereka.

Dr Gordon Harold, seorang peneliti di Cardiff University di Cardiff, Wales mengatakan bahwa orang tua dapat berdebat di depan anak-anak, namun harus melakukannya dengan hati-hati.
"Tidak realistis untuk mengatakan bahwa orang tua seharusnya tidak pernah berdebat atau tidak boleh tidak setuju di depan anak-anak mereka," kata Harold. "Argumen dan ketidaksepakatan adalah bagian alami dari semua hubungan. Namun, lakukan dengan cara yang tepat,” katanya. 

Kesimpulannya, anak yang menyaksikan orang tua mereka bertengkar di rumah mungkin ia akan berjuang dalam situasi sosial, sulit berteman dan tidak memiliki kestabilan emosi. Mereka jadi gampang marah, cemas, depresi dan lainnya. Dengan sejumlah dampak negatif ini, tidak ada alasan lagi bagi orangtua untuk membawa konflik ke ruangan lain, atau menyimpan perdebatan sengit setelah anak-anak tidur. 

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya

 

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor
Kondom dikenal untuk mencegah terjadinya kehamilan. Namun sekarang kondom punya berbagai bentuk dengan fungsi yang berbeda. Kondom, Ini Bentuk hingga Fungsinya Sperma atau air mani adalah sel reproduksi pada pria yang diproduksi oleh testis.Lalu bagaimana cara memperbanyak sperma yang benar menurut dokter. 6 Cara Memperbanyak Sperma