Profile
Kesehatan Mental

Ciri-ciri Gangguan Bipolar

Ciri-ciri Gangguan Bipolar

Bipolar disorder adalah gangguan psikologis yang membuat seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengatur emosi.  Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang mengalami bipolar, salah satunya adalah faktor genetik atau turunan. Bila seseorang menderita bipolar, ada kecenderungan 50-75% keturunannya mengalami hal yang sama.

Faktor lain yang bisa membuat seseorang mengalami bipolar adalah trauma dan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Remaja juga berisiko mengalami bipolar. Studi dari University of Manchester menyebutkan, anak-anak pada usia remaja berisiko 2,63 kali lipat menderita gangguan tersebut. Gangguan yang dulu dikenal dengan sebutan manic-depressive ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Depresi

Memiliki beban pikiran yang begitu berat dalam jangka waktu yang panjang? Masalah Anda tidak kunjung selesai dan menjadikan anda stres atau depresi? Waspadai gejala tersebut karena depresi bisa memicu seseorang menderita bipolar disorder. Tidak hanya itu, depresi pun dapat membuat seseorang kehilangan akal sehat, hingga bunuh diri. Depresi bisa timbul dari kenangan akan masa buruknya seperti kehilangan orang terdekat atau pernah di-bullying.

  • Emosi yang tidak stabil

Mood sering berubah secara cepat, signifikan, dan ekstrim? Anda bisa tertawa terbahak-bahak kemudian keesokan harinya menjadi sangat sensitif hingga menangis atau sangat marah? Seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat. Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, dan putus asa. Penderita bipolar memiliki kesulitan yang sangat tinggi untuk mengatur emosinya.

  • Sulit dipahami

Seorang penderita bipolar yang berada di level akut dapat memiliki pemikiran sendiri tanpa sadar atau halusinasi. Terkadang, penderita pun tidak dapat membedakan mana bagian yang nyata, atau mana yang hidup dalam bayangannya saja. Akibatnya, tidak sedikit orang yang tidak paham akan jalan pikirannya. Seringkali penderita memiliki ide-ide kreatif atau keputusan yang aneh, kemudian berpindah keputusan yang seringkali justru sangat berbahaya.

  • Sulit tidur

Orang yang memiliki bipolar disorder memiliki energi yang tinggi, bahkan berlebih. Mereka terus beraktivitas tanpa henti dan membuatnya seringkali sulit untuk tidur atau beristirahat.

  • Sulit konsentrasi

Akibat depresi, penderita bipolar jadi sulit  sulit untuk berkonsentrasi. Di samping itu, orang yang memiliki gangguan bipolar kehilangan nafsu makan, gairah seks, malas beriolahraga, hingga mudah jatuh sakit.

Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, coblah untuk mengatasinya dengan cara ini:

Gaya hidup sehat

Mengistirahatkan fisik Anda dapat membantu mengistirahatkan otak. Beristirahatlah selama 6-8 jam perharinya. Istirahat dipercaya dapat menjauhkan Anda dari depresi dan bisa mengatur kestabilan emosi. Selain itu, berolahraga dan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi secara teratur dapat mengubah suasana hati menjadi jauh lebih bahagia.

Mengonsumsi antidepresan

Antidepresan dipercaya dapat menekan emosi yang berlebih sehingga penderita tetap dapat beraktivitas pada batas yang wajar.

Berani bicara

Bila Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera cari tahu dan berkonsultasi pada yang ahli. Utarakan apa yang dirasakan agar mereka dapat memonitor Anda. Selain itu, tidak ada salahnya untuk mengeluhkan atau memberitahu orang terdekat agar Anda tetap mendapatkan dukungan untuk segera pulih kembali.

 

Ditinjau oleh: dr. Jezzy Reisya

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor
Kurang tidur bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Berkemah bisa jadi solusi untuk mengatasi masalah tidur. Ingin Sembuh dari Insomnia? Berkemah Saja Kurang tidur bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Berkemah bisa jadi solusi untuk mengatasi masalah tidur. Ingin Sembuh dari Insomnia? Berkemah Saja