Profile
Kesehatan A-Z

7 Tanda Anda Kecanduan Karbohidrat

7 Tanda Anda Kecanduan Karbohidrat

Kecanduan karbohidrat adalah masalah besar. Banyak dari kita berpikir, kecanduan karbohidrat hanyalah seputar kita tidak tahan jika tidak makan nasi atau donat, atau es krim walau sehari saja. Sebenarnya, kecanduan karbhidrat lebih dari itu, efeknya bisa beragam, mulai dari berat badan hingga kenaikan risiko penyakit seperti diabetes.

Banyak makanan sehat mengandung karbohidrat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Tapi,yang kita bicarakan di sini adalah jenis karbohidrat buruk yang bisa membawa malapetaka jika kita konsumsi berlebihan. Contohnya adalah:

Permen, kue, kue-kue, es krim dan biskuit

Roti,  croissant, pasta

Makanan manis

Minuman manis, termasuk kopi di kedai-kedai kopi

Minuman bersoda dan jus kemasan

Sereal dan oatmeal dengan perasa tambahan.

Makanan organik masih bisa sangat tinggi gula. Jika Anda mencoba untuk mengurangi asupan gula dan berpikir bahwa Anda boleh makan makanan manis organik, Anda salah. Sangat penting bagi Anda untuk memilih makanan rendah gula.  Anda dapat memulainya dengan menghindari atau mengurangi makanan dalam daftar yang disebutkan di atas.

 

Apakah Anda ketagihan karbohidrat?

Coba cek, apakah Anda memiliki satu atau lebih gejala-gejala di bawah ini. Jika jawabannya adalah ya, sangat mungkin Anda memang kecanduan karbohidrat.

1. Tak bisa menahan selera

Air liur Anda 'menetes' setiap kali lewat toko kue dan roti, atau melihat mangkuk permen atau es krim, terutama ketika Anda sama sekali tidak lapar.

2. Secara emosional sangat tergantung pada karbohidrat

Anda tidak bisa membayangkan hidup tanpa pasta, minuman soda, kue-kue manis atau permen. Anda mungkin menggunakan kata "cinta" ketika merujuk kepada makanan olahan atau makanan manis tertentu.

3. Tidak bisa berhenti

Saat Anda mulai makan atau, entah itu permen, kue, roti atau minuman manis dan minuman bersoda, rasanya Anda sulit berhenti, kecuali makanan atau minuman tersebut sudah habis sama sekali.

4. Menunda-nunda

Setiap kali Anda makan makanan yang mengandung tepung atau gula, Anda mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda akan mengurangi atau menghentikannya nanti. Sebenarnya Anda tahu bahwa Anda bisa melakukannya sekarang tapi Anda berpikir "masih ada hari esok untuk memulainya". Pola ini terus berulang sehingga Anda tidak pernah memulainya sama sekali.

5. Tidak bisa fokus

Fokus Anda terganggu karena tidak bisa berhenti memikirkan makanan ringan, minuman manis atau jenis makanan penuh  karbohidrat lainnya. Jenis gangguan ini tidak terkait dengan kondisi stres atau kelaparan. Ini semua tentang kecanduan. Anda tidak bisa tenang mengerjakan sesuatu jika belum makan atau minum makanan atau minuman tinggi karbohidrat yang jadi favorit Anda.

6. Tidak bisa mengontrol porsi

Porsi makanan atau minuman manis atau makanan bertepung kesukaan Anda, meningkat dari waktu ke waktu. Biasanya Anda puas dengan satu porsi es krim, misalnya, sekarang Anda menginginkan dua atau tiga porsi. 

7. Anda merasakan gejala tidak enak ketika mencoba mengurangi atau menghentikan asupan karbohidrat.

Anda telah membuat keputusan untuk mengurangi gula dan Anda benar-benar melaksanakannya hari ini. Tapi, sekarang mood Anda menjadi buruk, padahal hari Anda baik-baik saja. Keinginan untuk megonsumsi karbohidrat terus menghantui dan menahannya membuat Anda murung serta emosional.

 

Apa yang Bisa Anda Lakukan

1. Makan lebih sering, dalam porsi lebih kecil. Jangan mencoba mengurangi makan ketika Anda sedang berupaya menghentikan kecanduan karbohidrat. Makanlah makanan utama (makan pagi, siang dan malam) seperti biasa, hanya lebih sering dalam porsi lebih sedikit dalam sekali makan. Tentu saja, makanan Anda harus bebas gula terutama gula rafinasi.

2. Baca label: Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah membaca label makanan yang Anda beli. Jika apa yang Anda makan memiliki lebih dari 13 gram "gula" perporsi, letakkan kembali dan cari makanan dengan kandungan gula yang jauh lebih rendah.

3. Banyak minum air putih: Air akan membantu menyiram racun keluar dari tubuh Anda, membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan menjaga Anda terhidrasi. Gejala dehidrasi dapat meniru kelaparan dan mendorong Anda untuk makan padahal sebenarnya asupan makan Anda sudah cukup.

4. Perbanyak lemak sehat dan protein: protein dan lemak dapat membantu mengurangi ketidakstabilan kadar gula darah (gula darah Anda naik-turun dengan cepat) yang memungkinkan Anda merasa lebih cepat lapar. 

5. Praktikkan kebiasaan baru: Boleh dibilang, ini adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Namun, Anda perlu mencobanya. Jika rutinitas harian Anda adalah untuk sarapan kopi manis dan bagel, serta ngemil roti dan minuman bersoda di sore hari, ubahlah semua itu. Minum jus murni dengan sedkit atau tanpa gula dan dua butir telur rebus untuk sarapan. Untuk camilan sore, Anda bisa mencoba makan potongan wortel segar dengan madu atau sebuah apel.

6. Singkirkan simpanan Anda: orang dengan kecanduan karbohidrat, pasti punya banyak simpanan camilan atau minuman manis di laci meja, kulkas atau dapurnya. Singkirkan semua itu agar Anda tidak tergoda memakannya dan terjebak dalam pola kecanduan yang tak berujung.

 

 

Sumber: www.chicagonow.com

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan A-Z ?
Ask Doctor
Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi? Gejala serangan jantung bisa dikenali, seperti rasa nyeri di dada dan punggung belakang Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan