Profile
Kesehatan Seksual

Agar Kembali Perkasa Setelah Alami Serangan Jantung

Agar Kembali Perkasa Setelah Alami Serangan Jantung

Mark Reyes * mengalami serangan jantung pada usia 42. Dia menjalani operasi bypass dan keluar dari rumah sakit dalam beberapa minggu. Tapi dua bulan kemudian, dia dan istrinya masih belum berhubungan seks lagi.

Tidak hanya dia belum jelas apakah secara medis sudah boleh berhubungan seks lagi atau belum, tapi pikiran tentang seks itu sendiri sudah membuat Reyes dan istrinya gugup.

"Ada lelucon di antara kami jika saya terlalu bersemangat, istri akan mengatakan, 'Hati-hati!'". Itu adalah setengah kebenaran dan saya tak ingin kembali mengalami serangan jantung."

Reyes adalah salah satu dari banyak pria yang harus berurusan dengan kesulitan seksual setelah operasi jantung.

Tigapuluh satu persen pria berusia 55 tahun ke bawah, yang tidak memiliki masalah seksual sebelum serangan jantung, melaporkan bahwa mereka setidaknya mengalami satu masalah seksual selama setidaknya satu tahun setelah episode serangan, demikian menurut penelitian  dari University of Chicago.

Hampir seperempat dari mereka mengalami disfungsi ereksi, 19 persen melaporkan kurangnya minat pada seks, dan 16 persen merasa cemas tentang performa mereka.

Baca terus untuk memahami faktor fisik dan psikologis yang mengganggu kehidupan seks Anda setelah serangan jantung. Yang terpenting, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya.

Risiko disfungsi ereksi

Kesulitan ereksi cenderung Berjalan seiring dengan serangan Jantung karena keduanya memiliki faktor-faktor risiko yang sama.

Salah satu contoh:  arteri tersumbat. Kebanyakan serangan jantung terjadi ketika saluran arteri mengalami penyumbatan, sehingga menyumbat aliran darah ke jantung Anda.

Banyak orang yang mengalami serangan jantung juga mengalami penyumbatan di arteri bagian tubuh lain, salah satunya di arteri yang  memasok darah ke penis, kata Lawrence Phillips, M.D, Direktur Medis Kardiologi di NYU Langone Medical Center.

Faktor risiko penyakit jantung lainnya seperti diabetes, tekanan darah tinggi,  kolesterol tinggi juga bisa  mengganggu aliran darah yang menjadi bahan bakar ereksi, kata Brad Pfeffer,  M.D., ahli jantung di LifeBridge Health Cardiovascular Institute di Baltimore.

Obat jantung  dapat menyebabkan masalah seksual juga

Meski Anda tidak sudah memiliki kesulitan ereksi, obat-obatan jantung dapat memperburuk performa seksual Anda. Misalnya, obat yang disebut beta-blocker dapat menurunkan tekanan darah Anda. Obat ini baik untuk  jantung tetapi tidak untuk penis Anda, kata Richard Wright,  M.D., ahli jantung di Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California.

Serangan jantung bisa memengaruhi mental

Serangan jantung dapat membuat Anda sedih bahkan khawatir mengenai  kesehatan Anda secara keseluruhan  dan kemampuan untuk mempertahankan gaya hidup yang biasa. Akibatnya, sepertiga pasien serangan jantung  mengalami depresi, menurut American Heart Association (AHA).

Depresi dapat mengganggu kerja neurotransmitter yang dibutuhkan untuk membangkitkan hasrat seksual dan  ereksi, kata Dr Wright.

Banyak juga pria yang pernah alami serangan jantung merasa cemas untuk kembali berhubungan seks. Mereka khawatir,  hubungan seks bisa membuat mereka terkena serangan lagi. Tapi sebenarnya, kemungkinan untuk mendapat serangan lagi karena berhubungan seks, adalah sangat rendah, kata sebuah studi yang dimuat di JAMA.

Pasangan Anda ketakutan

Seringkali, pasangan dari penyintas serangan jantung, mengalami ketakutan melebihi dari Si Penyintas itu sendiri,  kata Dr Wright. Ketika pria sudah siap melakukan keintiman, pasangan membanjirinya dengan pertanyaan-pertanyaan bertema "Apakah semua akan baik-baik saja?" dan "Apakah kemesraan mereka tidak akan memicu serangan jantung lanjutan?". Inilah yang pernah dialami Jim Caroll. Akibatnya, keintiman menjadi terganggu. Namun akhirnya mereka bisa melakukannya tanpa ada efek apapun.

Kebanyakan pria dapat dan melanjutkan kehidupan seks normal dalam waktu satu sampai enam minggu setelah meninggalkan rumah sakit, kata Elaine Steinke, Ph.D., seorang profesor bidang keperawatan di Wichita State University.

Otot jantung biasanya akan pulih sehingga Anda dapat m menahan stres ringan dengan aktivitas seksual.

Seks menyebabkan tekanan pada jantung sebanyak yang disebabkan oleh mendaki dua anak tangga atau naik pesawat, Dr. Pfeffer mengatakan. Setelah Anda dapat melakukannya tanpa gejala seperti nyeri dada atau sesak, berarti Anda sudah siap untuk bermesraan lagi dengan pasangan.

Mulailah dengan perlahan dan berhenti dulu jika ada tanda-tanda yang tak wajar seperti jantung berdebar atau sesak napas. Perlahan-lahan, Anda akan kembali perkasa. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Seksual ?
Ask Doctor
 p>For most of you who do not know what it is multiple myeloma, it is one type of cancer that… Anticipating Multiple Myeloma  p>For most of you who do not know what it is multiple myeloma, it is one type of cancer that… Anticipating Multiple Myeloma