Profile
Kecantikan & Perawatan Kulit

Agar Tumit Pecah-Pecah Kembali Lembut

Agar Tumit Pecah-Pecah Kembali Lembut

Kulit pada bagian tumit cenderung lebih kering daripada kulit di bagian tubuh lain karena kaki sering terekspos permukaan yang keras dan kasar. Akan tetapi, penyebab utama tumit yang pecah-pecah adalah dehidrasi atau kekeringan pada kulit. Diabetes dan obesitas pun dapat menyebabkan tumit pecah-pecah. 

Tidak hanya masalah medis, kebiasaan mengenakan sandal yang membuat kulit kaki terbuka dan terkena debu, kerikil, hingga batu juga merusak kulit kaki. Demikian pula pemakaian sepatu yang tidak pas dengan ukuran kaki, sabun yang berbahan kimia keras, sering terkena air yang terlalu panas, atau udara yang kering pun bisa membuat tumit pecah-pecah. 

Ada berbagai produk di pasaran untuk melembutkan tumit yang pecah-pecah. Nah, pastikan produk yang Anda pilih untuk melembutkan tumit yang pecah-pecah mengandung bahan-bahan berikut ini:

  • Alpha hidroxy acids atau beta hidroxy acids dalam jumlah ringan akan membantu pengelupasan kulit mati dan pembentukan kulit baru.

  • Urea yang diambil dari urine hewan seperti kuda dan telah melalui proses sintesis sehingga bisa membantu mengangkat sel kulit mati. 
  • Dimethicone adalah bahan tambahan di dalam lotion dan conditioner rambut yang bertekstur licin. Bahan ini mampu melindungi kaki dari paparan apa pun yang bisa merusak kulit sekaligus menjaga kelembapan kulit.
  • Triclosan biasanya digunakan untuk penghilang bau badan dan bakteri di kaki. Pasalnya, selain membuat kaki bau, bakteri di kaki dapat menyebabkan kulit kering.
  • Perawatan fungal tapi harus atas pengawasan dokter. Biasanya, perawatan fungal digunakan bila terdapat jamur pada kaki sehingga kaki pun mengalami kekeringan.

  • Produk yang mengandung asam salisilat dengan konsentrasi 1 – 2% untuk mengangkat kulit mati dan mengobati gejala tumit pecah-pecah. Oleskan sebanyak 2 – 3 kali sehari sehabis mandi secara merata. Tapi, berhati-hatilah sebab asam salisilat bisa menimbulkan iritasi.
  • Beberapa penelitian terakhir menunjukkan hasil yang memuaskan terhadap zat sianoakrilat (komponen SuperGlue) dalam pengobatan tumit pecah-pecah. 

Selain dengan bantuan obat-obatan, pastikan Anda merawat kesehatan kulit tumit serta menjaga kebersihannya. Misalnya:

  • Cucilah kaki dengan sabun berbahan lembut setidaknya sekali sehari.
  • Sering mengganti kaus kaki dan usahakan tidak mengenakan sepatu yang sama dalam 2 hari berturut-turut, terutama jika sepatu masih terasa lembap. 

  • Keringkan sepatu sebelum dikenakan. 
  • Taburkan bedak tabur dengan kandungan menthol agar kaki tetap kering.

Anda juga bisa mencoba beberapa bahan alami berikut ini dapat digunakan untuk melembutkan tumit pecah-pecah:

  • Lemon memiliki kemampuan seperti urea dan hidroxy acids yang membantu pengelupasan kulit mati. Anda cukup merendam kaki di dalam air yang sudah dicampur perasan lemon selama 10 – 15 menit. Lalu, gunakan batu apung untuk menghilangkan sel kulit mati. Kemudian, oleskan lotion untuk melembapkan kulit setelah selesai. 
  • Oleskan pisang yang dihaluskan ke kulit tumit dan diamkan selama 15 menit agar bisa melembutkan kaki.

  • Campurkan madu, oatmeal, dan air hingga halus. Oleskan pada tumit, lalu diamkan selama 10 menit. Dalam 2 minggu, pecahan-pecahan kulit akan mulai berkurang.
  • Petroleum jelly dapat membantu menjaga kelembapan kaki jika dioleskan setiap malam sebelum tidur dengan cara dicampurkan lotion pelembap. Tapi, jangan mengoleskan petroleum jelly pada luka yang menganga.

Semoga bermanfaat! (PA)

Ditinjau oleh dr. Michael Hartanto Angriawan

Anda punya pertanyaan seputar Kecantikan & Perawatan Kulit ?
Ask Doctor
Banyak orang hanya menandai telat haid sebagai sebuah tanda atau ciri ciri hamil, padahal bukan hanya itu. Berikut 8 tanda untuk memastikannya. 8 Ciri-Ciri Orang Hamil Sakit tenggorokan bisa sangat mengganggu aktifitasmu jika tidak segera ditangani. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar cepat sembuh. Obat Sakit Tenggorokan