Profile
Kesehatan Seksual

5 Mitos Tentang Seks yang Kebanyakan Orang Pikir Itu Benar

5 Mitos Tentang Seks yang Kebanyakan Orang Pikir Itu Benar

Banyak mitos tentang seks yang telanjur dipercaya sebagai kebenaran. Berikut fakta dan mitos seks.

Seks, sesuatu yang familiar di telinga dan dilakukan oleh hampir semua orang dewasa di dunia. Meski demikian, belum tentu pengetahuan kita tentang seks, semuanya benar. Mungkin, ada beberapa mitos seperti di bawah ini, yang masih kita percaya sebagai fakta.

Mitos: Seks membakar banyak kalori 
Fakta: Para ahli memperkirakan tiga puluh menit aktivitas seks hanya membakar 85-150 kalori. Secara teoritis, Anda perlu membakar sekitar 3.500 kalori untuk bisa menurunkan satu pon berat badan (0,45 Kg). Jadi, jika Anda membakar 100 kalori setiap kali berhubungan seks, Anda baru kehilangan sekitar setengah kilogram saat berhubungan seks untuk yang ke-35 kali. Masalahnya adalah kebanyakan orang tidak berhubungan seks selama tiga puluh menit, melainkan kurang dari itu. Bahkan, peningkatan terbesar denyut jantung dan darah terjadi sekitar lima belas detik selama orgasme,  kemudian sistem tubuh Anda segera kembali ke normal.

Mitos: Ada perbedaan 10 tahun dalam hal puncak seksualitas antara wanita dengan pria
Fakta: Puncak testosteron pria terjadi di sekitar usia 18, tetapi tingkat estrogen wanita mencapai puncaknya pada pertengahan 20-an. Tingkat hormon yang rendah berhubungan dengan dorongan seksual yang juga rendah. Beberapa orang berkata, ketika tingkat hormon sedang berada pada tingkat tertinggi, nafsu seks juga ada di tingkat yang tinggi. Tetapi, jika kita percaya frekuensi seks menjadi faktor yang paling penting saat kita berada di puncak seksualitas, maka tidak ada perbedaan antara pria dan wanita. Hasrat seksual terus berfluktuasi  dan berhubungan dengan banyak faktor selain usia. Selama Anda hidup, Anda akan merasakan hasrat dan aktivitas seksual yang naik-turun berkali-kali.

Mitos: Seks dapat menyebabkan serangan jantung
Fakta: Justru, aktivitas seks  sering dikaitkan dengan jantung yang sehat. Dalam sebuah penelitian, pria yang melakukan hubungan seks dua kali seminggu atau lebih, memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Pada orang yang sehat, risiko mengalami serangan jantung saat berhubungan seks juga sangat rendah. Framingham Heart Study mengatakan, pria yang tidak memiliki penyakit diabetes atau merokok, memiliki risiko serangan jantung saat berhubungan seks, satu berbanding satu juta! 

Mitos: Gunakan kaus kaki saat berhubungan intim
Fakta: Sebuah studi di Belanda melakukan scan otak pada pria dan wanita saat pasangannya berusaha untuk membuat mereka orgasme. Mereka melakukan hubungan intim di ruangan berpendingjn dan peserta studi mengeluh tentang ketidaknyamanan karena kaki mereka terasa dingin. Ketika para peserta diberi kaus kaki untuk menjaga kaki mereka tetap hangat, secara signifikan mereka lebih mampu mencapai orgasme. Jadi, anjuran agar Anda memakai kaus kaki saat berhubungan seks di ruangan yang dingin, bukan mitos.

Mitos: Tiram dan cokelat dapat menaikkan hasrat seksual
Fakta: Tidak ada studi yang secara langsung pernah mengevaluasi efek tiram pada hasrat seksual seseorang. Tiram memang mengandung mineral seng, yang dibutuhkan untuk pembentukan sperma yang sehat tetapi tidak menemukan efeknya pada peningkatan gairah seksual. 
Beberapa studi menunjukkan bahwa cokelat dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini mungkin berpengaruh juga pada aliran darah ke penis sehingga penis bisa ereksi dengan lebih baik. Selain itu, cokelat juga dapat merangsang pelepasan sejumlah  kecil phenylethylamine dan serotonin untyk meningkatkan suasana hati. Orang yang memiliki suasana hati yang baik, diketahui lebih banyak melakukan aktivitas seks.  

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf 

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Seksual ?
Ask Doctor
Perawatan payudara tidak hanya dilakukan pada ibu menyusui, tapi perlu dilakukan sejak bayi dalam kandungan. Perawatan Payudara untuk Ibu Hamil Nyeri ulu hati bisa berasal dari lambung, paru-paru, jantung dan usus buntu. Kenali ulu hati yang berbahaya dan tidak. Nyeri Ulu Hati, Berbahayakah?