Profile
Kesehatan Seksual

6 Jenis Orgasme pada Wanita

6 Jenis Orgasme pada Wanita

Salah satu tujuan melakukan hubungan intim adalah agar bisa merasakan kepuasan seksual atau orgasme. Berbeda dengan pria yang hanya memiliki satu jenis, wanita memiliki enam jenis orgasme. Mulai dari orgasme klitoral yang paling populer, sampai orgasme anal.

Hanya sepertiga dari wanita yang mengalami orgasme secara teratur selama hubungan seksual, sementara sisanya membutuhkan rangsangan lain untuk mencapai orgasme, bisa dengan foreplay atau oral seks. Selain itu, kemampuan untuk orgasme bergantung pada berbagai faktor, termasuk suasana hati, stres yang berhubungan dengan pekerjaan dan lain-lain.

Dr Fran Walfish, Beverly Hills psikoterapis, penulis The Parent dan co-star Self-Aware pada WEtv, Sex Box menyarankan untuk tidak fokus pada orgasme. “Semua orang hanya berfokus pada pentingnya orgasme, padahal penting juga untuk fokus  pada kesenangan yang berhubungan dengan pasangan Anda, seperti apakah pasangan telah mencapai orgasme atau bagaimana cara membuatnya orgasme".

Setiap wanita layak mendapatkan kesenangan serta kepuasan saat melakukan hubungan intim. Untuk itu, cobalah 6 jenis yang berbeda dari orgasme malam ini bersama pasangan Anda untuk merasakan sensasi yang berbeda.

Orgasme klitoral

Orgasme ini dicapai melalui perangsangan organ klitoris. Sama seperti penis pada pria, klitoris  merupakan organ yang sangat sensitif karena terdapat 8.000 saraf sensitif, dua kali lipat dari saraf sensitif di penis.

"Karena klitoris sangat sensitif, banyak wanita yang menikmati ketika kontak yang dilakukan tidak langsung di atas klitorisnya. Karena ujung saraf klitoris sangat sensitif, sehingga gairah yang kuat dapat menyakitinya,” kata Walfish. Jadi, hati-hati dalam memberikan rangsangan pada area klitoris, lakukan dengan lembut.

Orgasme vaginal

Orgasme vaginal merupakan orgasme yang diperoleh wanita melalui penetrasi mendalam dan biasanya diperoleh ketika posisi misionaris atau doggie style. Ada sekitar 30 persen wanita yang mengalami orgasme vaginal saat berhubungan intim dengan pasangannya. "Tentu saja, semakin lama seks berlangsung, maka semakin besar pula kemungkinan wanita untuk merasakan orgasme vaginal," kata Walfish.

Orgasme campuran

Orgasme ini merupakan kombinasi dari orgasme klitoral dan vaginal, di mana orgasme diperoleh melalui stimulasi klitoris. Hal ini dapat dicapai dengan posisi woman on top sehingga pria bisa merangsang klitoris sementara wanita mengendalikan dan menyodorkannya. Orgasme yang dikombinasikan seperti ini lebih mudah untuk dicapai jika wanita sudah terangsang sebelum ia melakukan hubungan seksual.

Walfish menyarankan untuk memperbanyak foreplay (berlangsung setidaknya 15 menit), seperti berciuman terlebih dahulu, memberi sentuhan nakal untuk merangsangnya, menjilatnya dan memijat tubuhnya. Sangat penting bagi pria untuk mengetahui bahwa wanita membutuhkan waktu lebih lama agar dapat merasakan rangsangan daripada pria, bahkan ada yang membutuhkan sampai 30 menit untuk mendapatkan rangsangannya.

Orgasme berulang

Orgasme berulang dapat terjadi pada waktu yang berbeda dalam satu sesi. Hal seperti ini dapat terjadi pada wanita dengan reaksi yang berbeda-beda, tergantung berapa banyak stimulasi rangsangan yang bisa ia tahan. Selain itu, setelah merasakan orgasme pertama, pasangan harus kembali melakukan stimulasi pada bagian tubuh lain sehingga wanita bisa merasakan orgasme secara sambung menyambung.

"Kadang-kadang Anda mungkin perlu memperlambat dalam memainkan daerah sensitif pasangan Anda, karena hal tersebut dapat membuat daerah sensitifnya menjadi terlalu sensitif terhadap rangsangan, aturlah sebaik mungkin untuk tetap membuatnya terus bergairah”, kata Walfish.

Orgasme puting

Puting dapat menjadi pusat rangsangan yang sama dengan klitoris. Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa bermain dengan puting dan bermain dengan klitoris, baik secara terpisah atau bersamaan, dapat merangsang bagian yang sama dari otak, yang dikenal sebagai korteks sensorik genital. Inilah sebabnya mengapa otak wanita 'tampaknya memproses rangsangan puting dan stimulasi genital dengan cara yang sama.

Orgasme anal

Klitoris berbentuk seperti wishbone (tulang garpu), dan bagi banyak wanita itu memanjang sampai ke anus. Selama penetrasi melalui anal, kaki klitoris lah yang dirangsang. Dengan kata lain, orgasme anal terjadi melalui stimulasi langsung dari G-spot wanita, melalui dinding antara vagina dan dubur. "Pada wanita, penetrasi anal merangsang jaringan ereksi di bagian bawah vagina dan G-spot," kata Patricia Johnson, penulis Partners in Passion, Great Sex Made Simple, Tantra for Erotic Empowerment, and The Essence of Tantric Sexuality to Bustle.

 

Jadi, Anda mau mencoba yang mana?

 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Seksual ?
Ask Doctor
Gejala serangan jantung bisa dikenali, seperti rasa nyeri di dada dan punggung belakang Gejala Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan Katarak tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga bayi dan anak-anak Bisakah Katarak Terjadi Pada Anak dan Bayi?