Profile
Kesehatan Mental

Cara Memulihkan Trauma Pasca Bencana

 Cara Memulihkan Trauma Pasca Bencana

Gangguan trauma pasca bencana adalah sebuah kondisi gangguan kesehatan mental akibat peristiwa mengerikan,

Beberapa hari lalu gempa yang mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengakibatkan banyak kerusakan dan menelan korban puluhan orang. Mereka yang terdampak bencana gempa mengungsi ke tempat-tempat aman. Bagi yang terdampak kejadian ini tentunya menimbulkan trauma.  

Gangguan trauma pasca bencana adalah sebuah kondisi gangguan kesehatan mental akibat peristiwa mengerikan, seperti gempa bumi, tsunami dan lainnya. Kejadian trauma bisa dialami sendiri atau disaksikan secara langsung oleh seseorang. Korban bencana biasanya rentan terhadap stres.

Ada sejumlah langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu memulihkan konsisi psikologis Anda dari pengalaman traumatis. Salah satunya sebisa mungkin meminimalkan paparan media yang memberitakan tentang bencana tersebut.  

Ada beberapa orang yang dapat dengan mudah memperoleh kembali rasa kontrol dengan menonton liputan media atau dengan mengamati upaya pemulihan. Namun banyak juga yang malah teringat kembali jika menonton tayangan liputan tersebut, bahkan akan traumatis.

Eksposur yang berlebihan terhadap gambar peristiwa yang mengganggu —seperti berulang kali melihat klip video di media sosial atau situs berita — dapat menciptakan tekanan traumatis pada orang-orang yang tidak terpengaruh langsung. Oleh karena itu, batasi eksposur media Anda ke peristiwa-peristiwa traumatis. Jangan menonton berita atau mengecek media sosial sebelum tidur, dan jangan sering menonton cuplikan/tayangan yang kontennya dapat memunculkan trauma Anda. Cobalah untuk menghindari gambar dan klip video bencana alam. Hindari TV dan berita online dan hentikan mengecek media sosial selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai gejala stres traumatis Anda mereda dan dapat berkegiatan sehari-hari secara normal.

Ada sejumlah langkah yang dapat diambil untuk membantu memulihkan kesejahteraan emosional dan rasa kontrol setelah pengalaman traumatis, termasuk seperti:

- Ketahuilah bahwa  Anda mungkin mengalami berbagai emosi dan intensitasnya kemungkinan akan berkurang seiring waktu.

- Minta dukungan dari orang-orang yang peduli dengan Anda dan yang akan mendengarkan serta berempati pada situasi Anda.

- Ketika Anda merasa siap untuk berbagi cerita, temukan saluran yang tepat. Anda bisa berbagi dengan keluarga atau teman dekat, membuat catatan harian, atau bentuk-bentuk ekspresi diri lainnya yang bikin Anda nyaman. Bila perlu, cari tahu tentang kelompok dukungan lokal yang dipimpin oleh para profesional yang terlatih dan berpengalaman.

- Terlibat dalam perilaku yang sehat untuk meningkatkan kemampuan Anda mengatasi stres yang berlebihan. Cobalah membangun kembali rutinitas seperti makan di waktu yang teratur,  pergi ke kantor, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Luangkan waktu dengan menjalankan hobi atau kegiatan yang menyenangkan lainnya. Jika memungkinkan, hindari keputusan besar dalam hidup, seperti berpindah pekerjaan karena kegiatan ini cenderung berisiko.

Bila trauma menimbulkan gangguan berkepanjangan, cobalah berkonsultasi pada psikolog atau profesional kesehatan mental yang terlatih dan berpengalaman. Beberapa jenis terapi yang diberikan adalah kognitif, perilaku, kognitif-perilaku, interpersonal, humanistik, psikodinamik atau kombinasi dari beberapa gaya terapi. Terapi bisa untuk individu, pasangan, keluarga atau kelompok lain. Beberapa psikolog dilatih untuk menggunakan hipnosis, yang menurut penelitian telah terbukti efektif untuk berbagai kondisi termasuk sakit, kecemasan dan gangguan suasana hati. Untuk beberapa kondisi, terapi dan pengobatan adalah kombinasi pengobatan yang paling berhasil.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

 

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor
Khasiat bawang bagi kesehatan dari kaya akan antioksidan sampai melindungi dari kanker. Khasiat Bawang yang Mengesankan Jerawat batu sejatinya seperti jerawat biasa yang dapat mengganggu penampilan, untuk menghilangkannya pun harus dengan cara benar. Jerawat Batu, Apakah Itu?