Profile
Bayi

Baju Bayi, Ini Tip Memilihnya

Baju Bayi, Ini Tip Memilihnya

Salah satu yang akan disiapkan orangtua saat menanti kelahiran bayinya adalah mempersiapkan baju bayi. Bahkan, momen ini menjadi kesempatan para ibu untuk memuaskan hasrat berbelanja. Jika, jenis kelamin bayi sudah diketahui, tentu akan lebih mudah memilih bajunya. Tapi, ada juga calon orangtua yang sengaja tak mencari tahu jenis kelamin bayinya. 

Kebanyakan calon orangtua, terutama para ibu, akan memilih baju berdasarkan model, motif dan warnanya. Namun, sebenarnya ada banyak hal yang harus diperhatikan saat memilih baju bayi, diantaranya kenyamanan, keamanan, dan praktis.  Dari sisi kepraktisan, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kemudahan memakaikan baju pada bayi dan kemudahan mencuci baju tersebut. Berikut enam hal yang perlu diperhatikan saat memilih baju bayi:

1. Utamakan keamanan baju untuk bayi.

Hindari pakaian dengan kancing kecil, bebatuan atau pita, karena berisiko tertelan oleh bayi, jika aksesoris tersebut lepas dari baju. Begitupun tali panjang atau tali pengetat pada leher, akan berisiko membuat bayi tercekik dan sulit bernapas. Pastikan setiap aksesoris yang ada pada baju bayi terjahit dengan benar, sehingga tak mudah lepas.

2. Cek label dan pilih pakaian dengan bahan nyaman.

Saat memilih baju bayi,  salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah peletakan label. Label yang dijahit di dalam baju,  bisa membuat bayi tidak nyaman, karena bergesekan langsung dengan kulit bayi. Baiknya, pilih label yang dijahit di bagian luar baju atau di bagian samping baju. Memang sudah banyak produsen baju bayi yang melakukan hal ini, tapi masih ada juga yang belum melakukannya. Karena itu, perlu diperhatikan secara detil saat memilih baju bayi. Selain itu, pilih baju bayi berbahan katun yang lembut, agar bayi merasa nyaman saat memakainya. Karena, bahan katun dapat menyerap keringat dengan baik. Bahkan, kini banyak produsen baju bayi yang menyatakan bahwa bahan yang dipakainya anti alergi.


3. Sesuaikan dengan berat badan bayi.

Memilih ukuran baju bayi sebenarnya bukan berdasarkan usia, melainkan disesuaikan dengan berat badan bayi. Di usia yang sama, bayi satu dengan bayi lainnya biasanya memiliki berat badan berbeda. Agar bisa dipakai lebih lama, pilih ukuran baju bayi satu ukuran lebih besar. Pasalnya, di masa enam bulan pertama, berat badan bayi akan bertambah sangat cepat, terutama bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif.

4. Pertimbangkan kemudahan pemakaian dan melepasnya.

Terutama pada bayi baru lahir yang organ tubuhnya masih rapuh, seperti bagian kepala yang masih lunak dan tulang leher yang belum kuat menopang. Berikut beberapa hal yang dapat membantu ibu memilih pakaian praktis bagi bayi.
a.Pakaian dengan leher lebar, agar tidak menahan napas bayi saat dipakaikan. Bayi dapat merasa panik saat pernapasannya terganggu, meski hanya satu detik .

b.Untuk bayi baru lahir, baju dengan kancing,  perekat atau ritsleting yang terletak di depan lebih aman dipakai. Ini akan menghindarkan ibu kesulitan melepas baju melalui kepala.

c.Pilih pakaian dengan lengan yang lebih longgar dan tidak ketat.

d.Perekat atau ritsleting yang ada pada selangkangan bayi, akan membuat ibu lebih mudah dan cepat dalam mengganti popok bayi tanpa harus membuka seluruh pakaian bayi. 


5.Pilih baju bayi yang berlabel washable atau machine washable.

Hal ini sebagai indikator yang memudahkan orangtua, untuk mencucinya dengan mesin cuci. Biasanya, pakaian yang demikian adalah pakaian yang berbahan katun, yang nyaman, tahan lama dan mudah dicuci.

6. Beli baju secukupnya.

Tak jarang para ibu, “lapar mata” saat memilih baju bayi untuk bayinya. Bahkan, baju bayi usia 10 bulan turut dibeli, hanya karena motifnya yang lucu. Jangan lupa, bayi tumbuh dengan cepat. Baju bayi yang dibeli tentu takkan terpakai dalam waktu lama. Belum lagi, biasanya banyak kerabat yang memberi hadiah baju bayi saat bayi baru lahir. Jadi, hindari membeli baju bayi terlalu banyak. (PA)

Ditinjau oleh: dr. Rahajeng A.P (Konselor ASI)

Anda punya pertanyaan seputar Bayi ?
Ask Doctor
Gondongan atau mumps atau parotits adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan peradangan dan pembengkakan kelenjar ludah. Gondongan Bisa Dicegah Dengan Imunisasi Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tapi juga di bokong. Menjaga kebersihan diri adalah salah satu cara mengatasinya. Cara Basmi Jerawat di Bokong