Profile
Eye & Vision Health

Cara Mengobati Mata Bintitan

Cara Mengobati Mata Bintitan

Apakah Anda pernah menemukan benjolan kecil kemerahan di pinggir kelopak mata bayi? Banyak orangtua mengenal benjolan kecil tersebut sebagai bintitan atau dalam bahasa kedokteran disebut hordeolum.

Bintitan pada mata bayi terbentuk saat terjadi sumbatan pada muara kelenjar meibom atau kelenjar minyak yang berada berjajar-jajar di bawah kulit kelopak mata. Kelenjar-kelenjar tersebut memproduksi minyak yang bersama air mata berfungsi unttuk melumasi bola mata.

Bila muaranya tersumbat, minyak tidak bisa mengalir keluar dan membenjol di kelopak mata. Inilah kondisi yang disebut sebagai hordeolum (bintitan) tersebut.


Apabila hordeolum terinfeksi bakteri, umumnya oleh Staphylococcus aureus, maka infeksi tersebut membuat hordeolum memerah, kadang berujung putih atau kuning, dan bernanah. Akibatnya, kelopak mata menjadi bengkak.

Kadang-kadang, kondisi tubuh dan lingkungan sekitar yang hangat membuat sumbatan melonggar dan minyak yang terperangkap mencair serta mengalir. Alhasil hordeolum mengempis dengan sendirinya dan sembuh dalam beberapa hari.

Pengobatan hordeolum atau mata bintitan yang sesuai adalah kompres hangat menggunakan 2 - 3 lembar kapas kosmetik yang dibasahi air hangat selama 3 - 5 menit. Lalu, oleskan salep mata antibiotik di bagian dalam dan luar kelopak mata. Pengobatan ini dilakukan 3 - 4 kali sehari.


Bagaimana bila mata bintitan sering terjadi? 

Anda bisa mencegah mata bintitan dengan mencuci kelopak mata anak memakai baby shampoo ketika mandi. Selain itu, mengompres kelopak mata memakai kapas hangat agar muara kelenjar minyak terbuka. Langkah penting dalam mencegah mata bintitan adalah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi dengan air mengalir dan sabun atau alcohol gel.


Hordeolum atau bisul di kelopak mata tidak boleh dipencet. Terutama, bila lokasinya di kelopak atas, sebab pembuluh darah di area tersebut berukuran besar. 

Bila dipencet, nanah bisa masuk ke dalam pembuluh darah sehingga berisiko terjadi penyebaran yang bisa menyebabkan komplikasi sebagai phlebitis (radang pembuluh darah). Bahkan bisa menyebar ke jaringan sekitar mata sebagai periorbital cellulitis.  Gejalanya adalah bengkak hebat, merah, dan sakit.

Pertolongan pertama pada hordeolum memang kompres hangat. Namun bila tidak teratasi sebaiknya periksa ke dokter spesialis mata. (PA)

Di-review oleh dr. Endang M. Johani, Sp. M

Anda punya pertanyaan seputar Eye & Vision Health ?
Ask Doctor
Kejang demam sering dialami oleh bayi berusia 6 bulan hingga anak berusia 5 tahun, Banyak tanda-tanda yang terjadi saat kejang demam. Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan jika buah hati Anda mengalami ini. Cara Tepat Atasi Anak Kejang Demam Demam dan ruam bukan cuma ciri campak, lho. Bisa jadi ini gejala roseola. Demam Tinggi? Awas Roseola!