Profile
Alergi

9 Jenis Alergi Pada Anak

9 Jenis Alergi Pada Anak

Alergi berasal dari bahasa Yunani, Allos yang artinya lain atau berbeda, serta Argon yang berarti reaksi. Sehingga bila disimpulkan alergi adalah suatu reaksi yang berlebihan atau menyimpang yang dapat merugikan tubuh. Pengertian lengkapnya, alergi adalah suatu kondisi di mana tubuh memiliki respons yang berlebihan terhadap suatu zat, misalnya makanan, obat, atau bahan kimia. Memang, alergi tidak hanya terjadi pada anak-anak, tapi biasanya tidak semua jenis alergi yang diderita oleh anak-anak terbawa sampai dewasa. 

Pada dasarnya, tubuh manusia dapat melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun, terkadang sistem kekebalan tubuh justru tidak bisa melawan serangan zat yang terbilang tidak terlalu berbahaya seperti debu atau pun jamur. 

Berikut ini beragam gejala alergi pada anak:  

Alergi debu
Debu adalah salah satu penyebab paling umum dari alergi. Di dalam debu terdapat jutaan bakteri serta virus yang dapat menyerang anak. Debu dapat dijumpai di rumah seperti di tempat tidur, meja, karpet dan barang-barang. Agar anak terhindar dari alergi debu, rajinlah membersihkan alat rumah tangga. 

Alergi makanan
Beberapa makanan yang bisa menimbulkan alergi pada si Kecil adalah susu, gandum, kacang-kacangan, telur, ikan, seafood dan kerang. Beberapa gejala yang timbul akibat dari alergi ini di antaranya muntah, gatal-gatal, sakit perut, eksim, sesak napas, sakit perut, bahkan bisa menyebabkan kematian bila telanjur parah.

Alergi hewan peliharaan
Alergi ini terjadi bila anak terpapar bulu hewan, seperti kucing atau anjing dan beberapa hewan lainnya (terutama yang berbulu) . Gejala yang ditimbulkan dari alergi ini adalah asma atau saluran pernpasan. 

Alergi musim
Alergi ini bisa muncul jika anak tidak tahan terhadap cuaca dingin maupun panas. Gejala yang timbul akibat alergi ini pun hampir sama dengan yang terjadi pada alergi makanan, yang membedakan biasanya pemicunya saja. 


Sengatan serangga
Pada beberapa anak, sengatan serangga pada tubuh mereka dapat mengakibatkan bengkak, kemerahan atau gatal. Namun, pada anak yang alergi terhadap sengatan serangga, gejala yang timbul bisa lebih parah lagi, yaitu bisa memicu anafilaksis yang bisa mengancam jiwa si Kecil. Tanda-tanda yang ditimbulkan bila si Kecil mengalami anafilaksis di antaranya kehilangan kesadaran, sesak napas berat, ruam kulit parah, mual dan muntah, serta pembengkakan saluran pernapasan yang dapat mengakibatkan anak kesulitan bernapas.

Alergi rhinitis
Gejalanya meliputi hidung meler dan gatal, mata berair, gatal, sesak napas seperti asma dan bengkak.

Alergi obat
Beberapa jenis obat yang berfungsi untuk mengobati infeksi umumnya dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak. Jenis obat yang dijual bebas juga dapat menimbulkan alergi. Karena itu, bicaralah dengan dokter mengenai alergi obat anak sebelum dokter menuliskan resep. 


Dermatitis atopik
Kondisi ini dapat menimbulkan eksim pada kulit anak yang dapat mengakibatkan kulit gatal, merah, dan pengelupasan pada kulit.

Bahan/zat kimia
Bahan kimia yang terkandung dalam deterjen, pewangi atau parfum bisa menimbulkan ruam pada anak yang alergi terhadap bahan kimia. Pewarna, pembersih rumah tangga dan pestisida yang digunakan untuk menyiram tanaman atau rumput juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa anak.

Kenali sejak dini alergi yang anak alami, sekecil apa pun gejalanya. Segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penangangan alergi. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk menghentikan efek dari alergi tersebut. 

 

 

Anda punya pertanyaan seputar Alergi ?
Ask Doctor
Demam dan ruam bukan cuma ciri campak, lho. Bisa jadi ini gejala roseola. Demam Tinggi? Awas Roseola! Diare memang terlihat sepele, namun perlu ditangani secara tepat. Berikut lima jenis makanan yang bisa membantu menyembuhkan diare lebih cepat. Diare? Konsumsi Makanan Ini